Sukses

Minum Alkohol Bikin Gejala PMS Makin Parah?

Minum alkohol diyakini dapat memperburuk gejala PMS atau premenstrual syndrome. Benarkah demikian? Ini fakta medis yang perlu Anda tahu.

Klikdokter.com, Jakarta Minuman beralkohol seperti anggur, bir dan sejenisnya dapat mendatangkan banyak dampak buruk, apalagi bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Bahkan belakangan, banyak anggapan yang menyebutkan bahwa minum alkohol juga turut memperburuk gejala PMS atau premenstrual syndrome. Apa kata medis?

Sebelum mengungkap fakta mengenai anggapan tersebut, ada baiknya bila Anda berkenalan lebih jauh dengan PMS terlebih dahulu.

Apa itu PMS?

Berdasarkan penjelasan dr. Reza Pahlevi dari KlikDokter, PMS atau premenstrual syndrome adalah kombinasi gejala dari physical distress, psikologikal, dan/ atau perubahan tingkah laku. Gejala tersebut sangat parah, sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Gejala tipikal PMS muncul sekitar 2 minggu sebelum waktu menstruasi berikutnya. Gejala ini semakin memburuk seiring dengan dekatnya waktu menstruasi, dan membaik setelah menstruasi. Hal tersebut wajar terjadi dan tidak berbahaya,” ujarnya.

Alkohol vs PMS

Dilansir dari Newsweek.com, minum alkohol terbukti semakin memperburuk gejala PMS yang Anda rasakan. Sebagai pembuktian akan hal itu, penelitian dilakukan secara kolaboratif antara University of Santiago de Compostela dan University of Southampton, yang kemudian dituangkan dalam jurnal BMJ Open. Studi diambil di 8 negara berbeda, dengan sampel lebih dari 47.000 peserta.

Hasil penelitian menyebutkan, peminum alkohol kategori berat atau mengonsumi lebih dari satu gelas sehari disebut memiliki risiko 79% lebih buruk saat PMS. Bahkan, sekalipun Anda hanya minum satu gelas alkohol, risiko perburukan gejala PMS tetap bisa naik hingga 45%.

Peneliti menyebutkan, keadaan tersebut bisa terjadi karena alkohol dapat mengubah tingkat hormon steroid dan gonadotropin di dalam tubuh. Peneliti juga melaporkan bahwa alkohol dapat mengganggu bahan kimia vital di otak, yang terkait dengan suasana hati.

Apa yang harus dilakukan?

Profesor kedokteran Universitas Santiago de Compostela, Bahi Takkouche, mengatakan bahwa wanita yang rentan terhadap gejala PMS lebih baik menghindari minum alkohol sama sekali. Dia dan tim berharap agar kaum wanita dapat sadar dengan fakta tersebut, dan mampu memperkecil efek buruk dari alkohol yang bakal berdampak pada gejala PMS nantinya.

Senada dengan itu, dr. Reza menganjurkan para wanita untuk segera mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat. Hal ini bertujuan untuk menghindari gejala PMS berat, yang dapat menganggu aktivitas sehari-hari.

“Modifikasi gaya hidup dengan nutrisi seimbang (tinggi protein, vitamin dan mineral, serta rendah lemak maupun garam), ditambah dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayur dan gandum. Olahraga secara rutin dan teratur juga penting untuk mengurangi gejala PMS,” tuturnya.

“Jika keluhan PMS yang dirasakan sangat berat hingga mengganggu aktivitas, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter umum atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Dokter akan melakukan wawancara dan pemeriksaan terkait dengan kondisi Anda,” lengkap dr. Reza.

Jadi, ya, minum alkohol terbukti dapat memperburuk gejala PMS atau premenstrual syndrome. Karena itu, Anda dianjurkan untuk membatasi atau menghindari sama sekali konsumsi jenis minuman tersebut, apalagi menjelang waktu menstruasi tiba.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar