Sukses

Tips Cegah Keguguran yang Wajib Anda Tahu

Kehilangan buah hati karena keguguran bisa sebabkan luka mendalam. Para calon orang tua, ini tips cegah keguguran yang wajib Anda tahu.

Klikdokter.com, Jakarta Hampir semua pasangan yang menikah mendambakan kehadiran buah hati di tengah mereka. Berbagai macam usaha pun dilakukan, termasuk mengikuti program kehamilan dan metode lainnya. Saat kehamilan terjadi, Anda dan pasangan pun harus terus berupaya memelihara kesehatan diri dan janin agar ia bisa tumbuh berkembang dengan baik. Meski demikian, karena satu atau lain hal, keguguran bisa terjadi. Bagaimana agar kehamilan tetap terjaga dan mencegah keguguran?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, dilansir dari WebMD, meski sebagian besar keguguran disebabkan oleh adanya kelainan genetik pada janin, tapi bukan berarti Anda tak bisa mencegah faktor lain yang bisa memicu terjadinya keguguran. Salah satu cara pencegahan terbaik adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti berikut ini:

  • Mengonsumsi setidaknya 400 mg asam folat setiap hari
  • Berolahraga secara teratur
  • Makan makanan sehat dengan gizi seimbang
  • Jaga berat badan dalam batas normal
  • Tidak merokok dan hindari menjadi perokok pasif
  • Tidak minum minuman beralkohol
  • Terlalu banyak minum minuman yang mengandung kafein
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang

Jangan sepelekan stres saat kehamilan

Nah, selain delapan cara pencegahan di atas, mungkin setidaknya ada satu atau beberapa yang kerap dianggap sepele ibu hamil, yaitu stres. Padahal, stres saat hamil juga bisa menyebabkan risiko serius terhadap jabang bayi dan si ibu sendiri.

Memang, sih, rasanya tidak mungkin untuk benar-benar terhindar dari stres selama Anda hidup dan beraktivitas bersama orang banyak. Namun, tak ada salahnya untuk menjauhkan diri terlebih dulu dari hal-hal yang bisa membuat Anda tertekan selama masa kehamilan berlangsung.

Sementara itu, naik turunnya kadar hormon estrogen selama siklus reproduksi juga memengaruhi mood ibu hamil. Tercatat, sebanyak 7,4 persen wanita hamil mengalami stres emosional pada kehamilan 17 minggu, sedangkan 6 persen wanita hamil mengalami gangguan emosional pada usia kehamilan 30 minggu.

Mengutip penjelasan dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, saat hamil, sistem imun, sistem jantung, pembuluh darah, saraf, dan hormon mengalami perubahan. Terjadinya perubahan tersebut akan memengaruhi kondisi mental ibu hamil, belum lagi dengan adanya permasalahan eksternal. Kondisi ini bisa jadi makin memengaruhi kondisi mental dan kesehatan ibu hamil dan bayi yang dikandung.

1 dari 2 halaman

Kenali kondisi pemicu stress pada ibu hamil

Hal-hal yang umumnya membuat ibu hamil mengalami stres ialah adanya kematian orang terdekat, kehilangan pekerjaan atau pekerjaan yang terlalu menumpuk, pertengkaran rumah tangga, hingga perceraian. Semua hal tersebut sering dikaitkan dengan tingginya angka kelahiran prematur dan bayi terlahir dengan berat badan rendah.

Menurut Millenium Developmental Goals, kedua permasalahan tersebut menyumbang lebih dari 40 persen angka kematian bayi dan gangguan perkembangan saraf di Amerika Serikat. Jumlah tersebut tentunya tak bisa dipandang sebelah mata. Itulah mengapa para ibu hamil tidak boleh sampai menyepelekan stres.

Tak sedikit pula yang menganggap bahwa stres saat masa kehamilan bisa hilang dengan mudah saat si ibu telah melahirkan. Namun, dilansir dari Psychology Today, stres yang berujung depresi pada ibu hamil bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Setidaknya 1 dari 5 ibu hamil yang mengalami depresi saat hamil akan terus mengalami gejala depresi selama hidupnya.

Selain itu, ada pula yang dinamakan dengan depresi postpartum. “Kondisi depresi yang satu itu sering terjadi pada wanita setelah proses persalinan selesai. Biasanya, depresi tersebut timbul ditandai dengan perasaan mudah sedih, cepat marah, putus asa, enggan keluar rumah, malas makan, dan susah tidur,” kata dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

Nah untuk itu, penting bagi Anda yang ingin memiliki anak lagi membekali diri dengan pengetahuan demi mencegah depresi postpartum. Hal ini untuk meminimalkan risiko terjadinya bayi terlahir prematur, berat badan bayi rendah, dan keguguran.

Tips mencegah keguguran

Lantas, bagaimana cara mencegah dan meringankan stres pada ibu hamil agar tidak menjadi pemicu terjadinya keguguran? Adapun cara-cara mudahnya sebagai berikut:

  • Mengikuti yoga prenatal dan lebih sering bermeditasi.
  • Sering berkonsultasi ke dokter kandungan dan/atau psikolog.
  • Lakukan perawatan diri.
  • Bangun hubungan yang lebih dalam dan menyenangkan bersama suami supaya Anda bisa dengan leluasa menceritakan keluh kesah sekaligus membina keharmonisan rumah tangga.
  • Jangan lupa untuk ambil cuti!

Menjadi ibu hamil bukan berarti Anda harus seharian di rumah demi mendapatkan istirahat yang maksimal. Dengan beraktivitas fisik yang cukup dan sesuai anjuran dokter, hal itu bisa bikin Anda lebih bahagia dan relaks. Pastikan Anda lakukan tips mencegah keguguran yang dipaparkan di atas, adaptasi pola hidup sehat, jangan absen untuk cek kehamilan secara rutin, dan yang tak kalah penting, kelola stres dengan baik dan berbahagialah!

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar