Sukses

Air Mineral dan Air Demineral, Mana Lebih Baik?

Jenis air apa yang lebih baik untuk diminum, air mineral atau air demineral?

Klikdokter.com, Jakarta Air merupakan komponen utama dalam tubuh manusia. Karena itu, asupan air sangat penting bagi tubuh. Tanpa air, tubuh tak akan bisa melakukan proses metabolisme dan kesehatan pun akan terganggu. Air minum yang baik sangat sangat mendukung berbagai proses dalam tubuh, entah itu air mineral ataupun air demineral.

Air mineral adalah air yang mengandung mineral atau bahan-bahan larut lain yang mengubah rasa atau memberi nilai-nilai terapi. Mineral yang terdapat dalam air mineral jumlahnya bisa banyak ataupun sedikit. Komponen mineralnya sendiri bisa bermacam-macam, seperti zink, zat besi, kalsium, dan magnesium.

Banyak orang yang menganggap bahwa air minum biasa sama dengan air mineral. Padahal, air minum juga ada yang demineral, yang artinya mineral-mineral yang terkandung dalam air tersebut sudah didistilasi. Air demineral ini juga sering disebut sebagai air murni.

Manfaat air mineral

Faktanya, tubuh manusia tidak mampu memproduksi mineral. Oleh karena itu, Anda harus mendapatkannya dari luar tubuh, yang salah satunya adalah dengan mengonsumsi air mineral.

Kandungan mineral dalam air diklaim penting untuk membantu fungsi kerja beberapa bagian tubuh. Dikatakan oleh dr. Anita Amalia Sari dari KlikDokter, air mineral didapat dari sumber air kaya mineral atau biasanya dapat pula ditambahkan mineral ke dalamnya.

Mengenai manfaatnya, dr. Anita menjelaskan  bahwa air mineral baik untuk dikonsumsi karena mengandung sejumlah mineral, seperti magnesium dan kalsium, yang kadarnya mencapai empat kali dibandingkan dengan air biasa. Kandungan magnesium sendiri berperan untuk mencegah penyakit jantung dan gangguan saraf, sedangkan kalsium bermanfaat untuk membentuk dan menjaga kesehatan tulang.

Lebih lengkapnya, manfaat air mineral bagi tubuh antara lain:

  • Menurunkan berat badan
  • Meningkatkan kesehatan tulang
  • Menurunkan tekanan darah
  • Menurunkan tingkat kolesterol jahat (LDL)
  • Menyehatkan pencernaan
  • Menjaga kinerja otot
  • Menjaga keseimbangan elektrolit
  • Mengurangi risiko batu ginjal
  • Menjaga kecantikan kulit
1 dari 2 halaman

Manfaat air demineral

Beda dengan air mineral, air demineral merupakan air yang tidak mengandung mineral. Air jenis ini diperoleh melalui proses pemurnian seperti distilasi (pemisahan zat-zat kimia), deionisasi (menetralisasi ion positif dan negatif), reverse osmosis (pemurnian), atau proses lain yang setara dan aman diminum. Pada zaman dulu, orang mendapakan air jenis ini dengan meminum air embun kala sakit untuk tujuan penyembuhan.

Menurut Dr. Charles Mayo dari Mayo Clinic , tubuh manusia membutuhkan mineral organik yang bisa didapat dari sayur, buah, maupun daging. Sementara mineral yang ada dalam air biasa adalah mineral anorganik yang sebetulnya tidak dibutuhkan tubuh. Mineral jenis ini membuat sel tubuh bekerja lebih berat. Karenanya, minum air yang tidak mengandung mineral atau sedikit mineral akan lebih bermanfaat bagi kesehatan.

Dikatakan juga oleh Dr. Allan E. Bani lewat bukunya Your Water and Your Health, mengonsumsi air non mineral tidak berpengaruh buruk terhadap kesehatan, melainkan bermanfaat ganda, karena tidak menambah kadar mineral anorganik yang sudah lama tertimbun dalam jaringan tubuh, dan membantu membersihkan mineral anorganik yang terdapat di dalam tubuh.

Meski dua pendapat di atas mengindikasikan bahwa air demineral lebih sehat ketimbang air mineral, tapi berdasarkan penelitian yang dilakukan Badan Kesehatan Dunia (WHO), mengonsumsi air yang tidak mengandung mineral dapat meningkatkan risiko osteoporosis, hipertensi, serangan jantung, dan hipotiroid. Selain itu, hilangnya elektrolit dalam air dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Jadi, mana yang lebih baik?

Banyak orang yang mengklaim bahwa air minum yang mengandung mineral lebih sehat. Di sisi lain, sedikit juga yang mengatakan bahwa air minum tanpa mineral jauh lebih bermanfaat bagi tubuh.

“Tim air mineral” mengatakan mereka membutuhkan asupan mineral dengan berbagai manfaatnya yang dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan “tim air demineral” mengatakan bahwa mineral pada air bersifat anorganik yang tidak dibutuhkan tubuh.

Mineral anorganik yang terkandung pada air dapat mengandung unsur seperti timbal hitam (Pb), besi teroksidasi, merkuri, arsenik, aluminium, atau bahan-bahan kimia lain hasil dari resapan tanah. Jika unsur-unsur tersebut menumpuk pada tubuh manusia, bisa menyebabkan gangguan kesehatan. Nah, meski air demineral terdengar kurang sehat – karena kandungan mineralnya dihilangkan – tapi proses distilasi yang dilakukan dapat menghilangkan logam berbahaya dan bahan kimia beracun.

Lalu mana yang lebih baik? Jawabannya adalah tergantung dari kebutuhan dan mana yang lebih cocok dikonsumsi oleh tubuh Anda. Tubuh memang pada dasarnya membutuhkan mineral untuk membantu proses metabolisme. Tapi ingat, mineral juga bisa didapat dari sumber makanan seperti buah, sayur, dan daging sehingga sumber utamanya tak harus dari air mineral. Meski demikian, bagi orang-orang dengan kondisi tertentu (misalnya, asupan mineralnya harus dibatasi) air demineral bisa menjadi solusi.

Dikatakan oleh dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter, yang penting adalah memenuhi kebutuhan cairan dengan minum air minimal 8 gelas per hari. Jadi, apapun jenis air minum pilihan Anda, air mineral atau air demineral, pastika kebutuhan air minum Anda tercukupi.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar