Sukses

5 Penyakit Penyebab Kematian Tertinggi di Dunia

Serangan jantung dan pikun menduduki peringkat teratas sebagai penyebab kematian terbesar di dunia. Waspadai penyakit lainnya.

Klikdokter.com, Jakarta Dari tahun ke tahun, stroke dan serangan jantung saling bertukar posisi menduduki peringkat 1 penyebab kematian di seluruh belahan dunia. Dua penyakit ini selalu memang menjadi momok dunia kesehatan dan sulit sekali dikalahkan.

Baru-baru ini, World Health Organization (WH0) mengumumkan deretan penyakit yang juga besar kontribusinya dalam menyumbang angka kematian di dunia. Bukan tanpa alasan, badan kesehatan dunia melakukan publikasi tersebut agar penduduk dunia waspada dan mampu melindungi diri dari segala potensi bahaya dan faktor risikonya. Dengan demikian angka kematian di seluruh negara akibat penyakit- penyakit tersebut dapat ditekan.

Berdasarkan riset yang dilakukan WHO dari tahun 2000-2016, inilah deretan 5 penyebab kematian tertinggi di dunia.

  1.  Penyakit jantung iskemik

Seperti halnya seluruh sel di tubuh, untuk dapat bekerja dengan baik, sel jantung juga membutuhkan makanan dan oksigen dalam jumlah yang cukup. Pemenuhan makanan dan oksigen ini dijamin oleh pembuluh darah koroner yang mengalirkan darah ke setiap bagian jantung.

Karena berbagai hal, pembuluh darah koroner ini dapat tersumbat, sehingga aliran darah ke jantung akan terhambat atau bahkan terhenti sama sekali. Saat itulah terjadi penyakit jantung iskemik. Ancamannya adalah serangan jantung mematikan yang terjadi secara tiba-tiba.

Hati-hati, hal-hal yang dapat mempercepat timbulnya penyakit jantung iskemik dapat bersembunyi dalam kebiasaan sehari-hari yang mungkin Anda lakukan. Beberapa faktor risiko terbesarnya adalah makanan tinggi kolesterol, kurang aktivitas fisik, merokok, adanya diabetes dan juga riwayat hipertensi.

1 dari 3 halaman

Selanjutnya

  1. Stroke

Serupa dengan penyakit jantung iskemik, sumbatan juga bisa terjadi di pembuluh darah otak. Akibatnya terjadilah serangan stroke. Otak sendiri merupakan pusat pengatur seluruh kerja tubuh.

Bila sel-sel di dalamnya sudah tidak bisa bekerja dengan baik, organ-organ tubuh kemudian menjadi korbannya. Misalnya saja bila terjadi serangan stroke pada pusat bicara, gangguan komunikasi melalui lisanlah yang akan menjadi sasarannya.

Tidak hanya akibat pasokan darah yang kurang, stroke juga bisa terjadi akibat pecahnya pembuluh darah. Jenis ini dinamakan stroke hemoragik atau perdarahan. Stroke ini dapat terjadi akibat hipertensi atau tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dan terjadi selama bertahun-tahun. Karena ancaman inilah seorang dengan hipertensi sangat tidak disarankan mengurangi atau menghentikan pengobatan tanpa ada instruksi serta pengawasan dari dokter.

  1. Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Penyakit paru obstruktif terjadi apabila fungsi pertukaran udara di dalam paru terganggu kelancarannya. Tidak dalam satu-dua hari, penyakit paru obstruktif merupakan penyakit yang sifatnya menahun. Beberapa tandanya adalah sesak napas, batuk berdahak dan mengi yang hilang dan timbul.

Faktor risiko utamanya adalah asap rokok. Bahan-bahan beracun dalam asap rokok akan membuat kerusakan di sepanjang saluran napas hingga paru. Bila berkelanjutan, kerusakan ini akan membuat terbentuknya jaringan parut dan menghambat aliran udara.

Faktanya, lebih dari 90 persen pasien PPOK adalah perokok. Bahaya asap rokok ini tidak hanya ditanggung oleh si perokok saja, namun juga orang yang mengisap asap di sekitarnya dan juga yang menggunakan barang-barang tempat asap rokok menempel. Menyeramkan bukan?

2 dari 3 halaman

Selanjutnya (2)

  1. Infeksi saluran napas bawah

Satu-satunya penyakit infeksi yang menduduki jajaran teratas penyebab kematian di dunia adalah infeksi saluran napas bawah. Serupa dengan PPOK, salah satu gejala yang umum dialami adalah sesak. Hanya saja, infeksi saluran napas bawah ini sifatnya akut atau terjadi dengan cepat.

Virus ataupun bakteri penyebabnya akan dengan cepat menyebar ke paru, hingga menimbulkan berbagai keluhan seperti demam, sesak hingga gagal napas.  Kalau sudah sampai pada tahap gagal napas, pengobatan akan jauh lebih sulit dilakukan dan kematian menjadi ancaman terbesarnya.

  1. Penyakit Alzeimer dan demensia

Secara garis besar, penyakit Alzeimer dan jenis demensia lain dapat dikenali dengan keluhan pikun yang sangat dominan. Banyak orang memaklumi pikun sebagai bagian dari bertambahnya usia. Akan tetapi, pikun ternyata berkontribusi menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar di dunia. Jadi, jangan pernah Anda sepelekan.

Sejalan dengan perkembangan penyakit, Alzeimer tidak hanya akan membuat seseorang menurun daya ingatnya, namun juga akan mengganggu kognitif, fisik dan juga mentalnya. Penderita akan kesulitan makan dan mengurus diri sendiri.

Kalau sudah demikian, berbagai komplikasi dapat terjadi, mulai dari infeksi paru, infeksi saluran kemih, luka yang sulit sembuh hingga aspirasi akibat tersedak saat makan atau minum. Inilah yang dapat berujung fatal.

Alzeimer sendiri memang tidak secara langsung menyebabkan kematian, namun komplikasi tahap lanjutnya seperti yang telah disebutkan di atas dapat berkontribusi mengundang kematian.

Walaupun sulit dicegah dan tidak bisa diobati, namun dengan penanganan optimal, kemungkinan buruk akibat penyakit dapat ditekan dan berbagai komplikasi dapat diminimalkan.

Kelima penyakit penyebab kematian di atas dapat menjadi refleksi agar penduduk dunia kembali berkaca untuk mengevaluasi gaya hidup dan kesehatan dirinya. Mulai dari sekarang, biasakan menjalani gaya hidup sehat, berolahraga rutin dan hindari asap rokok. Sayangi diri Anda, untuk hidup yang lebih baik.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar