Sukses

Bisulan pada Ibu Hamil, Ini Solusinya

Bisulan bisa juga menyerang ibu hamil. Untuk yang satu ini, penanganannya harus tepat agar ibu hamil dan janin tetap sehat.

Klikdokter.com, Jakarta Bisulan bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil. Meski benjolan bisul biasanya berukuran kecil, namun kondisi bisulan bisa sangat menganggu. Nah, bagi ibu hamil, perlu solusi yang tepat dalam mengatasi bisulan, sebab bisul pun harus ditangani dengan hati-hati.

Saat mengalami bisulan, ibu hamil tidak boleh meminum atau memakai obat sembarangan. Hal ini  karena ditakutkan akan memengnaruhi janin yang ada di dalam kandungan. Jika salah penanganan, ibu hamil bisa mengalami efek yang lebih membahayakan.

Bisul, gangguan kecil berefek besar

Dalam bahasa medis bisul dikenal sebagai furunkel yang merupakan infeksi bakteri. Kondisi ini memicu peradangan di dalam folikel rambut (lubang tempat rambut tumbuh). Pada awalnya, kulit di daerah infeksi menjadi merah dan muncul benjolan. Setelah empat sampai tujuh hari, benjolan tersebut mulai berisi nanah dan terasa sakit.

Bisul biasanya muncul pada area kulit yang memiliki rambut, sering berkeringat, dan bergesekan, seperti leher, wajah, ketiak, bokong, dan paha. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bisul muncul di permukaan

Gejala bisul muncul di tubuh biasanya ditandai dengan benjolan berukuran kecil yang keras, berwarna merah, dan disertai dengan rasa nyeri. Beberapa hari kemudian, benjolan melunak lalu membesar, dan nyerinya pun bertambah. Tidak lama kemudian, kantong nanah akan terbentuk di puncak benjolan.

Sebenarnya, bisul bisa sembuh dengan sendiri. Akan tetapi, jika sudah membesar, bisul tersebut perlu penanganan lebih lanjut.

1 dari 2 halaman

Solusi bagi ibu hamil yang bisulan

Seperti dijelaskan di atas, penanganan bisulan untuk ibu hamil perlu hati-hati. Satu hal yang penting adalah, ibu hamil harus memastikan bahwa benjolan yang muncul adalah bisul. Karena tidak semua benjolan pada tubuh itu merupakan bisul.

"Bisulan muncul biasanya karena adanya infeksi. Pertama kali yang harus dilakukan adalah mencari tahu benjolan itu benar bisul atau bukan. Dalam dunia medis, bisul itu berarti benjolan yang berisi nanah. Hanya saja orang awam menyebut semua benjolan adalah bisul, padahal belum tentu bisul. Benjolan itu bisa banyak, ada yang berisi lemak dan benjolan karena penyebab lain," ujar dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter.

Bagi ibu hamil yang terkena bisulan, bisa diberi obat yang dioles. Menurut dr. Sara, obat yang bertipe oles itu biasanya tidak menyebar ke seluruh tubuh seperti obat yang diminum. Selain itu, ibu hamil memang tidak disarankan untuk mengonsumsi obat oral. Hal ini berkaitan dengan risiko yang ditimbulkan. Karena mengonsumsi obat oral ditakutkan bisa mengganggu perkembangan janin di dalam rahim. Namun demikian, dr. Sara sangat menekankan bahwa semua harus sesuai resep dokter.

Cara penyembuhan lainnya adalah dengan kompres hangat. Nantinya, bisul yang dikompres hangat akan menjadi lunak dan membaik dengan sendirinya. Menurut dr. Sara, mengompres bisul lebih aman bagi ibu hamil.

"Jika Anda ingin bisul dipencet, lebih baik temui dokter. Saat berobat ke dokter, bisul akan dibelah dan dikeluarkan nanahnya,” kata dr. Sara.

Cara ini biasanya dilakukan kalau bisul semakin membesar dan tidak membaik setelah pemakaian obat. Tidak disarankan untuk memencet sendiri bisul tersebut, karena berisiko infeksi. Apalagi jika alat yang digunakan dan tangan tidak bersih saat memencetnya.

Itu adalah solusi bagi ibu hamil yang terkena bisulan. Bisul bisa dicegah, jika kebersihan diri terjaga, rutin membersihkan kulit dan menjalankan pola hidup sehat, dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Cara ini akan mendongkrak sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko terjadinya infeksi kulit seperti bisulan.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar