Sukses

Kenali Jenis Terapi yang Tepat untuk Penderita Leukemia

Ada beragam pilihan terapi untuk pengobatan leukemia. Kenali jenis terapi yang ditawarkan untuk memilih pengobatan yang tepat.

Klikdokter.com, Jakarta Leukemia seperti yang dialami Shakira Aurum, anak artis Denada, merupakan suatu bentuk keganasan (kanker) pada sel pembentuk sel darah. Leukemia sering kali ditemukan pada sel darah putih. Namun demikian, kondisi ini juga dapat menyerang jenis sel darah lainnya. Pemilihan terapi yang sesuai dapat membantu memperbaiki kondisi orang yang menderita penyakit ini.

Leukemia dapat dibedakan menjadi leukemia akut dan kronik. Akut maksudnya bertumbuh secara cepat, sementara kronik bertumbuh secara perlahan. Tipe leukemia yang dikenal adalah Acute Lymphocytic Leukemia (ALL), Acute Myeloid Leukemia (AML), Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL), Chronic Myeloid Leukemia (CML), dan Chronic Myelomonocytic Leukemia (CMML).

Mengenal jenis terapi leukemia

Setelah didiagnosa mengidap kanker darah, seseorang dapat memiliki berbagai kemungkinan terapi. Untuk memilih terapi yang paling tepat, terdapat beberapa faktor yang perlu dijadikan pertimbangan.

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan di antaranya jenis leukemia (ALL, AML, CLL, CML, atau CMML), usia penderita leukemia, adanya kelainan kromosom atau genetik, dan kesehatan penderita secara umum. Selain berbagai faktor pertimbangan tersebut, penting juga untuk mengenali berbagai macam terapi yang dapat digunakan untuk menangani leukemia berikut ini:

  • Kemoterapi

Menggunaan obat khusus yang dapat disuntikkan atau diminum untuk membunuh sel kanker. Obat kemo akan mengalir melalui pembuluh darah hingga mencapai sel kanker di seluruh tubuh. Jenis pengobatan ini sering kali dipertimbangkan untuk pengobatan sel kanker yang sudah menyebar ke seluruh tubuh.

Di sisi lain, pengobatan ini bisa menimbulkan berbagai efek samping, misalnya mual dan muntah, kehilangan nafsu makan, kerontokan rambut, hingga meningkatkan risiko infeksi (akibat penurunan jumlah sel darah putih).

Berbagai efek samping tersebut bisa membuat kemoterapi kurang direkomendasikan bagi mereka dengan kesehatan umum yang buruk. Selain itu, kemoterapi juga berpotensi merusak berbagai organ secara langsung, antara lain ginjal, hati, testis, ovarium, otak, jantung, dan paru-paru. Pemberian kemoterapi akan selalu dimonitor secara ketat untuk mengurangi efek samping sesegera mungkin.

  • Transplantasi sel punca (stem cell)

Sel punca, dalam hal ini sel punca darah, adalah sel darah imatur (belum dewasa) yang berpotensi menjadi dewasa dan membentuk semua jenis sel darah (sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit / platelet). Sering kali sel punca ditemukan pada darah dan sumsum tulang.

Dalam terapi leukemia, kemoterapi dosis tinggi bekerja lebih efektif membunuh sel kanker dibandingkan dengan dosis standar. Di sisi lain, penggunaan kemoterapi dosis tinggi tidak hanya membunuh sel kanker, namun dapat pula membunuh sel punca. Kondisi ini menyebabkan sumsum tulang berhenti memproduksi sel darah yang vital bagi kehidupan.

Penggunaan transplantasi sel punca memungkinkan penggantian sel punca yang rusak akibat kemoterapi dosis tinggi. Sehingga, terapi ini bisa dijalankan tanpa mengorbankan produksi sel darah.

Sumber sel punca darah biasanya didapatkan dari darah, sumsum tulang, atau darah tali pusar. Selain itu, penderita juga dapat menerima donor sel punca dari orang lain (allogenic) atau diri sendiri (autologous).

  • Terapi radiasi

Terapi ini menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi digunakan untuk mencegah persebaran atau menangani leukemia yang telah menyebar ke otak, cairan tulang belakang, atau testis. Terapi radiasi juga biasanya digunakan sebelum transplantasi sel punca dan dapat mengurangi nyeri tulang yang terkena leukemia, terutama apabila kemoterapi tidak membantu.

  • Targeted therapy

Terapi ini merupakan sejenis obat kemo spesial yang memanfaatkan perbedaan antara sel kanker dan sel normal. Terapi leukemia ini memungkinkan pengobatan untuk menargetkan sel kanker saja, dan tidak membunuh sel normal dalam tubuh.

  • Watchful waiting

Mengobservasi perkembangan kanker tanpa memberikan pengobatan. Pendekatan ini sering kali dianjurkan pada kasus CLL yang umumnya tumbuh secara perlahan, sehingga tidak perlu langsung mendapat pengobatan.

  • Terapi suportif

Terapi leukemia ini ditujukan untuk menangani komplikasi dari kanker darah dan efek samping dari pengobatannya.

Berbagai jenis terapi leukemia di atas biasanya dilakukan berdasarkan hasil diagnosis dokter. Dalam pemilihan terapi, penting untuk berdiskusi telebih dahulu dengan tim dokter yang menangani Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar