Sukses

Yuk, Latihan Otak dengan Bridge seperti Bambang Hartono

Meski sudah berusia 78 tahun, Bambang Hartono terpilih mewakili Indonesia di Asian Games lewat bridge. Benarkah bridge bisa untuk latihan otak?

Klikdokter.com, Jakarta Kejutan muncul saat diumumkan kontingen cabang olahraga bridge dari Indonesia. Muncul nama pengusaha konglomerat, Bambang Hartono sebagai salah satu atletnya. Pria asal Kudus tersebut dinobatkan sebagai atlet tertua Indonesia pada Asian Games 2018. Kepiawaian pengusaha yang sudah berusia 78 tahun dalam memainkan bridge, menunjukkan bahwa daya pikirnya masih sangat tajam. Jadi, mungkinkah aktivitas  bridge bisa dimanfaatkan sebagai latihan untuk otak?

Bridge perlu daya ingat kuat

Dalam Asian Games 2018, Bambang Hartono berpartisipasi pada cabang olahraga bridge pada nomor Supermixed Team. Hebatnya, usia tidak menghalangi Bambang Hartono untuk berprestasi pada ajang olahraga terbesar se-Asia tersebut. Dia berhasil menyumbang medali perunggu untuk kontingen Indonesia.

Bridge adalah cabang olahraga baru yang dipertandingkan di Asian Games. Aktivitas ini mempertandingkan permainan kartu yang cukup sulit dan memerlukan daya ingat yang kuat dari setiap pemain, terlebih dalam menganalisa kartu. Anehnya, di Indonesia bridge justru identik dengan orang lanjut usia.

Sebagian orang percaya, para lansia bermain bridge untuk mengasah otak mereka agar tidak pikun. Bahkan, ada beberapa penelitian yang menyebut bahwa permainan seperti bridge bisa menghindarkan seseorang dari ancaman Alzheimer. Bisakah bridge membuat seseorang terhindar dari kepikunan?

Bridge bisa menghambat kepikunan?

Keith A. Josephs, seorang ahli saraf dari Mayo Clinic, menekankan ada sedikit bukti medis bahwa memainkan permainan bridge akan mencegah proses degeneratif otak atau timbulnya Alzheimer.

"Dalam hal ini, bridge mungkin menunda timbulnya gejala Alzheimer sehingga akhirnya otak dapat berfungsi pada tingkat yang lebih tinggi," ujar Josephs.

Sementara itu, sebuah studi pada 2014 yang diumumkan oleh University of Wisconsin-Madison menemukan bahwa bermain kartu dapat membantu orang yang lebih tua mempertahankan ketajaman insting mereka. Para peneliti menemukan bahwa frekuensi memainkan kartu dikaitkan dengan volume otak yang lebih besar di beberapa daerah yang dipengaruhi oleh penyakit Alzheimer. Mereka yang bermain lebih sering juga mendapat skor lebih tinggi pada tes kognitif.

Melihat dari jenis permainan bridge yang mengandalkan daya ingat, bridge bisa dianggap sebagai permainan yang meningkatkan fungsi kognitif otak dan konsentrasi. Walaupun sampai sekarang tidak ada penelitian ilmiah bahwa bridge bisa menghindarkan seseorang dari demensia atau Alzheimer, permainan ini tetap cocok bagi seseorang yang sudah lanjut usia.

Bagi yang lain, jika Anda tidak bisa bermain bridge itu tidak masalah. Masih ada permainan atau aktivitas lain yang menurut dr. Dina Kusumawardhani kepada KlikDokter, dapat melatih serta menjaga agar otak Anda tetap aktif.

Jika Anda memang tidak pernah bermain bridge, dan tertarik untuk menguasainya, Anda bisa berlatih. Tetapi jika Anda merasa bahwa Anda sudah memiliki hobi yang lain, maksimalkan kegemaran Anda itu. Aktivitas sehari-hari yang tampaknya sederhana juga bisa menjadi cara yang jitu untuk menjaga daya ingat Anda:

  • Sering membaca dan menulis, baik dalam bentuk koran, novel, serta tulisan lainnya
  • Mengisi teka-teki silang, permainan angka, atau permainan lainnya yang mengasah daya ingat
  • Mempelajari bahasa baru
  • Mengunjungi museum
  • Mendengarkan, menonton, dan membaca berita
  • Mendengarkan dan bermain musik
  • Melakukan aktivitas sosial dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar

Deretan aktivitas dan permainan yang disebutkan tadi memang belum dipastikan dapat menjamin Anda terhindar dari ancaman demensia, bahkan Alzheimer. Akan tetapi, melakukan hal-hal tersebut dapat meningkatkan fungsi kognitif, konsentrasi dan kesehatan otak anda. Tentu semua ingin fungsi otak tetap baik sampai tua nanti, jadi tidak salahnya melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.

Kemampuan bermain bridge yang dimiliki pegusaha Bambang Hartono tentu tidak didapat dalam semalam. Perlu kerja keras dan latihan rutin untuk bisa menguasainya. Dengan ketekunan yang dimiliki, ia tidak saja berhasil meraih medali dalam Asian Games, tetapi juga berhasil menjaga kemampuan berpikir dengan latihan otak yang menyenangkan.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar