Sukses

Benarkah Obat Hipertensi Sebabkan Ejakulasi Dini?

Ejakulasi dini dapat mengganggu hubungan suami-istri. Mungkinkah obat hipertensi menjadi salah satu penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin Anda pernah mendengar bahwa obat hipertensi dapat memicu ejakulasi dini, sehingga takut untuk mengonsumsinya. Tapi nanti dulu. Anda harus mengetahui beberapa fakta penting di bawah ini sebelum gegabah membuang obat-obatan Anda.

Ejakulasi dini merupakan salah satu gangguan seksual yang paling umum dikeluhkan oleh pria di bawah 40 tahun. Di Amerika Serikat, diperkirakan 30-70% pria pernah mengeluhkan hal ini.  

Seorang pria dikatakan menderita ejakulasi dini jika ia mengalami ejakulasi terlalu cepat atau sebelum waktunya saat melakukan hubungan intim. Sebenarnya, tidak ada ketentuan berapa waktu berhubungan intim yang normal. Karena itulah, sering kali ejakulasi terlalu cepat ditentukan oleh masing-masing pasangan, berdasarkan waktu berhubungan intim yang ideal menurut mereka masing-masing.

Sebuah studi mempelajari waktu berhubungan intim, yang dilakukan pada sekitar 500 pasangan di lima negara. Hasilnya, rata-rata waktu ejakulasi saat berhubungan intim adalah setelah lima setengah menit. Namun, waktu ini pun tidak digunakan sebagai patokan.

Ejakulasi dini bisa terjadi lifelong/sepanjang hidup (setiap berhubungan selalu mengalami ejakulasi dini) atau acquired/didapat (sebelumnya tidak ada masalah dalam berhubungan intim, tetapi saat ini mengalami ejakulasi dini).

Penyebab ejakulasi dini

Sebenarnya, ejakulasi dini yang terjadi sejak awal aktif secara seksual jarang terjadi. Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan hal ini adalah kebiasaan seksual terdahulu yang membentuk perilaku seksual saat ini.

Misalnya kebiasaan ejakulasi cepat saat masturbasi (bisa karena takut ketahuan sehingga membuat ejakulasi “terbiasa” terjadi secara cepat), pengalaman seksual traumatis di masa lalu (pelecehan seksual atau tertangkap sedang masturbasi), serta didikan dan kepercayaan yang tabu mengenai seks. Bisa juga disebabkan penis yang terlalu sensitif sehingga mudah ejakulasi dengan sedikit stimulus.

Sebaliknya, ejakulasi dini jenis acquired lebih sering terjadi. Umumnya disebabkan oleh depresi, stres, masalah dalam hubungan, atau kecemasan terhadap performa seksual (misalnya saat berhubungan seksual pertama kali, atau riwayat masalah seksual sebelumnya).

Ejakulasi dini dan hipertensi

Lalu bagaimana dengan obat darah tinggi? Apakah termasuk salah satu faktor penyebab ejakulasi dini? Sebelumnya, perlu diketahui bahwa hipertensi berpotensi mengganggu hubungan seksual penderitanya.

Hipertensi, terutama yang berlangsung lama, dapat menimbulkan kerusakan pada permukaan dalam pembuluh darah. Keadaan ini juga bisa disertai pembentukan plak di dalam pembuluh darah dan pengerasan dari pembuluh darah. Semua faktor ini membuat darah sulit mengalir dengan lancar.

Sayangnya, kelancaran aliran darah merupakan salah satu mekanisme penting yang membuat ereksi berhasil. Oleh karena itu, sering kali pria dengan darah tinggi mengalami disfungsi ereksi. Mereka dapat mengalami kesulitan mengalami atau mempertahankan ereksi.

Beberapa obat anti darah tinggi juga dapat menimbulkan efek samping terhadap fungsi seksual. Misalnya, obat jenis diuretik atau beta bloker yang dapat menyebabkan gangguan ereksi. Selain ejakulasi dini, gangguan fungsi seksual yang sering dikeluhkan akibat penggunaan obat-obatan tersebut adalah berkurangnya libido.

Jika Anda merasa mengalami gangguan fungsi seksual setelah mengonsumsi obat darah tinggi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Tak perlu khawatir. Ada banyak jenis obat darah tinggi, jadi jika salah satu menimbulkan efek samping dapat diganti dengan jenis lainnya.

Selain itu, belum tentu semua orang yang mengonsumsi obat darah tinggi akan mengalami ejakulasi dini. Jadi, jangan buru-buru menganggap obat hipertensi sebagai biang kerok masalah seksual. Namun yang pasti, Anda dapat mencegah gangguan fungsi seksual tersebut dengan menjaga hipertensi tetap terkontrol dan menerapkan gaya hidup sehat.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar