Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Morning Sickness Menandakan Jenis Kelamin Bayi?

Benarkah Morning Sickness Menandakan Jenis Kelamin Bayi?

Sebagian kalangan percaya bahwa jenis kelamin bayi dapat diketahui lewat morning sickness yang dialami ibu hamil. Apakah hal ini benar?

Klikdokter.com, Jakarta Morning sickness, bagi sebagian kalangan, sering dikaitkan dengan jenis kelamin bayi yang sedang dikandung. Katanya, kalau mual dan muntah yang dialami tergolong berat, dipercaya janin yang dikandung adalah perempuan. Sebaliknya, jika mual dan muntah yang dirasakan tidak terlalu berat, janin yang dikandung adalah laki-laki. Faktanya, dari sudut pandang medis anggapan tersebut tidaklah benar. Hingga artikel ini ditulis, belum ada satu penelitan pun yang dapat membuktikan hal ini.

Jenis kelamin janin dalam kandungan

Secara ilmiah, laki-laki memiliki kromosom jenis X dan Y, sedangkan wanita memiliki dua jenis kromosom yang sama, yaitu X dan X. Bila dalam hubungan intim sperma X yang membuahi sel telur, maka terjadilah pertemuan kromosom X dan X, sehingga yang didapat adalah janin berjenis kelamin perempuan. Skenario lainnya adalah, jika sperma Y yang membuahi sel telur, maka terjadilah pertemuan antara kromosom X dan Y sehingga didapatkan bayi berjenis kelamin laki-laki.

Dari penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa jenis kelamin janin tidak ada hubungannya dengan morning sickness yang dialami ibu hamil.

Penyebab morning sickness

Morning sickness adalah keluhan mual dan muntah yang dialami wanita hamil, yang umumnya sering terjadi pada pagi hari selama trimester awal kehamilan. Hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui. Meski begitu, ada beberapa hal yang dianggap sebagai penyebab, antara lain:

  1. Human chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini meningkat dengan cepat selama awal kehamilan. Tidak ada yang tahu bagaimana hCG berkontribusi dalam terjadinya mual. Kemungkinan besar hal ini dapat terjadi karena peningkatan hormon hCG yang waktunya bertepatan dengan keluhan mual dan muntah yang terjadi. Mual cenderung mencapai puncak pada waktu yang sama dengan kadar hCG.
  2. Estrogen. Sama dengan hCG, hormon estrogen juga meningkat dengan cepat pada awal kehamilan, yang kemungkinan besar menyebabkan rasa mual dan ingin muntah.
  3. Indra penciuman yang meningkat dan kepekaan terhadap bau. Tak jarang seorang wanita yang baru hamil merasa kewalahan oleh bau atau wewangian yang menyengat. Aroma tertentu bisa langsung memicu refleks muntah. Beberapa peneliti beranggapan bahwa kondisi ini disebabkan oleh tingkat estrogen yang meningkat. Meski demikian, itu hanyalah asumsi belaka.
  4. Perut yang sensitif. Beberapa saluran pencernaan wanita lebih sensitif terhadap perubahan yang terjadi saat awal kehamilan. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa wanita dengan bakteri Helicobacter pylori di perut mereka lebih cenderung mengalami mual dan muntah.
  5. Stres. Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa beberapa wanita secara psikologis cenderung mengalami mual dan muntah selama kehamilan. Ini merupakan respons abnormal terhadap stres. Meski demikian, tidak ada bukti yang konklusif untuk mendukung teori ini.

Untuk membantu mengatasi morning sickness pada ibu hamil, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Cara yang bisa ditempuh untuk mengatasi mual muntah yang terjadi di awal kehamilan, seperti mengonsumsi suplemen B6, obat antimuntah yang aman untuk ibu hamil, serta istirahat yang cukup.

Sampai di sini, belum ada penelitian yang berhasil membuktikan kaitan antara terjadinya morning sickness dengan jenis kelamin bayi dalam kandungan. Jadi daripada membuang waktu untuk menebak-nebak jenis kelamin janin dalam kandungan, bersabarlah menunggu untuk cek jenis kelamin janin lewat USG mulai usia kehamilan 16 minggu. Jangan lupa juga untuk menerapkan pola hidup sehat supaya kesehatan Anda dan janin senantiasa terjaga.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar