Sukses

Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Tersengat Kalajengking

Apa efek dari tersengat kalajengking? Baca di sini untuk mengetahui apa yang terjadi pada tubuh saat tersengat hewan yang satu ini.

Klikdokter.com, Jakarta Akhir-akhir ini pembicaraan mengenai kalajengking dan racunnya ramai dibicarakan. Tapi sebenarnya, sebesar apa bahaya jika tersengat hewan yang racunnya konon berharga sangat mahal ini?

Kalajengking merupakan hewan yang masuk kelompok Arachnida, satu keluarga dengan laba-laba, kutu, dan tungau. Panjangnya bisa mencapai 9 hingga 21 cm. Beberapa spesies memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih sulit dilihat.

Umumnya kalajengking hidup di gurun, tetapi mereka juga tinggal di hutan, bahkan Himalaya. Kalajengking sebenarnya bukan hewan yang agresif. Mereka baru akan menyengat bila merasa diserang atau terancam. Pada manusia, penyebab umum sengatan kalajengking adalah akibat ketidaksengajaan, misalnya diinjak secara tidak sengaja di sarang mereka.

Sebagian besar kalajengking tidak berbahaya. Dari sekitar 2.000 spesies yang ada, hanya sekitar 25–40 spesies yang dapat menghasilkan racun yang cukup untuk menyebabkan kerusakan serius atau mematikan bagi manusia.

Sengatan Kalajengking

Sengatan kalajengking sangat menyakitkan, dan bisa berakibat fatal, terutama untuk anak-anak. Mereka juga dapat menyengat lebih dari sekali. Orang dewasa yang tergolong sehat biasanya tidak memerlukan penanganan khusus saat terkena sengatan kalajengking. Namun jika anak-anak yang terkena, jumlah racun yang sama dapat menimbulkan komplikasi serius sehingga dibutuhkan perawatan medis segera.

Kalajengking biasanya menyengat korbannya di tangan, lengan, dan kaki. Mayoritas sengatan kalajengking hanya menyebabkan efek lokal, seperti rasa panas dan sakit di lokasi sengat, yang dapat meningkat seiring waktu. Ketidaknyamanan ini bisa bervariasi dari sedang hingga intens—bahkan jika tidak ada tanda bengkak atau kemerahan sekalipun.

Gejala di area sengatan dapat meliputi rasa sakit yang hebat, kesemutan dan mati rasa, serta bengkak di sekitar area sengatan. Jika racunnya meluas, gejala yang muncul dapat mencakup kesulitan bernapas, otot berkedut, gangguan pada gerakan leher, kepala, dan mata, berkeringat, mual, muntah, tekanan darah tinggi, denyut jantung tidak teratur, dan kegelisahan.

Adakah komplikasi yang bisa terjadi? Ada. Gigitan kalajengking beracun yang tidak tertangani dengan baik, khususnya untuk orang lanjut usia dan anak-anak, dapat mengakibatkan kematian. Biasanya kematian disebabkan oleh kegagalan jantung atau pernapasan yang terjadi beberapa jam setelah disengat.

Diperkirakan 1,2 juta orang terkena sengatan kalajengking setiap tahunnya dan menyebabkan hingga 3,250 kematian (0,27%). Di Amerika Serikat, kematian akibat sengatan kalajengking sangat sedikit. Di belahan dunia lain seperti beberapa wilayah di Amerika Selatan, Meksiko, Timur Tengah, Afrika Timur, dan India, kematian akibat sengatan kalajengking banyak terjadi. Sementara di Indonesia, datanya belum ada.

Anda harus lebih waspada, terutama jika tinggal di daerah rawan sengatan kalajengking. Kalajengking tak hanya ditemukan di gurun dan hutan. Mereka juga biasa bersembunyi di kayu bakar, pakaian, seprai, sepatu, dan tempat sampah, jadi berhati-hatilah. Mereka juga lebih sering terlihat pada musim panas.

Jadi, sebagian besar sengatan kalajengking, meski menyakitkan, tidak beracun dan karenanya tidak berbahaya. Bila Anda disengat kalajengking berbisa dan tinggal di daerah yang memiliki akses perawatan kesehatan yang baik, biasanya akan pulih dengan cepat dan tanpa komplikasi.

Mereka yang berisiko besar mengalami gejala yang lebih fatal adalah orang lanjut usia, anak-anak, serta orang-orang di daerah tertentu yang tidak memiliki akses perawatan medis yang baik. Bila Anda yang memiliki faktor risiko tersebut, carilah informasi sebanyak-banyaknya bagaimana cara mencegah dan mengatasi jika tersengat kalajengking.

[RH]

0 Komentar

Belum ada komentar