Sukses

Ini Dia Ciri-ciri Anak yang Mengalami Cyberbullying

Orang tua wajib peka terhadap perubahan kondisi anak. Jangan sampai, Anda tak tahu-menahu bahwa dia ternyata jadi korban cyberbullying!

Tak bisa dimungkiri bahwa kemajuan teknologi memudahkan segala hal. Sayangnya, kehebatan internet juga memudahkan seseorang, khususnya anak-anak, menjadi korban cyberbullying

Kenapa anak-anak? Singkat cerita, sekarang semua kalangan sudah punya gadget atau gawainya masing-masing. 

Anak-anak sendiri sebenarnya belum paham betul bagaimana menyaring informasi dan bagaimana menanggapi apa yang ia terima dari dunia maya. 

Alhasil, bila ada yang memperlakukannya secara buruk di dunia maya, terutama di media sosial, dia bisa mengalami trauma dan akhirnya memengaruhi kehidupannya sehari-hari.  Ya, apa yang dilakukan orang lain terhadap dirinya pun bisa disaksikan oleh banyak orang. 

Nah, melihat fenomena perundungan yang kian marak dilakukan di dunia maya, sudah sewajarnya Anda sebagai orang tua mengenali ciri-ciri korban cyberbullying

Dengan demikian, Anda dapat melakukan upaya pemulihan agar buah hati tidak berisiko mengalami stres, depresi, atau gangguan mental lain.

Artikel Lainnya: Awas, Cyberbullying Bisa Picu Hoaks!

1 dari 3 halaman

Hasil Penelitian tentang Cyberbullying

Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh UNICEF dan Kominfo pada 2011–2012 silam. Riset yang dirilis dua tahun berselang dari waktu penelitian tersebut melibatkan 400 responden anak berusia 10–19 tahun dari 17 provinsi di Indonesia.

Hasil penelitian menyatakan, 13% diantaranya telah menjadi korban cyberbullying di dunia maya selama 3 bulan! Kendati demikian, mereka semua belum berani melaporkan kepada orang terdekatnya.

Bentuk perundungan yang diterima meliputi nama mereka yang menjadi bahan ejekan, celaan penampilan fisik, serta celaan profesi orang tua (misalnya petani atau nelayan). 

Sayangnya, penelitian dari Kaspersky Lab menunjukkan, ada 13% anak dan 21% orang tua yang menganggap hal tersebut bukanlah hal penting yang bisa melukai perasaan.

Artikel Lainnya: Mengetahui Motif di Balik Perilaku Cyberbullying

Sebuah survei lain dilakukan secara daring pada Oktober 2016 oleh Teen Safe dalam rangka National Bullying Prevention Month

Hasil survei menyebutkan bahwa 43% anak menjadi korban cyberbullying dan hanya 1 di antara 10 anak yang berani melaporkannya!

Di sisi lain, 81% anak merasa enjoy-enjoy saja melakukan perundungan di dunia maya. Karena bagi mereka, hal semacam itu sangat mudah dilakukan dan menyenangkan. 

Sedangkan, sekitar 90% anak yang menjadi saksi perundungan di media sosial mengaku tidak melakukan apa pun saat ada orang yang di-bully karena mereka tidak peduli. Cukup ironis, bukan?

Sementara itu, pada tahun 2017, Departemen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia juga melakukan penelitian terhadap 157 remaja laki-laki dan 196 remaja perempuan berusia 12-15 tahun. 

Dari studi ini, diketahui bahwa 78% responden pernah melihat perundingan di dunia maya, 21 % mengaku pernah menjadi pelaku, dan 49% menjadi korban. 

Daftar media sosial yang sering digunakan sebagai sarana perundungan, yakni Facebook, SMS, dan Instagram. 

Perundungan yang ditemukan meliputi ejekan, fitnah, ancaman, dan menjadikan korbannya sebagai objek gosip. 

Artikel Lainnya: Cyberbullying, Apa Pengaruhnya bagi Mental Anak?

Sejumlah responden yang mengaku menjadi korban pun menyatakan, tindakan yang dialaminya membuat mereka merasa marah, malu, tidak bisa konsentrasi belajar, dan takut! 

Anak yang jadi korban cyberbullying pun disinyalir berisiko lebih tinggi untuk menggunakan obat-obatan terlarang dan melakukan percobaan bunuh diri. Untuk tahu lebih lengkap tentang dampak cyberbullying terhadap anak, Anda bisa membacanya di sini

2 dari 3 halaman

Tanda-tanda Anak Anda Menjadi Korban Cyberbullying

Berdasarkan uraian hasil penelitian di atas, masih banyak anak yang menjadi korban perundungan tidak berani menceritakan apa yang dialaminya pada orang tua atau orang terdekatnya. 

Oleh sebab itu, Anda perlu mengetahui ciri-ciri korban cyberbullying, sekalipun mereka tidak mengungkapkannya secara langsung. Adapun ciri-ciri yang dimaksud, antara lain:

  • Menjauhkan Diri dari Gawai

Bila anak secara tiba-tiba mulai menjauhkan diri dari penggunaan gawai padahal dulunya sering, Anda perlu menanyakan alasannya. Sebab, minat seorang anak terhadap gawai secara alami akan menyusut ketika ia menjadi korban cyberbullying.

  • Menghapus Akun Media Sosialnya

Saat media sosial mengganggu kehidupan, biasanya seseorang akan memilih untuk menghapus akun mereka. 

Jika anak Anda melakukan hal yang sama, cobalah untuk mencari tahu alasannya. Karena hal tersebut sangat umum dilakukan seseorang yang ingin melarikan diri dari perundungan.

Artikel Lainnya: Anak Sering Rewel? Awas, Pertanda Depresi!

  • Menanyakan Cara Memblokir Orang

Anak menanyakan atau meminta bantuan orang terdekatnya untuk memblokir akun media sosial seseorang atau nomor seseorang?

Itu berarti, mereka sudah mulai terganggu dengan orang-orang tertentu yang ada di daftar pertemanannya. Bisa jadi, orang yang ingin ia blokir adalah pelaku perundungan.

  • Lonjakan Follower atau Permintaan Teman di Media Sosial

Memiliki teman atau follower baru belum tentu berarti baik. Pasalnya, bisa jadi anak Anda ramai dibicarakan karena menjadi korban perundungan.

Peningkatan jumlah teman di dunia maya atau follower secara tiba-tiba bisa mengindikasikan bahwa sesuatu sedang terjadi atau ada hal yang menarik perhatian (dalam artian negatif), apalagi kalau dia tidak menceritakannya. 

Ingat, kalau positif, anak-anak akan dengan sukarela menceritakannya kepada orang lain, termasuk orang tuanya sendiri. 

Di era sekarang, memang penting bagi orang tua untuk berteman dengan anak di media sosial. Supaya, Anda bisa memantau perkembangannya tanpa harus menguntit berlebihan.

  • Mengucapkan Kalimat yang Menurunkan Harga Diri

Kalimat yang menunjukkan rasa tertekan atau hidupnya tidak berarti juga perlu dicurigai. Sebab, kalimat-kalimat seperti itu dapat menjadi tanda bahwa ia telah menjadi korban perundungan. 

Ajak ia bicara dan tanyakan apa yang terjadi. Perhatian dari Anda adalah dukungan terbaik baginya.

Artikel Lainnya: Turunkan Risiko Depresi pada Anak Lewat Olahraga Beregu

  • Perubahan Kebiasaan

Ciri-ciri selanjutnya dari anak yang mengalami cyberbullying, yaitu anak bisa tiba-tiba menjadi malas makan, sulit tidur, atau mengalami penurunan nilai pelajaran di sekolah. 

Selain itu, ekspresi gugup atau gelisah saat menggunakan gawai atau komputer juga bisa menjadi tanda ada yang tak beres.

  • Mengisolasi Diri

Ketika secara tiba-tiba anak Anda memisahkan diri dari lingkungan sosialnya, tidak mau lagi bermain bersama teman-teman seperti biasanya, bisa jadi anak Anda tengah menjadi korban perundungan. Hal ini ia lakukan karena rasa percaya dirinya mulai turun.

Itu dia tanda-tanda seorang anak yang sedang atau yang habis menerima perundungan di dunia maya. Sudah sepantasnya kita semua tidak meremehkan cyberbullying.

Stres yang dialami anak dapat menimbulkan trauma dan merusak masa depannya. Dampingi anak selalu, bertemanlah dengan teman-teman anak Anda. dan bila perlu, bekerjasamalah dengan pihak guru di sekolah. 

Intinya, berikan perhatian untuk memulihkan perasaan tidak aman (insecure) dan hilangnya rasa percaya diri. 

Bila masih punya pertanyaan terkait dampak perundungan terhadap anak dan bagaimana cara mengatasi traumanya, berkonsultasilah dengan kami atau psikolog tepercaya melalui fitur Live Chat yang tersedia di aplikasi KlikDokter

(AM/RPA)

0 Komentar

Belum ada komentar