Sukses

Tips Merawat Pasien Stroke di Rumah

Merawat pasien stroke di rumah membutuhkan teknik khusus agar kondisi kesehatan pasien tetap terjaga. Simak kiatnya di bawah ini.

Klikdokter.com, Jakarta Data yang diperoleh dari Evidence Institute for Health Metrics and Evaluation menyatakan bahwa penyakit stroke dan serangan jantung adalah penyakit kardiovaskular yang paling mematikan dan menguras biaya.

Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa kasus kematian akibat penyakit ini naik sekitar 1,9 persen setiap tahun, melihat pergerakan grafik dari 1990 hingga 2013. Dari segi biaya pengobatan, potensi kerugian akibat penyakit ini mencapai 41 ribu triliun. Angka tersebut diperoleh setelah menggunakan perhitungan metode Reynolds Scores.

Perawatan pasien stroke di rumah

Dengan semakin tinggi risiko akan penyakit stroke, maka Anda perlu mengetahui bagaimana trik saat merawat pasien yang terkena stroke. Tak hanya perlu diketahui oleh orang yang sedang merawat pasien penyakit ini, Anda pun perlu mengedukasi diri untuk berjaga-jaga.

Berikut ini adalah hal yang perlu diperhatikan saat merawat pasien stroke di rumah menurut dr. Dyan Novita Anggraini dari KlikDokter:

  1. Dampingi selalu

Perlakukan diri Anda seperti asisten pribadinya. Jika pasien belum mampu bergerak sendiri, bantulah ia saat ingin bergerak dan berikan penyangga bila memang diperlukan. Usahakan agar pasien selalu merasa nyaman.

  1. Ajak pasien untuk bergerak

Latih anggota gerak pasien dengan menggerakkan semua sendi di tubuhnya selama dua hari sekali secara rutin. Hal ini dapat mencegah kekakuan pada bagian tubuh pasien yang lemah.

“Gerakkan anggota tubuh secara perlahan dengan arah menekuk dan lurus secara berulang. Cara ini dapat merangsang sel-sel otak untuk menggerakkan bagian tubuh tersebut,” jelas dr. Vita.

  1. Bantu latihan berjalan dan menelan

Pasien stroke sering kali mengalami gangguan menelan. Jadi, bantu ia untuk memosisikan pasien duduk dengan tegak, sekitar 60̊-90̊ Celsius saat makan.

Ketika pasien hendak menelan makanannya, beri arahan untuk memutar kepala ke sisi yang lemah, menekuk leher dan kepalanya. Hal ini bertujuan agar jalan napas pasien mudah menutup saat menelan makanan.

Jika terdapat kelemahan di anggota gerak bawah, Anda dapat melatihnya untuk berjalan dan menjaga keseimbangannya saat berdiri.

  1. Ajak bicara

Agar pasien dapat kembali berkomunikasi dengan lancar, sering-seringlah mengajaknya mengobrol. Saat bicara, hadapkan wajah Anda ke pasien, agar ia bisa melihat gerak bibir dan ekspresi wajahnya. Usahakan untuk berbicara dengan tenang dan perlahan, dan dengan intonasi suara yang tidak tinggi.

  1. Latih kesehatan otaknya

Bantu pasien untuk melatih otaknya dengan memberi informasi hari, waktu, dan mengingat nama orang-orang yang berada di sekitarnya. Dengan demikian, sel-sel di dalam otak akan bekerja aktif, dan cara ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan pasien.

  1. Hindari memberikan kasur empuk

Dijelaskan oleh dr. Vita, tempat tidur atau kasur yang empuk dapat membuat otot-otot tubuh mengalami kelemahan kekuatan otot. Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari hal ini. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis kasur seperti apa yang sebaiknya digunakan.

  1. Ciptakan lingkungan yang aman

Bagaimanapun juga, untuk menjaga keamanan pasien, jauhkan ia dari barang atau sesuatu yang berbahaya. Contohnya, Anda dapat mengatur tempat tidur agar letaknya tidak terlalu tinggi dan meletakkan benda-benda yang dibutuhkan dalam jangkauan pasien.

Jangan lupa, pastikan juga area kamar mandi menggunakan keset yang anti licin, agar pasien tidak mudah terpeleset atau terjatuh.

Merawat orang sakit memang tak mudah, terutama bila dilakukan di rumah yang jauh dari akses tenaga medis. Oleh sebab itu, sebagai orang yang merawatnya, Anda harus membekali diri dengan kiat-kiat yang tepat. Bila Anda tengah merawat pasien stroke, lakukanlah berbagai cara di atas agar kondisi pasien dapat segera membaik.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar