Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pantangan yang Perlu Diperhatikan Setelah Operasi Caesar

Pantangan yang Perlu Diperhatikan Setelah Operasi Caesar

Setelah menjalani operasi caesar, ada beberapa pantangan yang harus dihindari. Ketahui hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah operasi caesar di sini.

Jumlah ibu yang melahirkan melalui prosedur operasi caesar kini semakin meningkat. 

Peningkatan tersebut diikuti pula oleh sejumlah keluhan pasca operasi, contohnya nyeri dan komplikasi yang dapat membahayakan kesehatan ibu.

Agar tidak menimbulkan komplikasi, penting bagi ibu untuk mengetahui apa saja hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah operasi caesar.

Berikut adalah pantangan pasca operasi caesar yang perlu Anda perhatikan: 

1 dari 11 halaman

1. Mengangkat Barang Berat

Bila harus mengangkat barang, Anda hanya dapat mengangkat barang yang beratnya setara dengan berat bayi baru lahir (sekitar 2,5-3,5 kilogram). Sebisa mungkin jangan mengangkat barang yang beratnya lebih dari itu.

Langsung mengangkat barang yang berat setelah operasi caesar dapat memicu nyeri di daerah luka operasi. Lalu, luka jahitan operasi bisa berisiko pula untuk terbuka kembali.

Selain itu, mengangkat barang berat pasca operasi caesar bisa saja menyebabkan hernia di daerah bekas operasi pada kemudian hari.

Artikel lainnya: Ibu Operasi Caesar, Siapkan Sejumlah Barang Ini Sebelum Persalinan

2 dari 11 halaman

2. Terlalu Sering Naik-Turun Tangga

Ini juga merupakan pantangan pasca operasi caesar. Pasalnya, naik-turun tangga terlalu sering akan menyebabkan tekanan di dalam perut meningkat. 

Hal tersebut bisa membuat luka jahitan operasi rentan terbuka hingga risiko hernia.

Sebaiknya, hindari terlalu sering naik dan turun tangga dalam 3-6 bulan setelah menjalani operasi caesar.

3 dari 11 halaman

3. Konsumsi Makanan Pemicu Sembelit

Satu sampai dua minggu pertama setelah operasi caesar, sebagian ibu akan mengalami sembelit. Hal ini wajar terjadi. 

Agar sembelit tidak semakin parah, hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan yang bisa memicu sembelit, seperti cokelat, pisang, kopi, teh, sosis, dan daging sapi. Bukan berarti tak boleh dimakan sama sekali, yang penting makannya dalam jumlah kecil.

Kemudian, dalam dua minggu pertama pasca operasi, usahakan banyak mengonsumsi makanan berserat tinggi, seperti gandum, oat, nasi merah, pepaya, pir, dan sayuran hijau untuk membantu melancarkan buang air besar.

Artikel lainnya: Mengenal Persalinan Caesar Metode Eracs

4 dari 11 halaman

4. Banyak Berbaring di Tempat Tidur

Usai menjalani operasi caesar, sebagian ibu memilih untuk banyak berbaring di tempat tidur. Hal ini sebenarnya tidak tepat, dan merupakan pantangan setelah operasi caesar. 

Alih-alih banyak berdiam diri di tempat tidur selepas operasi caesar, lebih baik ibu aktif bergerak semampunya.

Bukan melakukan aktivitas berat seperti berlari atau berolahraga, tetapi ibu harus membiasakan diri untuk berdiri, berjalan, dan mengerjakan aktivitas sehari-hari seperti biasa. 

Aktif bergerak akan membantu mempercepat penyembuhan luka operasi dan mengurangi rasa nyeri di luka operasi.

Bila kondisi kesehatan ibu setelah operasi dalam keadaan baik, umumnya ibu mulai dianjurkan untuk berdiri dan berjalan satu hari setelah operasi.

5 dari 11 halaman

5. Sering Membuka dan Menyentuh Luka Operasi

Hal lainnya yang tidak boleh dilakukan setelah operasi caesar adalah membuka dan menyentuh luka operasi. 

Pasca operasi, luka operasi akan ditutup oleh foam dressing (penutup luka operasi) selama 5-7 hari. Setelah itu, ibu akan kembali kontrol ke dokter untuk diperiksa kembali luka operasinya. 

Bila penyembuhan lukanya berjalan dengan baik, umumnya dalam satu minggu luka operasi sudah mulai kering.

Untuk mencegah infeksi pada luka operasi, hindarilah menyentuhnya terutama saat masih ditutup foam dressing. Membuka dressing dan menyentuh luka operasi bisa membuat bakteri masuk ke luka dan menghambat penyembuhan.

6 dari 11 halaman

6. Berhubungan Seksual

Berhubungan seksual terlalu dini dapat meningkatkan risiko infeksi pada organ reproduksi wanita dan memperlambat proses pemulihan ibu.

Ibu bisa berhubungan seksual kembali umumnya setelah selesai masa nifas. Maksudnya, sudah tidak ada perdarahan atau cairan yang keluar dari vagina dan kondisi ibu benar-benar pulih. Bila ragu, sebaiknya konsultasikan dahulu ke dokter. 

Artikel lainnya: Ini Alasan Anda Harus Kentut Setelah Operasi Caesar

7 dari 11 halaman

7. Menggunakan Tampon

Pantangan pasca operasi caesar berikutnya adalah menggunakan tampon. 

Sebagian wanita memang lebih nyaman menggunakan tampon untuk membantu menyerap darah yang keluar. Namun, cara ini tidak terlalu dianjurkan karena masih ada luka di sekitar rahim atau mungkin terdapat robekan di sekitar vagina.

Ibu bisa kembali menggunakan tampon setidaknya enam minggu setelah persalinan atau usai masa nifas. 

8 dari 11 halaman

8. Diet Ketat

Setelah operasi caesar, ibu diharapkan untuk mengonsumsi makanan bergizi. Tujuannya untuk mempercepat pemulihan luka dan memperkuat daya tahan tubuh ibu. Makanan bergizi yang dikonsumsi ibu pun akan memengaruhi produksi dan kualitas ASI.

Melakukan diet ketat justru dapat menyebabkan pemulihan ibu berlangsung lebih lama sekaligus memengaruhi ASI. Tenang, akan ada waktunya nanti ibu bisa mengembalikan berat badan seperti semula. 

9 dari 11 halaman

9. Berenang

Berenang bisa menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan. Namun sebenarnya, berenang merupakan pantangan pasca operasi caesar. 

Pasalnya, berenang bisa meningkatkan risiko infeksi pada luka operasi. Air kolam renang tidak 100 persen steril dan terbebas dari kuman. Sebaiknya, tunggulah beberapa waktu hingga luka benar-benar kering dan tak ada komplikasi. 

Artikel lainnya: Usai Persalinan Caesar, Kapan Boleh Berhubungan Seks Lagi?

10 dari 11 halaman

10. Stres dan Kelelahan Berlebihan

Meski tidak berkaitan secara langsung dengan penyembuhan luka operasi caesar, stres dan kelelahan berlebihan bisa berpengaruh negatif terhadap kemauan untuk melakukan perawatan terhadap diri sendiri.

Pasca operasi caesar, begitu banyak hal yang perlu dijalani oleh sang ibu. Salah satunya terkait dengan kebutuhan bayi yang baru dilahirkan. 

Sang bayi butuh dirawat, disusui, dan diganti popoknya secara rutin. Tugas-tugas ini tentu tidak mudah dan semuanya datang bersamaan ke hadapan sang ibu. 

Jika ibu terlalu stres dan kelelahan menghadapi semuanya, ibu pun menjadi tidak terlalu fokus dalam merawat diri sendiri (termasuk untuk luka caesar yang dialami).

Tingkat stres yang berlebihan juga meningkatkan kortisol di tubuh, yang dikenal sebagai hormon stres. Kondisi ini berpotensi mengganggu pemulihan luka.

Karena itu, ada baiknya untuk memperoleh bantuan sebanyak mungkin ketika Anda baru saja melahirkan. 

Selain memperhatikan berbagai pantangan setelah operasi caesar tersebut, ibu juga perlu mengamati ada atau tidaknya tanda-tanda infeksi pasca operasi. 

Tanda infeksi tersebut bisa berupa luka operasi yang selalu basah, munculnya nanah di luka operasi, demam, nyeri perut hebat, atau keputihan yang baunya tidak sedap. 

Jika terdapat salah satu dari tanda-tanda tersebut, maka ibu perlu segera ke dokter untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Itulah sepuluh pantangan pasca operasi caesar yang perlu Anda ketahui. Jangan abaikan hal-hal tersebut, ya. Bila pemulihan luka berjalan lancar, ibu bisa lebih cepat beraktivitas seperti biasa.

Apabila ingin tanya lebih lanjut mengenai topik ini, Anda dapat konsultasi dengan dokter melalui layanan Live Chat 24 jam

[RS]

0 Komentar

Belum ada komentar