Sukses

Lakukan Ini untuk Mencegah Malaria di Rumah

Malaria bisa menyebabkan komplikasi dan dapat berujung pada kematian. Lakukan 4 langkah ini untuk mencegah malaria di rumah.

Klikdokter.com, Jakarta Sudah dikenal sejak lebih dari tiga ribu tahun yang lalu, penyakit malaria masih “betah” hinggap di Indonesia. Malaria adalah penyakit menular yang jika tidak ditangani dengan cepat dapat menimbulkan komplikasi berat yang dapat berujung pada kemutian. Namun, jangan sampai hal ini membuat Anda ketakutan, karena sebetulnya Anda dapat mencegah malaria di rumah.

Malaria masih menjadi masalah global, termasuk Indonesia 

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di tingkat global, termasuk di Indonesia. Pada tingkat global, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), angka kesakitan dan kematian akibat malaria cenderung menurun pada periode 2005-2015. Meski demikian, masih ada kurang lebih 3,2 miliar jiwa, atau hampir separuh penduduk dunia, yang berisiko tertular malaria. 

Pada tahun 2015, WHO memperkirakan ada sekitar 214 juta kasus baru malaria dengan kematian sekitar 438 ribu orang di seluruh dunia. Dari seluruh jumlah kematian akibat malaria di dunia, sekitar sepertiga atau 306 ribu terjadi pada balita.

Wilayah dengan angka kematian tertinggi adalah Afrika sebanyak 90 persen, diikuti oleh Asia Tenggara sebanyak 7 persen. Di Indonesia sendiri, prevalensi malaria pada tahun 2014 adalah 6 persen. Lima provinsi dengan insiden dan prevalensi tertinggi adalah Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

Saat ini, permasalahan malaria di Indonesia cenderung makin menurun. Pada tahun 2010, di Indonesia terdapat 465.764 kasus positif malaria, dan angka ini telah menurun menjadi 209.413 kasus pada tahun 2015.

Menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes), sejak dimulai lebih dari lima dasawarsa yang lalu, pengendalian malaria telah membuahkan hasil. Keberhasilan upaya pengendalian malaria di Indonesia dapat dilihat dari menurunnya angka kejadian malaria atau annual parasite incidence (API) secara nasional, sampai hanya 0,85 per 1000 pada tahun 2015. Lebih dari 80 persen kabupaten atau kota di wilayah Jawa, Bali, dan Sumatra Barat telah mencapai eliminasi malaria, yang artinya sekitar 74 persen penduduk Indonesia telah hidup di daerah bebas penularan malaria.

Menurut penjelasan dari dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter, penyakit malaria disebabkan oleh parasit jenis Plasmodium. Parasit ini lalu masuk ke dalam tubuh manusia dan menyebabkan penyakit, melalui gigitan nyamuk Anopheles.

Data menunjukkan bahwa Indonesia memiliki spesies nyamuk penyebab malaria terbanyak di dunia. Oleh karena itu, malaria merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai. Tidak semua orang di Indonesia rentan tertular malaria. Namun, orang-orang yang tinggal di daerah endemis seperti Papua, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, dan NTT, perlu waspada.

Meski malaria termasuk penyakit yang membahayakan, tapi malaria dapat dicegah. Penanggulangan malaria dapat dilakukan dengan dua tindakan, yaitu mencegah gigitan nyamuk dan mengonsumsi obat yang dapat mencegah parasit malaria berkembang biak di dalam tubuh. Untuk mencegah gigitan nyamuk, Anda dapat melakukannya di rumah.

Mencegah malaria di rumah

Berdasarkan paparan dari dr. Resthie, berikut ini langkah-langkah pencegahan malaria yang bisa Anda lakukan di rumah, khususnya jika Anda tinggal di daerah endemis malaria.

  1. Gunakan baju lengan panjang dan celana panjang, baik ketika Anda beraktivitas di luar maupun di dalam rumah. Pilihlah pakaian dengan bahan yang nyaman seperti katun.
  2. Gunakan losion antinyamuk atau insect repellent setiap 4-6 jam. Losion antinyamuk ini adalah salah satu jenis pestisida yang aman untuk kulit tubuh, dan terbukti efektif untuk menghalau nyamuk. Untuk pemakaian pada pagi hari, gunakan tabir surya terlebih dulu, lalu sekitar 10 menit kemudian oleskan losion antinyamuk. Hindari mengoleskan losion antinyamuk di sekitar mulut dan mata.
  3. Gunakan kelambu di tempat tidur. Studi membuktikan bahwa penggunaan kelambu sangat efektif untuk mencegah gigitan nyamuk penyebab malaria saat tidur. Menurut data dari Kemenkes, sampai dengan tahun 2015 cakupan penduduk berisiko tinggi malaria yang mendapatkan perlindungan kelambu antinyamuk di daerah endemis tinggi telah mencapai 87 persen.
  4. Tidurlah dalam suhu yang sejuk atau dingin. Umumnya, nyamuk enggan berada dalam ruangan bersuhu dingin. Jadi, usahakan ruangan kamar tidur Anda memiliki udara yang sejuk.

Meski angka kejadian malaria di Indonesia masih tinggi, tapi sebetulnya dapat dihindari dengan mencegah malaria di rumah. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal Anda, agar Anda dan keluarga dapat terhindar dari gigitan nyamuk.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar