Sukses

Manfaat Beras Hitam untuk Diabetes Mellitus

Meski tak populer, beras hitam ternyata punya manfaat yang besar bagi penderita penyakit diabetes mellitus. Ini fakta selengkapnya.

Klikdokter.com, Jakarta Beras hitam mungkin terasa asing di telinga masyarakat Indonesia. Padahal, beras berwarna gelap ini dapat mendatangkan segudang manfaat sehat, termasuk bagi mereka yang mengalami diabetes mellitus!

Faktanya, beras hitam terbuat dari gandum utuh. Beras berwarna gelap ini memiliki kandungan serat yang tinggi, serta mengandung zat antosianin–merupakan antioksidan yang juga ditemukan pada buah beri.

Satu porsi beras hitam mengandung kalori yang rendah. Di sisi lain, beras jenis ini mengandung flavonoid, zat besi dan tembaga yang tinggi daripada beras jenis lainnya.

Sepiring nasi hitam matang (sekitar ¼ cangkir beras mentah) mengandung kira-kira (dalam nilai yang direkomendasikan setiap hari):

  • 160 kalori
  • 1,5 gram lemak
  • 34 gram karbohidrat
  • 2 gram serat
  • 5 gram protein
  • Zat besi

Jika dibandingkan dengan beras jenis lain, maka hasilnya adalah sebagai berikut:

  • Nasi putih mengandung 6,8 protein, 1,2 besi dan 0,6 serat.
  • Nasi merah mengandung 7,0 protein, 5,5 besi dan 2,0 serat.
  • Nasi hitam mengandung 8,5 protein, 3,5 zat besi, 4,9 serat dan jumlah antioksidan tertinggi dibandingkan dengan beras jenis lainnya.

Dari penjelasan di atas, Anda dapat melihat bahwa beras hitam lebih unggul dari segi apa pun. Tak heran, beras berwarna gelap ini kerap dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus.

Manfaat beras hitam untuk penderita diabetes mellitus

Penderita diabetes mellitus yang mengonsumsi beras hitam pada takaran yang sesuai akan merasakan beberapa manfaat berikut ini:

1. Kenyang lebih lama

Serat yang tinggi pada beras hitam akan membuat penderita diabetes mellitus merasa kenyang lebih lama. Baiknya lagi, beras ini tidak menyebabkan peningkatan insulin di dalam tubuh dengan cepat, sehingga kadar gula darah akan lebih stabil.

2. Mencegah stres oksidatif

Kandungan antioksidan berupa flavanoid dan antosianin pada beras hitam mampu mencegah stres oksidatif pada penderita diabetes mellitus. Hal ini turut menurunkan risiko terjadinya komplikasi berupa stroke, penyakit jantung atau serangan jantung akibat kerusakan organ dan pembuluh darah.

3. Mencegah kesulitan buang air besar

Kandungan serat yang tinggi pada beras hitam mampu membuat saluran cerna penderita diabetes melitus berfungsi dengan lebih baik. Hal ini turut memperlancar buang air besar, dan menurunkan risiko terjadinya sembelit atau konstipasi.

Beras hitam dapat menjadi alternatif pilihan makanan, yang aman dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus. Namun demikian, beras berwarna gelap ini tetap harus dikonsumsi dalam batas yang wajar. Pastikan pula para penderita diabetes yang hendak mengonsumsi beras hitam tidak melupakan aturan 3J (Jadwal, Jenis dan Jumlah), menerapkan gaya hidup sehat, berolahraga secara rutin dan teratur, serta kontrol ke dokter secara berkala.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar