Sukses

Berapa Lama Idealnya, Waktu Bermain untuk Anak dalam Sehari?

Agar perkembangan tubuh dan otak anak optimal, anak juga perlu bermain. Namun berapa lama idealnya waktu bermain untuk anak setiap harinya?

Klikdokter.com, Jakarta Menurut studi, jumlah waktu bermain yang dihabiskan anak setiap harinya kini cenderung berkurang. Pada era digital ini, waktu anak bermain tak sebanyak anak-anak beberapa dekade sebelumnya. Ini karena usia sekolah anak yang semakin dini dan waktu yang dihabiskan di sekolah cukup banyak, kondisi orang tua yang sibuk, serta kurang memadainya area publik yang bisa digunakan untuk tempat bermain anak. Sebetulnya, berapa lama waktu ideal anak bermain dalam sehari?

Kondisi berkurangnya waktu bermain anak pun diperparah dengan maraknya penggunaan gawai. Jika Anda perhatian, semakin banyak anak yang lebih menyukai duduk sambil bermain dengan gawai dibandingkan bermain bersama dengan teman-teman sebayanya. Data menunjukkan bahwa anak berusia 6-12 tahun rata-rata menghabiskan 4,5 jam waktunya berkutat dengan gawai.

Beberapa manfaat bermain untuk perkembangan anak

Tentu saja ini sangat disayangkan, karena bermain memiliki manfaat yang tak ternilai untuk perkembangan anak. American Academy of Pediatrics (AAP) menyebutkan bahwa bermain akan menstimulasi otak anak, mengoptimalkan pertumbuhannya, serta meningkatkan ikatan emosi dan sosial anak dengan orang tua dan teman-teman sebayanya.

Lebih lanjut, AAP menjelaskan bahwa bermain akan meningkatkan kemampuan anak untuk merencanakan dan mengelola tugas yang dipercayakan dengan baik. Selain itu juga meningkatkan kemampuan berbahasa, mengasah kemampuan berhitung dan logika, serta membantu anak untuk lebih mudah beradaptasi jika menghadapi tekanan.

Waktu bermain ideal yang dianjurkan untuk anak

Dengan manfaat bermain yang luar biasa, anak sebaiknya menghabiskan waktu cukup banyak untuk bermain. Sebetulnya tidak ada aturan khusus mengenai berapa lama anak harus bermain dalam satu hari.

Tapi para dokter dan psikolog umumnya menganjurkan anak untuk bermain setidaknya selama 3 jam dalam sehari.

Di samping itu, waktu yang dihabiskan anak di depan gawai juga harus dibatasi. AAP menyarankan bahwa anak yang berusia di bawah 2 tahun sebaiknya tidak menggunakan gawai sama sekali. Sementara itu, untuk anak dengan usia lebih besar, AAP menyatakan untuk tidak menggunakan gawai lebih dari 2 jam dalam sehari.

 

1 dari 2 halaman

Ini dia jenis permaianan yang dianjurkan

Selain itu, satu hal yang harus diperhatikan orang tua adalah jenis permainan yang dimainkan anak. Usahakan untuk menyediakan permainan yang bervariasi, baik untuk dilakukan di dalam maupun di luar ruangan. Ini karena setiap jenis permainan memiliki manfaat yang berbeda-beda.

Berikut ini adalah variasi permainan yang sebaiknya disediakan orang tua berikut dengan manfaatnya:

  1. Bermain dengan mainan atau benda tertentu

Orang tua bisa menyediakan mainan berupa boneka, mobil-mobilan, dan sebagainya. Melalui jenis permainan seperti ini, kemampuan motorik dan sensorik anak akan terasah. Anak akan terlatih untuk membedakan mana benda yang keras dan yang lunak.

Selain itu, anak juga bisa mempelajari sebab-akibat, misalnya jika ia menabrakkan mobil-mobilannya, maka akan terdengar bunyi “bum”, dan sebagainya. Jika mainan ini digunakan bersama temannya, anak juga akan belajar untuk berbagi dan tidak saling berebut satu sama lain.

  1. Aktivitas fisik

Bermain melibatkan aktivitas fisik, seperti bermain jungkat-jungkit, ayunan, atau trampolin juga memiliki manfaat yang baik. Permainan seperti ini akan mengasah kemampuan motorik kasar anak, mencegah obesitas, serta meningkatkan kecerdasan emosionalnya.

  1. Bermain di luar ruangan

Bermain di luar ruangan, seperti di taman, kebun, lapangan, atau pantai akan mengasah kemampuan spasial anak. Anak juga akan lebih waspada terhadap lingkungan sekitarnya. Selain itu, studi menemukan bahwa anak yang banyak menghabiskan waktu untuk bermain di luar ruangan umumnya lebih kreatif dan memiliki keberhasilan di bidang akademik yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang jarang bermain di luar ruangan.

  1. Bermain peran (pretend play)

Bermain peran, misalnya bermain dokter-dokteran, menjadi koki, menjadi polisi, dan sebagainya terbukti meningkatkan kreativitas anak, mengoptimalkan kemampuan anak dalam berbahasa dan berkomunikasi, serta meningkatkan kemampuan anak untuk memimpin dan bernegosiasi.

Tak sedikit orang tua yang tak ingin anaknya menghabiskan waktu dengan bermain. Padahal, bermain memiliki manfaat terhadap tumbuh kembang anak. Tiga jam adalah lama durasi ideal waktu bermain untuk anak dalam sehari. Pastikan anak mengisi waktu bermain ini dengan permainan positif, agar pertumbuhan, kemampuan kognitif, serta kecerdasan emosionalnya berkembang semakin baik.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar