Sukses

Ini Alasan Mengapa Anda Tidak Boleh Berbagi Antibiotik

Antibiotik yang diresepkan untuk Anda sebenarnya tak boleh dikonsumsi oleh orang lain. Tahukah Anda mengapa demikian?

Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua orang pernah mengonsumsi antibiotik. Ya, obat ini memang diciptakan untuk mengobati penyakit akibat infeksi bakteri. Sejak awal penemuannya oleh Sir Alexander Flemming, antibiotik telah menyelamatkan banyak nyawa.

Meski fungsinya sangat signifikan, antibiotik bukanlah obat yang bisa dikonsumsi sembarangan. Anda memerlukan resep dan rekomendasi dari dokter, agar obat tersebut benar-benar memberikan manfaat yang diinginkan.

Tak sekadar itu, Anda juga sangat tidak dianjurkan untuk berbagi antibiotik dengan orang lain, sekalipun penyakit orang tersebut mirip dengan yang terjadi pada diri Anda.

Mengapa antibiotik tak boleh dibagi-bagi?

Dilansir dari Healthline.com, peneliti di Pusat Kesehatan Anak Cohen di New York melaporkan bahwa 48 persen orang tua yang disurvei mengatakan bahwa mereka menyimpan sisa obat antibiotik. Satu hal yang lebih merisaukan, 73 persen orang tua didapati memberikan antibiotik itu kepada anggota keluarga atau kerabat lain agar mendapat efek yang sama.

Peneliti dari studi tersebut, Ruth Milanaik mengatakan bahwa hasil dari studi yang ia lakukan menunjukkan persentase yang mengkhawatirkan dari orang tua yang terlibat dalam berbagi atau meminjam antibiotik. Kondisi ini dianggap sebagai pengalihan resep.

"Ini berbahaya, tidak hanya bagi mereka yang diberi antibiotik, namun juga seluruh masyarakat yang menyebabkan beberapa antibiotik mungkin tidak lagi membantu mengatasi penyakit, dan justru membuat bakteri menjadi kebal," kata Milanaik.

Faktanya, penggunaan antibiotik secara tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya resistensi antibiotik. Keadaan ini membuat suatu antibiotik yang tadinya membawa manfaat tak lagi mampu mengobati penyakit yang sama.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan bahwa setiap tahun, setidaknya 2 juta orang mengalami resistensi antibiotik di Amerika Serikat. Sebanyak 23 ribu jiwa di antaranya meninggal akibat kondisi tersebut.

Harus bagaimana?

Kebiasaan membagi-bagi antibiotik sebetulnya bukan masalah utama dan satu-satunya. Secara keseluruhan, kondisi lain seperti genetika, gaya hidup, serta evolusi alami juga dapat memberikan pengaruh tersendiri.

Sementara para ahli mencari cara baru untuk memerangi fenomena bagi-bagi antibiotik, mereka menekankan untuk terus menggunakan antibiotik secara bijaksana. Ini artinya, Anda harus menggunakan antibiotik hanya berdasarkan resep dan rekomendasi yang diberikan oleh dokter.

“Antibiotik harus diminum sesuai anjuran atau resep dokter. Aturan pakainya pun wajib diperhatikan secara saksama dan tepat. Tepat dosis, tepat frekuensi, dan tepat waktu. Ketika sakit, selain mengonsumsi antibiotik, Anda juga dapat mencegah penyebaran penyakit dengan menjaga kebersihan diri, seperti mandi dan rutin mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun,” kata dr. Andika Widyatama dari KlikDokter.

Mengetahui fakta medis ini, Anda diharapkan tak lagi membagi-bagi antibiotik, sekalipun penyakitnya sama. Anda tak ingin mengalami resistensi antibiotik dan membuat bakteri jahat menjadi kebal terhadap obat-obatan, bukan?

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar