Sukses

Ini Dia Ciri-ciri Anak yang Mengalami Cyberbullying

Perhatikan gerak-gerik anak Anda bila secara mendadak mengalami perubahan sikap. Jangan-jangan, buah hati Anda tengah menjadi korban cyberbullying.

Klikdokter.com, Jakarta Kemajuan teknologi bagai memecah dinding pembatas komunikasi sosial di antara masyarakat, termasuk bagi anak-anak. Tanpa perlu bertatap muka, kini anak Anda bebas untuk saling berkomentar dengan teman-temannya. Sayangnya, kebebasan tersebut bisa disalahgunakan menjadi tindakan cyberbullying atau perundungan dunia maya.

Melihat fenomena perundungan yang kini semakin marak dilakukan di dunia maya, sudah sewajarnya Anda sebagai orang tua mengenali tanda-tanda korban perundungan. Dengan demikian, Anda dapat melakukan upaya pemulihan agar anak tidak terancam mengalami stres, depresi, atau gangguan mental lainnya.

Penelitian membuktikan

Sebuah penelitian dilakukan oleh UNICEF dan Kominfo pada 2011–2012. Penelitian yang dirilis pada 2014 tersebut melibatkan 400 responden anak berusia 10–19 tahun dari 17 provinsi di Indonesia.

Hasil penelitian menyatakan bahwa 13 persen di antaranya telah menjadi korban perundungan di dunia maya selama 3 bulan, namun belum berani melaporkan kepada orang terdekatnya.

Bentuk perundungan yang diterima meliputi nama yang menjadi bahan ejekan, penampilan fisik, serta profesi orang tua (misalnya petani atau nelayan). Sayangnya, penelitian dari Kapersky Lab menunjukkan ada 13 persen anak dan 21 persen orang tua yang menganggap hal tersebut tidak berbahaya.

Sebuah survei lain dilakukan secara daring pada Oktober 2016 oleh Teen Safe dalam rangka National Bullying Prevention Month. Hasil survei menyebutkan bahwa 43 persen anak mengalami cyberbullying dan hanya 1 di antara 10 anak yang melaporkannya.

Sementara itu, 81 persen anak merasa menikmati perundungan di dunia maya karena lebih mudah dilakukan. Dan sekitar 90 persen anak yang menjadi saksi perundungan di media sosial mengaku tidak melakukan apa pun karena tidak peduli.

Tanda-tanda anak Anda menjadi korban cyberbullying

Menilik hasil survei di atas, artinya masih banyak anak yang menjadi korban perundungan tidak berani menceritakan apa yang dialaminya pada orang tua atau orang terdekatnya. Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui ciri-ciri korban cyberbullying. Berikut beberapa di antaranya:

1. Menjauhkan diri dari gawai

Jika anak secara tiba-tiba mulai menjauhkan diri dari penggunaan gawai, Anda perlu menanyakan alasannya. Sebab, minat seorang anak terhadap gawai secara alami akan menyusut ketika ia menjadi korban cyberbullyng.

2. Menghapus akun media sosialnya

Saat media sosial mengganggu kehidupan, biasanya seseorang akan memilih untuk menghapus akun mereka. Apabila anak Anda melakukan hal yang sama, cobalah untuk mencari tahu alasannya. Karena hal tersebut sangat umum dilakukan seseorang yang ingin melarikan diri dari perundungan.

3. Menanyakan cara memblokir orang

Jika anak menanyakan atau meminta bantuan Anda atau orang terdekatnya untuk memblokir aplikasi chat atau media sosial, artinya mereka sudah mulai terganggu dengan orang-orang tertentu yang ada di daftar pertemanannya. Bisa jadi, orang yang ingin ia blokir adalah pelaku perundungan.

4. Lonjakan follower atau permintaan teman di media sosial

Memiliki teman atau follower baru belum tentu berarti baik. Karena bisa jadi anak Anda tiba-tiba menjadi ramai dibicarakan karena menjadi korban perundungan.

Peningkatan jumlah teman atau follower yang melonjak secara tiba-tiba tersebut bisa jadi merupakan tanda bahwa sesuatu terjadi pada anak Anda yang menarik orang untuk menjadi pengikutnya di media sosial.

5. Mengucapkan kalimat yang menurunkan harga diri

Kalimat yang menunjukkan anak merasa tertekan atau hidupnya tidak berarti juga perlu Anda curigai sebagai tanda ia menjadi korban perundungan. Ajak ia bicara dan tanyakan apa yang terjadi. Perhatian dari Anda adalah dukungan terbaik baginya.

6. Perubahan kebiasaan

Saat menjadi korban perundungan, anak bisa tiba-tiba menjadi malas makan, sulit tidur, atau mengalami penurunan nilai pelajaran di sekolah. Selain itu, ekspresi gugup atau gelisah saat menggunakan gawai atau komputer juga bisa menjadi tanda terjadinya perundungan.

7. Mengisolasi diri

Ketika secara tiba-tiba anak Anda memisahkan diri dari lingkungan sosialnya, tidak mau lagi bermain bersama teman-temannya seperti biasanya, bisa jadi anak Anda tengah menjadi korban perundungan. Hal ini ia lakukan karena rasa percaya dirinya mulai turun.

Anak yang mengalami perundungan umumnya menunjukkan perubahan sikap yang cukup signifikan. Jadi, jangan ragu untuk bertanya kepada si Kecil ketika Anda merasa ada yang berubah dari dirinya.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati, karena korban sering kali merasa terpojokkan, orang tua adalah sosok yang diharapkan mampu menopang rasa percaya dirinya.

“Selain mengajak anak bicara, cobalah untuk berdiskusi dengan pihak sekolah untuk memastikan si Kecil mendapat perlindungan selama di sekolah, agar ia kuat menghadapi bullying,” jelas dr. Mega.

Perundungan di dunia maya atau lebih populer disebut cyberbullying tidak bisa dianggap remeh. Stres yang dialami anak dapat menimbulkan trauma dan merusak masa depannya. Jika anak Anda menjadi korban perundungan, dampingi selalu dan berikan respons yang positif untuk memulihkan rasa percaya dirinya.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar