Sukses

Anak Demam Terus-Menerus, Kenapa Ya?

Demam selama beberapa hari mungkin normal, tapi jika anak demam terus-menerus Anda harus lebih waspada.

Anak sering demam? dalam sebulan mungkin ia bisa beberapa kali mengalami demam. Anda pun bertanya-tanya, apakah ini normal atau harus diperiksakan ke dokter?

Pada dasarnya, anak belum memiliki daya tahan tubuh yang maksimal seperti orang dewasa sehingga mereka rentan pula terkena penyakit. Salah satunya adalah demam.

Keluhan demam pada anak dapat bervariasi dan memiliki beberapa tipe. Misalnya, demam yang hanya timbul di malam hari, demam sepanjang hari, demam yang tinggi atau hanya hangat saja, demam yang disertai keluhan lain seperti batuk, pilek, mual, muntah, dan sebagainya.

Meski demam kadang dianggap hal biasa, sebaiknya orang tua tetap memberikan pertolongan pertama dengan selalu menyediakan obat penurun panas. Ketahui juga bahwa demam sebenarnya juga dapat menyebabkan kegawatdaruratan, seperti kejang, syok, bahkan kematian. Jadi tetaplah waspada dalam kondisi apa pun.

Sebagian besar demam diakibatkan oleh infeksi virus, tetapi jika anak sering demam dan demam tidak kunjung turun, perlu diwaspadai pula penyebab demam lainnya. Cara tercepat untuk mengatasi sakit ini adalah dengan mengidentifikasi penyebabnya sehingga penanganannya pun lebih optimal.

Artikel Lainnya: Bolehkah Anak Demam Tidur Pakai AC?

1 dari 2 halaman

Waspada jika Anak Sering Demam

Berikut beberapa demam yang harus diwaspadai pada si Kecil, apalagi jika anak sering demam:

  1. Demam Berdarah

Penyebabnya adalah virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Demam mendadak sangat tinggi dan menggigil. Demam berlangsung sekitar 7 hari dan dalam kondisi parah, demam ini dapat menimbulkan pendarahan di dalam serta berujung kematian.

  1. Demam Virus

Penyebabnya sudah pasti karena infeksi virus yang biasanya menyerang saluran pernapasan dengan keluhan batuk, pilek dan juga tenggorokan. Durasinya bisa mencapai 9 hari atau lebih.

  1. Demam Malaria

Penyebabnya karena virus yang dibawa oleh nyamuk di daerah tropis. Demam malaria biasanya mendadak tinggi disertai menggigil. Ciri khas lainnya dari demam ini adalah adanya gangguan pada otak.

  1. Demam Meningitis

Demam sering kali disertai dengan kejang dan sakit kepala.

  1. Demam Tipes

Demam ini timbul di sore hari menjelang malam, dan dapat berlangsung 7-14 hari. Sering kali disertai dengan gangguan pencernaan.

Artikel Lainnya: Cara Jitu Menenangkan Anak Saat Demam

  1. Demam HIV

Demam ini memang diawali dengan gejala demam ringan yang berlangsung terus-menerus. Berlangsung lebih dari seminggu walaupun sudah mengonsumsi obat.

  1. Demam karena Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Biasanya ISK disertai nyeri saat buang air kecil atau anyang-anyangan, nyeri perut di bagian bawah, dan rasa terbakar saat buang air kecil. Namun pada anak-anak, bisa jadi keluhan ini sulit diidentifikasi – terlebih pada mereka yang masih bayi dan belum bisa bicara. Hal ini biasanya disertai dengan demam yang tidak terlalu tinggi.

  1. Demam TBC

Demam mencapai 2 minggu disertai batuk lebih dari 3 minggu, sesak napas, serta adanya benjolan di tubuh terutama bagian ketiak dan tulang selangkangan. Sebaiknya langsung dibawa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

  1. Demam Penyakit Infeksi Telinga

Pada anak, bentuk fisik telinga belum terbentuk sempurna sehingga mudah sekali infeksi. Hal ini dapat berdampak demam pada tubuh.

Jika anak mengalami demam, terutama jika terjadi terus-menerus, perhatikan dan catat gejala-gejalanya. Anda dapat membawa catatan tersebut ke dokter saat check up untuk memudahkan dokter dalam mendiagnosis. 

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar