Sukses

Kelainan Sel Darah Putih yang Perlu Anda Tahu

Kelainan darah dapat juga terjadi pada sel darah putih. Kenali beberapa jenis kelainan sel darah putih dan efeknya bagi kesehatan berikut.

Kelainan sel darah putih terjadi apabila jumlahnya terlalu banyak atau terlalu sedikit di dalam tubuh. Normalnya, jumlah sel darah putih di dalam tubuh berkisar antara 4.000-11.000 sel/mcl. Untuk menilai lebih atau kurangnya jumlah tersebut, dibutuhkan pemeriksaan di laboratorium darah.

Kelainan sel darah putih cukup beragam, mulai dari yang sifatnya jinak sampai ganas hingga membutuhkan penanganan khusus.

Sekilas tentang Sel Darah Putih

Sel darah putih adalah salah satu dari empat komponen darah yang diproduksi di sumsum tulang. Sel darah ini berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh dan respons terhadap peradangan.

Gejala kelainan darah putih sangat bervariasi tergantung jenis penyakitnya. Bahkan, ada juga yang tidak memiliki gejala sama sekali.

Umumnya, gejala yang ditimbulkan adalah infeksi berulang, demam, lemas, mudah lelah, dan penurunan berat badan. Terdapat lima jenis sel darah putih dalam tubuh, yaitu:

  • Neutrofil, yang lebih dominan melawan infeksi bakteri.
  • Limfosit, yang lebih dominan melawan infeksi virus.
  • Monosit, yang lebih dominan melawan infeksi jamur.
  • Eosinofil, yang lebih dominan melawan infeksi parasit dan terlibat dalam reaksi alergi.
  • Basofil, yang terlibat dalam reaksi peradangan.

Jika salah satu dari kelima jenis sel darah merah di atas berlebih atau kurang, akan menimbulkan kelainan sel darah putih. Hal tersebut bisa disebabkan oleh adanya infeksi, gangguan autoimun, obat-obatan, kanker, bahkan kelainan genetik sejak lahir.

Artikel Lainnya: Kenali 5 Jenis Transfusi Darah

1 dari 2 halaman

Berbagai Kelainan Sel Darah Putih

Kelainan sel darah putih dapat dibedakan berdasarkan jumlah atau fungsi dari sel itu sendiri. Berikut adalah gangguan sel darah putih yang umum terjadi dan penyebab terseringnya:

  • Leukositosis, yaitu peningkatan jumlah sel darah putih yang paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri, alergi, radang, obat-obatan, autoimun, dan kanker.
  • Neutropenia autoimun, yaitu kondisi ketika tubuh memproduksi antibodi untuk menyerang neutrofil. Ini terjadi pada penyakit Crohn dan rematoid artritis.
  • Neutropenia kongenital berat, yaitu kondisi yang didapat sejak lahir akibat mutasi genetik. Penderitanya sering kali mengalami infeksi bakteri berulang.
  • Neutropenia siklik, yaitu kondisi yang juga disebabkan karena mutasi genetik, tapi terjadi dalam siklus 21 hari.
  • Penyakit granulomatosa kronik, yaitu gangguan pada jenis sel darah putih (neutrofil, monosit, dan makrofag) sehingga tidak berfungsi dengan baik. Gangguan ini sering mengakibatkan infeksi berulang, seperti pneumonia dan abses.
  • Defisiensi adhesi leukosit, merupakan kelainan genetik langka di mana sel darah putih tidak dapat bergerak ke tempat infeksi.

Artikel Lainnya: Hal yang Perlu Anda Tahu tentang Transplantasi Sumsum Tulang

Ada juga beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat kelainan darah yang memengaruhi sel darah putih, seperti:

1. Limfoma

Limfoma adalah salah satu tipe kanker darah yang terjadi pada sistem limfatik (kelenjar getah bening). Penyebabnya adalah sel darah putih yang bertambah banyak, tidak terkendali, dan berubah sifat menjadi ganas.

Gejala umum dari keluhan tersebut adalah pembesaran kelenjar getah bening, biasanya berawal di leher atau ketiak, batuk, sesak napas, demam, badan lemas, dan penurunan berat badan.

2. Leukemia

Leukemia merupakan salah satu tipe kanker darah. Ini adalah kondisi ketika sel darah putih menjadi ganas dan bertambah banyak di sumsum tulang. Leukemia dapat terjadi pada anak maupun dewasa.

Gejala yang dialami penderitanya adalah anemia (kekurangan sel darah merah). Ini karena produksi sel darah merah ditekan oleh sel darah putih yang ganas, gusi mudah berdarah, kulit sering timbul memar, penurunan berat badan dan nafsu makan.

3. Sindrom Mielodisplastik (Myelodysplastic Syndrome)

Myelodysplastic syndrome (MDS) adalah kanker darah yang terjadi di sumsum tulang. Dalam kondisi ini, sumsum tulang memproduksi sel darah yang belum matang (immature) yang disebut dengan blast.

Sel muda tersebut bertambah banyak sehingga menekan produksi sel yang matang dan sehat. Gejala MDS serupa dengan leukemia, yaitu anemia, gusi berdarah, badan lemas, tubuh mudah memar, dan penurunan berat badan.

Artikel Lainnya: 5 Gejala Multiple Myeloma yang Perlu Anda Tahu

4. Mieloma Multipel (Multiple Myeloma)

Mieloma multipel (MM) merupakan keganasan yang terjadi pada salah satu bagian dari sel darah putih, yaitu sel plasma. Penyakit ini sering juga disebut sebagai leukemia sel plasma (plasma cell leukemia).

Sel plasma bertambah banyak dan mengeluarkan protein yang dapat merusak organ tubuh, seperti ginjal, tulang, dan saraf. Gejalanya adalah nyeri tulang, patah tulang, perdarahan kulit dan gusi, anemia, badan lemas, hingga gagal ginjal.

Kelainan sel darah putih di atas sering menunjukkan gejala yang tidak khas dan sulit dibedakan satu sama lain.

Bila Anda atau anggota keluarga sering mengalami keluhan lemas, gusi mudah berdarah, tubuh mudah lebam, dan penurunan berat badan secara drastis, berkonsultasilah dengan dokter.

Masih ada pertanyaan terkait kelainan darah atau penyakit kurang darah putih lainnya? Konsultasikan langsung pada dokter via fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar