Sukses

Efektif Mana, Cuci Tangan dengan Air Dingin atau Panas?

Banyak orang yang mempertanyakan lebih bersih mana mencuci tangan menggunakan air hangat atau air dingin biasa? Simak jawabannya di sini.

Menjaga tangan tetap bersih merupakan salah satu hal wajib yang dilakukan untuk mencegah berbagai penyakit, juga mengurangi penyebaran kuman kepada orang lain.

Berbagai penyakit maupun kondisi dapat disebarkan karena tidak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Dalam hal ini, beberapa orang menganggap cuci tangan dengan air hangat lebih efektif.

Benarkah demikian? Apakah cuci tangan dengan air dingin tidak efektif? Mari simak di bawah ini fakta seputar suhu air untuk cuci tangan.

Benarkah Cuci Tangan dengan Air Hangat Lebih Bersih?

Dalam suatu studi, para peneliti ingin mengetahui apakah terdapat keuntungan dari menggunakan air hangat dibandingkan air dingin untuk cuci tangan.

Dua puluh sukarelawan mencuci tangannya sebanyak 20 kali menggunakan air bersuhu 15 derajat Celsius, 26 derajat Celsius, atau 38 derajat Celsius. Para subjek juga diminta menggunakan jumlah sabun yang juga bervariasi.

Sebelumnya, kedua tangan para sukarelawan dikerumuni berbagai serangga tidak berbahaya.

Setelah dilakukan percobaan, ternyata ditemukan bahwa jumlah serangga hilang dengan berbagai variasi suhu air maupun sedikit-banyak sabun yang digunakan.

Artikel Lainnya: Manfaat Cuci Tangan untuk Anak

Jangan Fokus pada Suhu Air, Hal Ini Lebih Penting

Terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan selain suhu air untuk cuci tangan:

1. Cuci Tangan dengan Air Mengalir dan Sabun

Tangan dapat tercemar kembali apabila dicuci dalam suatu wadah seperti wastafel yang sedang disumbat, karena bisa saja tercemar dari penggunaan sebelumnya.

Menggunakan sabun untuk mencuci tangan lebih efektif dibandingkan dengan air saja, baik dingin maupun panas.

Ini karena surfaktan pada sabun dapat mengangkat tanah dan kuman dari kulit. Dengan menggosok tangan menggunakan sabun, kotoran dan kuman dapat terangkat.

2. Pastikan Punggung Tangan, Sela Jari, dan Bawah Kuku Terkena Sabun

Menggosok dan menyabuni tangan akan menciptakan gesekan yang membantu mengangkat kotoran, minyak, dan kuman dari kulit. Karena kuman tak kenal tempat, penting sekali memastikan seluruh bagian tangan tersabuni dan tercuci.

3. Cuci Tangan Setidaknya Selama 20 Detik

Mengapa? Dua puluh detik terbukti merupakan waktu minimal yang tepat untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir demi menjaga kesehatan.

Anda dapat menyanyikan lagu happy birthday dari awal hingga akhir sebanyak dua kali untuk memenuhi durasi mencuci tangan ini dengan baik.

Artikel Lainnya: Kesalahan Cuci Tangan yang Bisa Sebabkan Infeksi Corona

4. Keringkan Tangan dengan Handuk Bersih atau Hand Dryer

Kuman dapat ditransfer lebih mudah dari dan ke tangan yang basah. Jadi, jangan lupa mengeringkan tangan setelah mencucinya, ya.

Cara paling sederhana adalah mengeringkan tangan menggunakan handuk bersih, apabila tidak tersedia hand dryer.

Selain itu, ingat beberapa momen penting untuk mencuci tangan berikut ini:

  • Sebelum makan, mempersiapkan bahan makanan, dan merawat seseorang di rumah.
  • Saat mengolah makanan.
  • Sesudah mengolah makanan, merawat seseorang di rumah, buang air kecil atau besar, serta menyentuh binatang, makanan, maupun kotorannya.
  • Sesudah membuang ingus, batuk, atau bersin.
  • Sesudah menyentuh sampah.
  • Apabila tangan tampak kotor atau berminyak.

Ingatlah untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Cuci tangan dengan air hangat atau dingin sama baiknya, selama memakai sabun.

Dapatkan tips kesehatan lainnya di aplikasi KlikDokter. Anda juga bisa konsultasi dengan dokter via LiveChat.

(FR/AYU)

Referensi:

  • Centers for Disease Control and Prevention. Diakses 2022. Handwashing: How to wash your hands.

0 Komentar

Belum ada komentar