Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini Akibatnya Jika Kadar Testosteron Pria Terlalu Tinggi

Ini Akibatnya Jika Kadar Testosteron Pria Terlalu Tinggi

Hormon ini memang dibutuhkan, tapi kalau kebanyakan, justru picu masalah! Apa akibat kadar testosteron yang terlalu tinggi? Ini penjelasannya!

Tak semua orang tahu akibat dari kadar testosteron yang terlalu tinggi. Mereka yang awam menganggap, makin tinggi kadar hormon tersebut, makin jantanlah ia sebagai manusia.

Ya, fungsi hormon testosteron di dalam tubuh dan kehidupan pria memang sangat penting. Dia bertanggung jawab terhadap fungsi seksual, menjaga otot, memelihara tulang supaya tetap kuat, hingga memberikan karakteristik suara khas kaum adam.  

Sayangnya, kadar hormon testosteron mulai menurun secara perlahan saat memasuki usia 30 tahun. Jika tubuh kekurangan hormon ini, tubuh pria akan mengalami sejumlah gangguan mulai dari fisik maupun psikis. 

Meski kekurangan kadar hormon testosteron itu tidak baik, bukan berarti kelebihan hormon testosteron itu bisa dianggap hal yang menguntungkan 100%! 

Normalnya, kadar hormon testosteron normal pada pria berkisar antara 300-1000 ng/dL (beberapa sumber menyebutkan 270-1070 ng/dL). Saat usia telah mencapai 65 tahun ke atas. kadar yang normal berkisar 300-450 ng/dL.

Jika kadar testosteron lebih tinggi dari itu, maka kondisi tersebut bisa mendatangkan masalah pada pria. 

Artikel Lainnya: Daftar Makanan Penurun Gairah Seksual Pria

 

1 dari 3 halaman

Apa Penyebab Hormon Testosteron yang Berlebih?

Sebelum tahu apa saja efek yang terjadi bila kadar testosteron terlalu tinggi, akan lebih baik bila Anda mengenali dulu faktor penyebabnya. 

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kondisi ini, salah satunya tumor yang tumbuh di dekat kelenjar penghasil hormon, sehingga memicu produksi berlebih. 

Konsumsi pil atau suntik hormon testosteron, seperti yang diberikan pada mereka yang kekurangan, juga memungkinkan kelebihan hormon tersebut. 

Selain itu, konsumsi steroid untuk membentuk masa otot, seperti yang dilakukan binaragawan juga turut memengaruhi.

Berdasarkan jurnal Nature Communications, kadar testosteron yang terlalu tinggi dihubungkan dengan pandangan mengenai status dan sesuatu yang mewah.

Artikel Lainnya: Benarkah Penggunaan Deodoran Berlebihan Bisa Picu Impotensi?

Untuk membuktikan itu, studi dilakukan dengan melibatkan 240 pria pada rentang usia 18-55 tahun. 

Para peneliti memberikan gel testosteron pada setengah peserta, sementara setengahnya lagi hanya diberikan plasebo (sesuatu yang bisa memberikan efek psikologis positif dan tidak mengandung obat-obatan).

Selang beberapa waktu, peneliti mengatakan, pria yang mendapatkan testosteron tambahan mempunyai tendensi untuk memilih barang yang lebih stylish serta mewah. Mereka justru kurang memikirkan kualitas barang itu sendiri.

Kondisi kelebihan hormon pria ini sebetulnya jarang ditemui. Adapun gejala yang mengarah pada kelebihan hormon, antara lain jerawatan pada wajah, punya masalah tekanan darah tinggi, mood bermasalah, massa otot terus bertambah, hingga alami gangguan kesuburan.

Artikel Lainnya: Menopause pada Pria, Kenali Gejala dan Ciri-cirinya

2 dari 3 halaman

Masalah yang Muncul Akibat Kadar Testosteron Tinggi

Setelah Anda mengetahui faktor penyebab tingginya kadar testosteron, kini saatnya Anda mengetahui apa saja efek bila kadar testosteron terlalu tinggi. Setidaknya, ada 7 hal yang bisa terjadi, yaitu:

  1. Pria Menjadi Cenderung Boros

Penelitian terhadap lebih dari 3.200 partisipan mengungkapkan,  pria dengan kadar testosteron tinggi biasanya adalah investor yang lebih buruk daripada rekan-rekannya. 

Investor dengan kadar testosteron tinggi cenderung mengambil risiko lebih besar karena mereka lebih mengandalkan emosi ketimbang logika. Alhasil, mereka cenderung ceroboh.

  1. Mengambil Keputusan tanpa Pikir Panjang

Kadar testosteron tinggi kerap dikaitkan dengan pengambilan keputusan impulsif yang tidak bermanfaat. 

Sebuah penelitian di Psychological Science menemukan, satu dosis testosteron akan memengaruhi kemampuan pria dalam menjawab pertanyaan di tes kognitif.

Saat memperebutkan pasangan, kadar testosteron pada hewan jantan pun meningkat drastis. Sedangkan pada manusia, itu juga bisa terjadi. Sehingga, mereka sering membuat keputusan tergesa-gesa tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan. Intinya, harus dapat dulu! Tak peduli ke depannya bagaimana. 

Artikel Lainnya: Daging Kambing Tingkatkan Gairah Seksual, Mitos atau Fakta?

  1. Menjadi Lebih Narsis

Testosteron berperan sebagai “penggerak” komponen narsisisme. Pria dengan kadar testosteron tinggi cenderung bersifat narsis saat dirinya memiliki kekuasaan tertentu. 

Tak hanya itu, mereka juga lebih mungkin menyalahgunakan kekuasaan mereka. Peneliti lainnya Nicole Mead mengatakan kepada Australian Financial Review, pria dengan kondisi seperti itu sangat senang mencari perhatian dan keuntungan. 

Sayangnya, mereka bukan pemimpin yang lebih baik.

  1. Sel Darah Merah Jadi Berlebih

Ini juga bisa berdampak pada jumlah sel darah merah yang terlalu banyak. Akibatnya, seseorang bisa mengalami kemerahan di wajahnya, pembekuan yang memperlambat aliran darah, hingga pembengkakan sendi. 

  1. Berisiko Berperilaku Menyimpang

Beberapa studi menunjukkan, pria dengan kadar hormon yang terlalu tinggi memiliki kecenderungan untuk melakukan perilaku menyimpang. Dalam artian, mereka jadi punya dorongan perilaku seksual berlebih dan berisiko melakukan tindakan kriminal!

  1. Rambut Mudah Rontok

Tak melulu bikin penampilan lebih macho, pria dalam kondisi ini juga berpotensi untuk mengalami kerontokan rambut atau kebotakan lebih cepat. 

  1. Kulit Jadi Super Berminyak 

Pria dengan hormon yang terlalu tinggi biasanya bermasalah juga dengan kulitnya. Dengan meningkatnya hormon testosteron, itu akan menyebabkan peningkatan kadar dihidrotestosteron (DHT). Hal tersebut lantas membuat kulit jadi berminyak dan berjerawat.

Untuk mengembalikan kadar hormon ke kadar normal, Anda bisa mendapatkan terapi hormon dari dokter. 

Dan perlu diingat juga bahwa sebenarnya bukan cuma pria yang bisa mengalami hal ini, tetapi wanita pun bisa. Hanya saja, kaum hawa menunjukkan gejala yang berbeda.

Masih punya pertanyaan lain seputar hormonal atau kondisi medis lainnya? Tenang, Anda dapat berkonsultasi langsung dengan kami melalui fitur Live Chat di aplikasi KlikDokter!

(AM/RPA)

 

1 Komentar