Sukses

Gangguan Kesehatan Ini Bikin Detak Jantung Tak Normal

Detak jantung yang tak normal bisa menandakan adanya gangguan kesehatan. Apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Detak jantung tak normal yang secara medis dikenal sebagai aritmia adalah suatu kondisi ketika jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau dengan pola yang tidak beraturan. Sebagian besar aritmia tidak berbahaya, tetapi terkadang ada beberapa kondisi serius yang dapat menyebabkannya.

Ketika jantung berdetak secara abnormal, jantung tidak dapat memompa darah secara efektif ke paru, otak, dan organ-organ tubuh lainnya. Hal ini mengakibatkan organ-organ tubuh tersebut tidak bisa bekerja dengan benar dan dapat mengalami kerusakan.

Aritmia dapat terjadi pada siapa saja, pada usia berapapun. Tanda dan gejala aritmia, antara lain seperti rasa deg-degan, pusing, pingsan, nyeri dada, dan sesak napas. Meski demikian, jika Anda mengalami salah satu gejala di atas belum tentu disebabkan oleh aritmia. Untuk memastikannya harus dilakukan pemeriksaan untuk melihat ritme jantung, yaitu elektrokardiogram (EKG).

Berikut adalah jenis-jenis aritmia yang menimbulkan detak jantung tak normal:

  1. Takikardia

Normalnya jantung berdetak antara 60 hingga 100 kali per menit. Takikardia ialah suatu kondisi ketika jantung berdetak terlalu cepat, yaitu lebih dari 100 denyut per menit.

  1. Fibrilasi atrium

Fibrilasi atrium merupakan salah satu penyebab tersering detak jantung tak normal. Kondisi ini terjadi ketika banyak impuls listrik yang tidak stabil yang dilepaskan dan menyebabkan atrium (serambi) jantung berdetak tak beraturan. Pada fibrilasi atrium, detak jantung dapat berkisar antara 100 hingga 200 denyut per menit.

  1. Flutter atrium

Jantung terdiri atas empat ruangan, yaitu dua buah atrium di bagian atas yang dikenal sebagai serambi dan dua buah ventrikel atau bilik jantung di bagian bawah. Atrium kanan berfungsi menerima aliran darah balik dari tubuh ke jantung. Flutter atrium sering kali terjadi pada atrium kanan, tetapi dapat pula terjadi pada atrium kiri. Kondisi ini disebabkan adanya impuls elektrik tunggal yang berjalan secara cepat dan memengaruhi atrium. Jantung akan berdetak cepat namun dengan irama yang teratur.

  1. Bradikardia

Bradikardia adalah suatu kondisi yang menggambarkan detak jantung yang melambat, yaitu kurang dari 60 denyut per menit. Umumnya bradikardia disebabkan oleh gangguan sinyal elektrik jantung dari atrium ke ventrikel. Beberapa atlet biasanya akan memiliki detak jantung yang lebih lambat, dan umumnya hal ini tidak berbahaya.

  1. Fibrilasi ventrikel

Penyebab detak jantung tak normal ini dapat menyebabkan jantung berhenti berdetak dan mengakibatkan serangan jantung. Kondisi ini terjadi pada bagian ventrikel jantung yang berfungsi memompa darah dari jantung ke seluruh tubuh, akibatnya darah tidak dapat dipompa dari jantung ke tubuh dan otak. Fibrilasi ventrikel merupakan kondisi yang sangat serius dan membutuhkan penanganan segera.

  1. Kontraksi prematur

Kontraksi prematur jantung adalah kondisi di mana jantung melewatkan satu denyut ketika denyut nadi diperiksa melalui lengan atau dada. Jenis lain termasuk denyut tambahan atau denyut yang muncul lebih awal. Kondisi ini dapat terjadi di bagian atas maupun bawah jantung.

Berbagai hal dapat menyebabkan detak jantung tak normal, mulai dari kondisi yang biasa saja hingga yang mengancam nyawa. Beberapa kondisi tersebut antara lain:

  1. Penyakit jantung koroner
  2. Penggunaan obat-obatan yang mengandung kafein, amfetamin, beta blocker
  3. Perubahan pada otot jantung setelah penyakit atau cedera
  4. Penyembuhan setelah operasi jantung
  5. Gangguan atau ketidakseimbangan elektrolit
  6. Abnormalitas jantung

Jika Anda sering merasakan detak jantung yang tidak normal, jangan ragu untuk memeriksakan kondisi Anda ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah atau spesialis penyakit dalam. Ini penting agar dapat dilakukan pemeriksaan untuk menentukan penyebabnya berbahaya atau tidak.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar