Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pantangan yang Perlu Diperhatikan Setelah Operasi Caesar

Pantangan yang Perlu Diperhatikan Setelah Operasi Caesar

Setelah menjalani operasi caesar, ada beberapa pantangan yang harus dihindari. Ketahui hal yang tidak boleh dilakukan setelah operasi caesar di sini.

Jumlah ibu yang melahirkan melalui prosedur operasi caesar kini semakin meningkat. Peningkatan tersebut diikuti pula oleh sejumlah keluhan pasca operasi, contohnya nyeri dan komplikasi usai operasi caesar yang dapat membahayakan kesehatan ibu.

Agar tak menimbulkan komplikasi, ibu perlu mengetahui beberapa pantangan setelah operasi caesar, antara lain:

1 dari 5 halaman

1. Mengangkat Barang Berat

Bila harus mengangkat barang, Anda hanya dapat mengangkat barang yang beratnya setara dengan berat bayi baru lahir (sekitar 2,5-3,5 kilogram). Sebisa mungkin jangan mengangkat barang yang beratnya lebih dari itu.

Langsung mengangkat barang yang berat setelah operasi caesar sudah pasti akan menyebabkan nyeri di daerah luka operasi. Lalu, luka jahitan operasi bisa berisiko terbuka kembali.

Selain itu, mengangkat barang berat setelah operasi caesar dapat menyebabkan hernia (penonjolan usus) di daerah bekas operasi di kemudian hari.

2. Terlalu Sering Naik-Turun Tangga

Sama halnya dengan mengangkat barang berat, naik-turun tangga terlalu sering akan menyebabkan tekanan di dalam perut meningkat. Peningkatan tekanan ini bisa menyebabkan luka jahitan operasi rentan terbuka dan hernia. 

Sebaiknya, hindari terlalu sering naik dan turun tangga dalam 3-6 bulan setelah menjalani operasi caesar.

3. Konsumsi Makanan Pemicu Sembelit

Satu sampai dua minggu pertama setelah operasi caesar, sebagian ibu akan mengalami sembelit. Hal ini wajar terjadi. 

Agar sembelit tidak semakin parah, hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan yang bisa memicu sembelit, seperti cokelat, pisang, kopi, teh, sosis, dan daging sapi. Bukan berarti tak boleh dimakan sama sekali, yang penting makannya dalam jumlah kecil.

Kemudian, dalam dua minggu pertama setelah operasi, usahakan banyak mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti gandum, oat, nasi merah, pepaya, pir, dan sayuran hijau untuk membantu melancarkan buang air besar.

Artikel lainnya: Harus Kentut Setelah Operasi Caesar, Ini Alasannya

2 dari 5 halaman

4. Banyak Berbaring di Tempat Tidur

Usai menjalani operasi caesar, sebagian ibu memilih untuk banyak berbaring di tempat tidur. Hal ini sebenarnya tidak tepat. Alih-alih banyak berdiam diri di tempat tidur selepas operasi caesar, lebih baik ibu aktif bergerak.

Bukan melakukan aktivitas berat seperti berlari atau berolahraga, tetapi ibu harus membiasakan diri untuk berdiri, berjalan, dan mengerjakan aktivitas sehari-hari seperti biasa. 

Aktif bergerak akan membantu mempercepat penyembuhan luka operasi dan mengurangi rasa nyeri di luka operasi.

Bila kondisi kesehatan ibu setelah operasi dalam keadaan baik, umumnya ibu mulai dianjurkan untuk berdiri dan berjalan satu hari setelah operasi.

5. Sering Membuka dan Menyentuh Luka Operasi

Setelah operasi, luka operasi akan ditutup oleh foam dressing (penutup luka operasi) selama 5-7 hari. Setelah itu, ibu akan kembali kontrol ke dokter untuk diperiksa kembali luka operasinya. 

Bila penyembuhan lukanya berjalan dengan baik, umumnya dalam satu minggu luka operasi sudah mulai kering.

Untuk mencegah infeksi pada luka operasi, sebaiknya luka operasi tak usah disentuh atau dilihat-lihat, terutama saat masih ditutup foam dressing. Membuka dressing dan menyentuh luka operasi bisa memicu bakteri masuk ke luka dan menghambat penyembuhan.

Artikel lainnya: Benarkah Tidak Boleh Tidur Setelah Operasi Caesar?

3 dari 5 halaman

6. Berhubungan Seksual

Pantangan setelah operasi caesar berikutnya adalah melakukan hubungan seksual. Bukan berarti tidak diperbolehkan selamanya, hanya saja berhubungan seksual terlalu dini meningkatkan risiko infeksi pada organ reproduksi wanita dan memperlambat proses pemulihan ibu.

Ibu bisa berhubungan seksual kembali umumnya setelah selesai masa nifas. Maksudnya, sudah tidak ada perdarahan atau cairan yang keluar dari vagina dan kondisi ibu benar-benar pulih. Bila ragu, sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter. 

7. Menggunakan Tampon

Sebagian wanita lebih nyaman menggunakan tampon untuk membantu menyerap darah yang keluar. Namun, cara ini merupakan pantangan setelah operasi caesar yang perlu diperhatikan. 

Ibu bisa kembali menggunakan tampon setidaknya enam minggu setelah persalinan atau usai masa nifas.

Penggunaan tampon menjadi pantangan karena masih ada luka di sekitar rahim atau mungkin terdapat robekan di sekitar vagina. Jika Anda menggunakan tampon dibandingkan pembalut, maka luka tidak akan cepat sembuh dan berisiko terinfeksi.

Artikel lainnya: Merawat Luka Caesar agar Cepat Kering, Ini Tipsnya!

4 dari 5 halaman

8. Diet Ketat

Setelah operasi caesar, ibu diharapkan untuk mengonsumsi makanan bergizi. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan luka dan memperkuat daya tahan tubuh ibu. Makanan bergizi yang dikonsumsi ibu pun akan memengaruhi produksi dan kualitas ASI.

Melakukan diet ketat justru dapat menyebabkan pemulihan ibu berlangsung lebih lama sekaligus dapat memengaruhi ASI. Tenang, akan ada waktunya nanti ibu bisa mengembalikan berat badan seperti semula. 

9. Berenang 

Berenang bisa menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan. Namun, tak perlu terburu-buru melakukan olahraga ini saat luka operasi caesar belum sembuh. 

Berenang bisa meningkatkan risiko luka operasi terinfeksi. Air kolam renang tidak 100 persen steril dan terbebas dari kuman. Sebaiknya, tunggulah beberapa waktu hingga luka benar-benar kering dan tak ada komplikasi. 

Selain berbagai pantangan setelah operasi caesar tersebut, ibu juga perlu memerhatikan ada atau tidaknya tanda-tanda infeksi pasca operasi. 

Tanda infeksi tersebut bisa berupa luka operasi yang selalu basah, munculnya nanah di luka operasi, demam, nyeri perut hebat, atau keputihan yang baunya tidak sedap. 

Jika terdapat salah satu dari tanda-tanda tersebut, maka ibu perlu segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada luka operasi caesar.

Jangan abaikan hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah operasi caesar, ya. Bila pemulihan luka berjalan lancar, ibu bisa lebih cepat beraktivitas seperti biasa.

Kalau mau konsultasi lebih mudah ke dokter spesialis kandungan seputar pemulihan setelah operasi caesar, pakai Live Chat 24 Jam dari KlikDokter. Pertanyaan Anda akan cepat terjawab!

(FR/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar