Sukses

Avicii Sempat Undur Diri dari Panggung Musik Sebelum Meninggal Dunia

Salah pionir EDM dunia asal Swedia, DJ Avicii, ditemukan meninggal dunia di Muscat, Oman. Ia diketahui punya gangguan kesehatan yang cukup serius.

Klikdokter.com, Jakarta Tim Bergling, atau ranah hiburan lebih mengenalnya sebagai DJ Avicii, ditemukan meninggal dunia pada hari Jumat (20/04) di Muscat, Oman, pada sore hari waktu setempat. Dunia pun berduka atas kepergiannya yang masih terbilang sangat muda, yaitu 28 tahun

Kabar meninggalnya Avicii ini dikonfirmasi lewat sebuah pernyataan seperti dilansir di laman CNN, “Dengan kesedihan hati yang mendalam, Tim Bergling telah meninggal dunia, yang juga dikenal sebagai Avicii. Ia ditemukan meninggal di Muscat, Oman, pada hari Jumat, 20 April, sore hari waktu setempat. Pihak keluarga dirundung duka dan meminta semua pihak untuk menghormati privasi mereka di masa sulit ini.”

Tidak disebutkan penyebab meninggalnya Avicii. Lewat pernyataan yang sama, pihak perwakilan Avicii tidak akan memberikan pernyataan lebih lanjut.

Sempat pensiun dini karena mengalami gangguan kesehatan

Salah satu DJ yang membesarkan electronic dance music (EDM), yang kabarnya mengantongi 250.000 dolar AS per malam saat tur, diketahui memiliki beberapa masalah kesehatan.

Avicii harus menyudahi aktivitas manggung karena mengidap penyakit pankreatitis akut. Dilaporkan ia masuk rumah sakit pertama kalinya karena penyakit tersebut pada Januari 2012. Kebiasaan mengonsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan diyakini sebagai penyebab utamanya.

Dua tahun kemudian, ia berjuang dengan masalah kesehatan lain yang mengharuskannya kembali dilarikan ke rumah sakit. Ia dilaporkan menjalani operasi pengangkatan kantung empedu dan usus buntu. Avicii pun harus membatalkan beberapa pertunjukan karena proses penyembuhannya. Pada Maret 2016, surat perpisahan pun ia sampaikan kepada para penggemar. Panggung di Ushuaia Ibiza, Spanyol, adalah panggung terakhirnya.

“Saya sangat bersyukur dapat melakukan perjalanan ke seluruh dunia dan tampil di panggung, tetapi saya sisa waktu saya sedikit sekali untuk kehidupan saya yang sebenarnya selain sebagai seorang DJ,” kata Avicii pada waktu itu seperti dikutip di BBC.

Dalam sebuah wawancara dengan The Hollywood Reporter tahun 2016, ia pun mengatakan, “Keputusan ini dikarenakan kondisi kesehatan saya. Bukan karena manggung dan bukan pula karena musik. Ini selalu tentang hal-hal di luar itu yang tidak pernah terasa alami. Di luar karier saya sebagai seorang seniman, pada dasarnya saya adalah seorang introvert. Ini selalu terasa sulit bagi saya. Sepertinya saya terlalu banyak mengambil energi negatif.”

Beberapa waktu yang lalu ia mengumumkan bahwa dirinya akan kembali ke dapur studio. Ia pun merilis album EP, Avĩci (01), yang mendapatkan nominasi penghargaan musik Billboard untuk kategori album elektronik beberapa hari sebelum kabar duka datang.

Antara pankreatitis akut, usus buntu, dan kantung empedu

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, pankreatitis dan konsumsi alkohol merupakan masalah yang serius seperti kerusakan permanen pada pankreas. “Jika diketahui memiliki pankreatitis tapi tetap mengonsumsi alkohol, maka dapat mengganggu kerja organ-organ lainnya,” kata dr. Vita.

Pankreatitis akut adalah peradangan pada pankreas yang terjadi dalam waktu cepat. Pankreas adalah organ pencernaan di belakang lambung yang memiliki dua fungsi, yaitu:

  • Membuat enzim yang membantu pencernaan protein, lemak, dan karbohidrat sebelum diserap oleh usus
  • Membuat hormon insulin yang mengendalikan tubuh dan menyimpan glukosa

Avicii pun diketahui melakukan prosedur pengangkatan kantung empedu dan usus buntu. Dikatakan oleh dr. Vita, tubuh seseorang tanpa kantung empedu sebetulnya tidak berbahaya, asalkan orang tersebut menghindari makanan yang mengandung lemak, minyak, dan santan. Sebab pada dasarnya kantung empedu bertugas menyaring lemak di tubuh.

Meski hingga kini tidak disebutkan apa penyebab Avicii meninggal dunia, tapi dari berbagai masalah kesehatan yang sempat dialaminya Anda bisa memetik pelajaran untuk senantiasa menjaga kesehatan. Apalagi jika Anda memiliki aktivitas yang bisa menyebabkan gaya hidup yang tak sehat.

(RH)

0 Komentar

Belum ada komentar