Sukses

Masuki Musim Hujan, Kenali Gejala Flu pada Anak

Meski sakit flu di musim hujan sering terjadi pada anak, bukan berarti bisa menganggap sepele gejala penyakit ini!

Klikdokter.com, Jakarta Musim hujan datang, suasana terasa lebih sejuk dan nyaman. Sayang, musim hujan juga sering berdampingan dengan berbagai penyakit, salah satunya flu. Ya, risiko “penyakit musiman” itu memang tergolong tinggi kala musim hujan, dan umumnya akan menyerang anak.

Salah satu alasan mengapa anak lebih rentan terhadap flu saat musim hujan adalah karena daya tahan tubuh mereka masih rendah. Perlu Anda ketahui sebelumnya, virus flu dapat menyebar sejauh 1,8 meter. Itu berarti, anak Anda dapat terinfeksi oleh seseorang yang bahkan tidak berdiri di sampingnya.

Meski terlihat sepele, flu nyatanya dapat menyebabkan komplikasi seperti sinus dan infeksi telinga. Lebih parahnya lagi, virus influenza yang menjadi penyebab flu juga bisa memicu terjadinya infeksi paru, seperti pneumonia.

Dilansir dari KlikDokter, seorang spesialis penyakit menular dari Rumah Sakit Anak Texas, Claire Bocchini MD., mengatakan bahwa virus flu bisa melukai paru-paru dan dapat menimbulkan peradangan. Keadaan tersebut membuat bakteri pneumonia lebih mudah untuk menyakiti paru-paru.

Sementara itu, pneumonia itu sendiri akan sangat berbahaya dan bisa mengancam keselamatan jiwa si penderitanya. Sebab, penderitanya bisa kesulitan bernapas dan paru-paru tidak bisa mendapatkan cukup oksigen apabila penyakit tersebut tidak tertangani dengan cepat dan tepat. Oleh sebab itu, jangan tunda-tunda lagi untuk pergi ke dokter apabila suhu tubuh si Kecil mencapai 39,4 derajat Celsius dan disertai dengan keringat berlebih atau batuk berdahak yang sulit berhenti.

Gejala flu pada anak

Mengetahui bahwa flu dapat menyebabkan berbagai komplikasi berbahaya yang bahkan bisa mengancam nyawa, penyakit ini harus dikenali agar bisa segera diatasi. Adapun beberapa gejala flu pada anak, di antaranya:

  • Demam yang umumnya berlangsung 5–7 hari
  • Batuk
  • Tenggorokan terasa sakit dan tidak nyaman untuk menelan
  • Pilek dan hidung tersumbat selama kurang lebih 7–10 hari
  • Tubuh terasa pegal dan nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Badan lemas dan terasa letih
  • Muntah dan diare
  • Selera makan berkurang.

Selain yang telah disebutkan di atas, ada pula gejala tambahan yang biasanya timbul pada anak yang terkena sakit flu. Misalnya, suara menjadi serak dan beberapa hari kemudian “hilang”. Kalau sudah begitu, tidak ada cara selain banyak beristirahat dan cukupi kebutuhan cairan.

Ironisnya, anak kerap tidak bisa tidur akibat hidung yang tersumbat. Nah, jika pernapasan si Kecil sangat terganggu, lakukanlah penguapan (menghirup uap air panas) supaya laju napas menjadi lebih lancar dan ia bisa beristirahat dengan maksimal.

Mengobati flu pada anak

Sebelum berinisiatif untuk mengobati flu pada anak secara mandiri, ada baiknya Anda memastikan terlebih dulu bahwa si Kecil benar-benar mengalami penyakit tersebut. Pasalnya, gejala yang terjadi pada flu akibat virus influenza bisa serupa dengan gejala akibat penyakit lainnya. Jadi, Anda harus pintar-pintar mengenali gejala flu agar pengobatan yang diberikan bisa tepat sasaran dan keluhan bisa segera hilang.

Jika memang Anda bingung dan takut gejala flu pada anak bertambah parah, sebaiknya berobatlah ke dokter. Dengan demikian, si Kecil akan mendapatkan penanganan dengan cepat dan tepat, sehingga risiko terjadinya komplikasi atau perburukan kondisi bisa dicegah.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar