Sukses

Obat Herbal, Benarkah Lebih Baik daripada Obat Kimia?

Pernahkah mendengar kalau obat herbal lebih baik dan aman daripada obat kimia? Benarkah demikian?

Perkembangan obat herbal dan kimia memang semakin pesat. Seakan saling saing, keduanya sama-sama berusaha untuk menjawab kebutuhan masyarakat global. Saat mengalami sakit, baik suplemen organik maupun sintetis dapat Anda pilih.

Obat kimia dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi rasa sakit yang dialami. Misalnya ibuprofen untuk sakit kepala, analgesik untuk flu, antihistamin untuk alergi, dan obat-obatan buatan manusia lainnya untuk atasi berbagai penyakit.

Selain itu, suplemen herbal juga tak kalah populer. Banyak orang menggunakan ginkgo biloba untuk meningkatkan daya ingat, suplemen bawang putih untuk menstabilkan tekanan darah, melatonin untuk membantu tidur yang lebih baik, dan suplemen minyak ikan untuk meningkatkan kesehatan kardiovaskular.

Lalu, benarkah anggapan bahwa obat herbal lebih baik daripada obat kimia?

Artikel Lainnya: Tidak Enak Badan, Bolehkah Minum Parasetamol setelah Obat Herbal?

1 dari 4 halaman

Perbedaan Obat Herbal dan Obat Kimia

Tanaman, buah, bunga, dan akar merupakan beberapa bahan dasar yang telah digunakan sejak lama sebagai campuran obat herbal. Obat yang berasal dari alam ini dipercaya memiliki efek samping yang hampir tidak ada, dan dianggap lebih ampuh daripada obat kimia.

Namun, baik obat herbal maupun sebagian besar obat kimia menggunakan bahan dasar tanaman. Jadi, anggapan bahwa suplemen sintetis tidak menggunakan bahan tanaman adalah salah.

Apakah Anda tahu bahwa aspirin, digoxin, dan morfin merupakan obat dengan bahan dasar yang berasal dari tanaman? Lalu, sebenarnya apa perbedaan dasar obat herbal dengan obat kimia yang beredar di pasaran?

  • Obat Herbal

Obat herbal biasanya berasal dari tanaman utuh tanpa penyaringan khusus untuk mendapatkan bahan aktif. Praktisi pengobatan herbal meyakini bahwa penggunaan tanaman secara utuh akan mengurangi efek racun (efek samping) dari penggunaan obat tersebut.

Penggunaan banyak tanaman berbeda dalam satu waktu biasa dilakukan. Hal ini dipercaya dapat memberikan efek sinergi dan meningkatkan efektivitas obat yang diracik. Padahal, penggunaan banyak tanaman dalam satu waktu berlawanan dengan praktik kedokteran modern yang menghindari polifarmasi.

Artikel Lainnya: Obat Hipertensi Herbal, Amankah Dikonsumsi?

Manfaat obat herbal bagi kesehatan banyak diakui. Terlebih lagi, suplemen organik ini mengandung lebih sedikit bahan kimia dan kemungkinan menyebabkan iritasi dan alergi lebih sedikit.

Meskipun baik untuk menjaga kesehatan, suplemen herbal biasanya tidak dapat mengobati penyakit.

  • Obat Kimia

Obat kimia konvensional biasanya menggunakan teknologi khusus untuk mengambil ekstrak atau bahan aktif tertentu dari tanaman yang digunakan sebagai bahan dasar.

Obat-obatan kimia diatur secara ketat oleh administrasi makanan dan obat-obatan. Kontrol kualitas dipastikan dan harus menjalani inspeksi sebelum dijual kepada publik. Bahan-bahan dalam obat semuanya terdaftar sehingga Anda tahu apa yang Anda dapatkan.

Obat kimia telah melalui tes ilmiah dan terbukti efektif, bahkan bekerja lebih cepat dan kadang-kadang secara instan. Selain itu, obat buatan manusia ini telah digunakan selama beberapa dekade untuk menyembuhkan kondisi yang mengancam jiwa termasuk kanker, tekanan darah tinggi, kolesterol, dan lain-lain.

Namun, beberapa obat kimia dapat merusak organ jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Ada juga beberapa obat sintetis yang dapat menyebabkan kecanduan. Pasien yang membutuhkan obat resep untuk penggunaan jangka pendek dapat membuat dirinya kecanduan obat.

Obat-obatan buatan manusia juga bisa disalahgunakan. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati insomnia dan rasa sakit juga berfungsi ganda sebagai narkotika dan dapat berisiko membuat pasien kecanduan.

Artikel Lainnya: Terapi Herbal Ampuh Sembuhkan Penyakit

2 dari 4 halaman

Amankah Mengonsumsi Obat Herbal?

Meski obat herbal sudah ada sejak zaman dahulu, penelitian ilmiah yang mempelajari keamanan dari obat-obatan tersebut masih terbatas. Pengaturan peredaran suplemen herbal juga tidak seketat pengobatan medis. Karena itu, tingkat keamanannya masih belum dapat dipastikan.

Hingga saat ini, belum ada standar yang jelas untuk sediaan suplemen organik. Obat jenis ini dapat disediakan dalam beberapa bentuk, seperti ramuan untuk diencerkan atau bubuk. Selain itu, derajat kandungan bahan aktif pada suplemen herbal dan dosis yang disarankan juga belum ada.

Tak hanya itu, penggunaan obat herbal juga berpotensi menyebabkan efek samping jika digunakan bersamaan dengan obat sintetis konvensional. Salah satu efek samping yang pernah ditemukan adalah interaksi Echinacea dengan steroid anabolik, yang dapat menyebabkan kerusakan hati (hepatotoksisitas).

Karena pengaturan pengobatan herbal masih belum ketat, maka gambaran pasti tentang efek samping dari pengobatan ini juga tidak terdokumentasi dengan baik. Hal inilah yang menyebabkan berbagai efek samping dari suplemen organik tidak dengan jelas terlihat.

Artikel Lainnya: Hati-Hati, Deretan Obat Herbal Ini Bisa Picu Penyakit Hati

Penggunaan suplemen herbal juga tidak bisa dilakukan sembarangan karena reaksi tiap orang terhadap obat-obatan bisa berbeda. Dengan kata lain, walau pasien mengalami keluhan yang sama dan menggunakan suplemen organik sejenis, belum tentu obat tersebut memberikan efek serupa dan tidak memberikan efek samping.

3 dari 4 halaman

Perhatikan Hal-Hal Ini

Jika Anda mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen herbal, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli kesehatan untuk memastikan dosis yang tepat, memahami efek samping potensial, dan mewaspadai reaksinya dengan obat lain.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan obat alami:

  • Keamanan

Karena obat-obatan herbal berasal dari sumber-sumber alami, orang sering berasumsi bahwa mereka secara umum aman untuk dikonsumsi, Namun, hal ini belum tentu.

Seperti obat kimia, suplemen herbal dapat menyebabkan efek samping yang serius atau mengganggu obat lain yang Anda gunakan. Misalnya, tanaman elderberry mentah bisa beracun, St. John's wort dapat berinteraksi berbahaya dengan antidepresan, dan akar valerian dapat memperparah efek obat penenang.

Selain itu, banyak obat herbal belum diteliti secara cukup ketat untuk memverifikasi keamanannya bagi wanita hamil atau menyusui. Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen herbal. Hal ini dilakukan untuk memastikan hasil terbaik untuk Anda dan bayi Anda.

  • Kualitas

Obat-obatan herbal tidak diatur secara ketat seperti obat-obatan lainnya. Di beberapa negara, produsen jamu tidak harus memberikan bukti kemanjuran atau kemurnian sebelum memasarkan produk mereka.

Oleh karena itu, beberapa suplemen mungkin mencantumkan bahan-bahan dengan tidak tepat atau bahkan mengandung senyawa yang tidak disebutkan pada label.

Jadi, jika Anda ingin menggunakan obat herbal, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter. Apalagi jika Anda juga harus mengonsumsi obat kimia konvensional di saat bersamaan.

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar