Sukses

Jutaan Orang dengan Hepatitis Masih Belum Terdeteksi

Tema yang diangkat pada Hari Hepatitis Sedunia 2018 adalah “Mencari Jutaan yang Belum Ditemukan”.

Klikdokter.com, Jakarta Setiap tahunnya, tanggal 28 Juli diperingati sebagai Hari Hepatitis Sedunia. Pada 2018, tema yang diangkat adalah “Find the Missing Millions”, atau “Mencari Jutaan yang Belum Ditemukan”.

Salah satu alasan di balik penentuan tema tersebut adalah fakta bahwa saat ini terdapat sekitar 300 juta orang di dunia dengan hepatitis yang belum mengetahuinya. Tanpa adanya upaya untuk mendeteksi orang yang belum terdiagnosis dan memberikan pelayanan kesehatan, hal ini akan meningkatkan angka penularan dan kematian akibat hepatitis.

Karena itu, Hari Hepatitis Sedunia diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hepatitis dan bergabung dalam mengidentifikasi penderita hepatitis yang belum terdeteksi.

Hepatitis, si pembunuh diam-diam

Ada berbagai penyebab hepatitis, salah satunya adalah infeksi virus. Hepatitis akibat infeksi virus merupakan salah satu kondisi kesehatan global yang membutuhkan perhatian masyarakat. Setiap tahunnya, penyakit ini menyebabkan sekitar 134 juta kematian. Selain itu, hepatitis akibat infeksi virus merupakan penyebab dua dari tiga kematian akibat kanker hati.

Sebagai tambahan, jumlah orang dengan infeksi hepatitis yang belum mengetahuinya mencapai sekitar 300 juta, yang juga menggarisbawahi pentingnya deteksi dini.

Terdapat beberapa jenis virus hepatitis, di antaranya hepatitis A, B, C, D, dan E. Namun, virus hepatitis A, B, dan C merupakan jenis yang relatif lebih sering ditemukan pada masyarakat yang mengalami hepatitis.

1 dari 2 halaman

Kenali penularan hepatitis

Cara penularan hepatitis akibat infeksi virus dapat bervariasi, bergantung dari jenis virus yang menjadi penyebabnya. Misalnya, hepatitis A umumnya ditularkan melalui asupan makanan atau minuman yang telah tercemar oleh virus hepatitis A. Tanda dan gejala yang dapat timbul, di antaranya rasa lemas, mual, muntah, demam, perubahan warna kulit dan sklera (bagian putih pada mata) menjadi kekuningan.

Sedangkan, hepatitis B dan C dapat menular melalui cairan tubuh, seperti darah, air mani, atau cairan vagina. Sebagian tanda dan gejalanya dapat serupa dengan hepatitis A, seperti nyeri perut, mual, muntah, penurunan nafsu makan, dan sebagainya.

Bila tidak ditangani, hepatitis dapat berlangsung lama, yang disebut hepatitis kronis, dan kemudian meningkatkan risiko sirosis hati serta kanker hati. Untuk itu, deteksi dan penanganan dini sangat penting untuk menentukan penyebab serta penanganan yang paling sesuai.

Hepatitis A dan B dapat dicegah dengan vaksinasi. Sementara itu, belum ada vaksin untuk hepatitis C. Namun, Anda dapat melindungi diri dari hepatitis C dengan tidak menggunakan narkoba (terutama narkoba suntik), hati-hati saat hendak melakukan piercing dan tato, dan mempraktikkan seks yang aman.

Bersama-sama, kita dapat menurunkan angka kejadian hingga mengeliminasi hepatitis akibat infeksi virus. Saat ini, sudah terdapat strategi penanganan untuk berbagai jenis hepatitis A, B, dan C, walaupun tidak semua jenis hepatitis dapat disembuhkan. Selain itu, juga penting untuk memastikan bahwa setiap orang mendapatkan vaksinasi yang dibutuhkan agar terhindar dari infeksi hepatitis.

Hari Hepatitis Sedunia penting untuk diperingati guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kondisi kesehatan yang dapat terjadi akibat infeksi penyakit ini. Dengan meningkatnya jumlah penduduk yang sadar akan hepatitis, diharapkan upaya pencegahan penularannya makin efektif dan bermanfaat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar