Sukses

Olahraga yang Tepat untuk Anak Autis

Setiap orang butuh olahraga yang tepat demi mendapatkan tubuh sehat. Tak terkecuali bagi anak autis.

Klikdokter.com, Jakarta Olahraga dan autisme dapat menjadi hal penting yang amat menantang. Menurut penelitian yang berjudul Finding Balance: Obesity and Children with Special Needs yang dilansir Verywell Health, dua pertiga remaja dengan gangguan spektrum autisme mengalami obesitas. Studi lain mengatakan, remaja dengan autisme dan sindrom Down dua sampai tiga kali lebih mungkin untuk terkena obesitas dibanding remaja lainnya.

Mengapa anak autis cenderung obesitas?

Anak autis kerap kali enggan untuk mencoba tekstur, rasa, dan makanan tertentu sehingga hal itu bisa membatasi pola makan mereka. Sebuah studi mengungkap bahwa anak-anak dengan spektrum autisme menolak makan dua kali lebih sering ketimbang anak-anak neurotipikal (tidak berada dalam spectrum autisme).

Anak autis pun lebih sering mengonsumsi minuman dan kudapan manis dibandingkan yang lain. Tak berhenti di situ, obat-obatan yang diberikan kepada mereka juga memberikan efek samping seperti penambahan berat badan.

Menemukan aktivitas fisik yang tepat untuk anak autis memang cukup sulit. Pasalnya, mereka oversensitif terhadap penglihatan, suara, dan rangsangan lain yang bisa membatasi koordinasi serta perencanaan motorik. Bila anak autis tergabung dalam sebuah tim olahraga, hal yang mungkin terjadi adalah timbulnya masalah komunikasi dan interaksi sosial.

1 dari 2 halaman

Mengapa anak autis harus berolahraga?

Olahraga teratur dapat mencegah obesitas dan mengembalikan tubuh yang terlampau gemuk menjadi ideal. Selain itu, olahraga untuk anak dengan spekstrum austisme juga memiliki manfaat terapeutik. Saat mereka berpartisipasi terhadap suatu kegiatan, hal itu bisa membantu meningkatkan integrasi sensorik, koordinasi otot, serta keterampilan sosial.

Untuk menemukan olahraga apa yang paling tepat untuk anak dengan spektrum autisme, konsultasikan dulu kepada dokter, guru, dan terapis supaya si anak mendapatkan latihan fisik tepat yang bisa dilakukan di rumah maupun di luar.

Pastikan juga orang yang mendampingi anak autis saat berolahraga adalah orang yang sabar dan paham betul cara menangani mereka. Pendamping anak autis juga harus mengajarkan keterampilan sosial supaya si anak bisa memiliki mentor baik dan teman sebaya di suatu kegiatan.

Olahraga apa yang tepat untuk mereka?

Dikutip dari Verywell Health, berikut ini beberapa olahraga yang bisa dilakukan oleh anak dengan penyandang autisme:

  • Aerobik. Bisa membantu mengurangi perilaku self-stimulating yang berbahaya, menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, serta meredakan stres.
  • Latihan fleksibilitas dan latihan otot. Bisa mengatasi permasalahan otot pada anak autis.
  • Berenang. Air bisa memberikan dampak sensorik yang menenangkan.
  • Bela Diri. Kelas bela diri biasanya sangat terstruktur dan tidak membingungkan anak autis.
  • Berlari. Minimnya komunikasi dalam olahraga ini juga tidak akan membingungkan anak autis.
  • Bowling. Pengulangan pada teknik bermain bowling bisa membuat mereka nyaman.
  • Menunggang kuda. Tak jarang anak autisme pandai berkomunikasi dengan hewan, sehingga aktivitas ini bisa dijadikan sebagai terapi tidak langsung.

Setiap anak memiliki kegemarannya masing-masing, tak terkecuali anak dengan spektrum autisme. Maka dari itu, referensi di atas bukanlah satu-satunya acuan dalam memilih olahraga terbaik untuk mereka. Seperti yang telah dipaparkan, konsultasikan dulu kepada dokter, guru, dan terapis anak tersebut. Negara seperti Amerika Serikat (dan mungkin negara-negara lainnya) memiliki organisasi olahraga untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Tak ada salahnya untuk mengikutsertakan mereka ke dalam kegiatan tersebut demi kondisi kesehatan dan kemampuan bersosialisasi yang lebih baik.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar