Sukses

Kenali Bedanya Pusing dan Sakit Kepala

Orang sering menyamakan pusing dan sakit kepala. Padahal, dua istilah ini punya kondisi yang berbeda.

Klikdokter.com, Jakarta Keluhan pusing dan sakit kepala sering disamakan oleh hampir sebagian besar masyarakat. Akibatnya, saat menyampaikan keluhan kepada dokter atau tenaga medis, terjadi kebingungan, apakah gejala yang dialami adalah pusing atau sakit kepala. Hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakat masih menganggap kedua istilah tersebut sebagai kondisi yang sama.

Nyatanya, pusing dan sakit kepala adalah gejala yang berbeda, dengan penyebab yang berbeda pula. Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui perbedaan keduanya. Hal ini karena penyampaian infomasi yang kurang tepat saat wawancara medis (anamnesis) dengan dokter, akan berisiko menimbulkan kekeliruan diagnosis. Dikhawatirkan pengobatan yang didapat menjadi kurang optimal.

Pusing (dizziness)

Pusing adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan sensasi seperti melayang atau akan pingsan. Ada dua hal yang biasanya dihubungkan dengan pusing, yaitu:

  • Lightheadedness atau dikenal dengan kliyengan atau nggeliyeng. Pada kondisi ini, Anda merasa pandangan gelap, lemah, tidak seimbang, mual, muntah, tetapi tidak disertai pusing berputar.
  • Vertigo. Bila pusing yang Anda alami terasa berputar atau lingkungan di sekitarnya seakan berputar, maka Anda mengalami vertigo. Keluhan vertigo dapat disertai mual, muntah, serta kehilangan keseimbangan.

Pusing dapat disebabkan oleh berbagai hal. Beberapa penyebabnya mulai dari infeksi telinga dalam, tekanan darah rendah (hipotensi), kadar gula darah rendah (hipoglikemia), kekurangan sel darah merah dan zat besi (anemia), serta kekurangan cairan (dehidrasi) akibat muntah atau diare. Untuk mengetahui penyebab kondisi yang Anda alami, periksalah ke dokter.

Sakit kepala (headache)

Sakit kepala merupakan rasa nyeri di sebagian atau seluruh area kepala. Rasa nyeri tersebut biasanya dapat dideskripsikan dengan jelas oleh penderitanya, misalnya nyeri seperti ditusuk, ditindih benda berat, seperti diikat, atau berdenyut.

Selain itu, sakit kepala juga dapat muncul tiba-tiba atau perlahan, menetap ataupun hilang-hilang timbul. Kondisi tersebut bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam.

Pada jenis sakit kepala tertentu, migrain misalnya, Anda akan mengalami gejala khas seperti melihat kilatan cahaya, mendadak merasa silau, yang diikuti dengan sakit kepala. Gejala khas tersebut disebut dengan aura.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

International Headache Society membagi sakit kepala menjadi dua klasifikasi, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder.

  • Sakit kepala primer. Sakit kepala ini tidak diketahui jelas penyebabnya. Biasanya terjadi karena adanya peningkatan aktivitas di otak. Yang termasuk dalam kelompok sakit kepala ini adalah migrain, sakit kepala tipe tegang (tension type headache), dan sakit kepala cluster (cluster headache).
  • Sakit kepala sekunder. Sakit kepala ini disebabkan oleh faktor eksternal. Berbagai penyebab tersebut antara lain benturan kepala, perdarahan akibat cedera kepala, infeksi sinus akut (sinusitis), tekanan darah tinggi, infeksi gigi dan rongga mulut, termasuk kurang istirahat.

Bisa jadi pertanda bahaya

Baik pusing maupun sakit kepala bisa menjadi pertanda adanya sesuatu yang mengancam nyawa seperti stroke, serangan jantung, gangguan irama jantung (aritmia), atau radang selaput otak (meningitis). Anda perlu waspada bila pusing atau sakit kepala yang Anda alami diikuti dengan sejumlah gejala tertentu.

Beberapa gejala yang harus Anda waspadai seperti muntah terus-menerus, bicara menjadi pelo, anggota tubuh melemah mendadak, sesak napas, dada berdebar, sakit kepala hebat, atau leher kaku dan sulit digerakkan. Bila merasakan gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Nah, sekarang Anda telah mengetahui perbedaan antara pusing dan sakit kepala. Keduanya memerlukan pengobatan yang berbeda sesuai penyebabnya. Dengan mengetahui kondisi tersebut, Anda dapat menghindari kesalahan diagnosis karena penyebutan gejala yang keliru. Dengan demikian Anda dapat memberikan informasi yang tepat kepada dokter, sehingga Anda juga bisa mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

[RN/ RVS]

1 Komentar