Sukses

Badan Kurus, Sudah Pasti Gejala HIV?

Gejala HIV juga bisa tampak dari kondisi tubuh yang kurus. Tapi, apakah seseorang dengan badan kurus pasti mengidap HIV?

Klikdokter.com, Jakarta Human Immunodeficiency Virus alias HIV merupakan penyakit berbahaya, yang dapat menyerang siapa saja. Penyakit ini memberikan gejala yang bervariasi, tergantung tingkat keparahannya. Salah satu gejala HIV yang paling kasat mata adalah badan kurus. Lantas, apakah seseorang yang punya badan kurus sudah pasti mengidap HIV?

Sebelum mengetahui jawabannya, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui tentang tahapan gejala HIV menurut dr. Fiona Amelia berikut ini:

● Gejala HIV tahap I

Gejala HIV tahap awal mirip dengan infeksi virus pada umumnya. Gejala ini biasanya terjadi 2-6 minggu setelah tubuh terinfeksi. Gejala HIV yang muncul pada tahap pertama, di antaranya:

  • Nyeri kepala
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Nyeri saat menelan
  • Ruam merah tidak gatal yang muncul di bagian dada

● Gejala HIV tahap II

Menurut dr. Fiona Amelia, pada tahap kedua, pengidap HIV biasanya tidak mengalami gejala yang signifikan dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun. Jikapun timbul, gejalanya dapat berupa:

  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, yang ujung-ujungnya menyebabkan terjadinya badan kurus.
  • Infeksi saluran napas atas yang sering kambuh.
  • Gatal pada kulit.
  • Peradangan pada mulut.
  • Infeksi jamur pada kuku dan jari.

● Gejala HIV tahap III

Saat memasuki tahap ketiga, pengidap HIV akan mengalami gejala yang khas. Bahkan, sebagian besar penderita merasakan tubuh yang sangat lemah dan tidak bertenaga. Selain itu, gejala HIV lainnya yang muncul pada tahap ini, di antaranya:

  • Penurunan berat badan lebih parah dari yang sebelumnya.
  • Diare kronis.
  • Radang mulut akut.
  • Keringat malam.
  • Kesulitan bernapas.
  • Mudah berdarah atau memar.

● Gejala HIV tahap IV

Saat memasuki tahap ini, infeksi HIV akan berubah menjadi AIDS. Gejala-gejala yang muncul, di antaranya:

  • HIV wasting syndrome, dimana penderita akan mengalami badan kurus kering dan tidak bertenaga.
  • Infeksi paru.
  • Sesak napas.
  • Nyeri kepala hebat dan menetap.
  • Luka di kemaluan dan anus.
1 dari 2 halaman

Badan Kurus sudah pasti gejala HIV?

Jawabannya adalah tidak. Dengan kata lain, seseorang yang punya badan kurus tak berarti dirinya mengidap HIV. Karena pada dasarnya, badan kurus itu sendiri dapat terjadi akibat kondisi selain HIV.

Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri, kondisi-kondisi yang dapat menyebabkan seseorang punya badan kurus, antara lain:

1. Keturunan atau genetik

Jika memiliki ibu, ayah, kakek, atau nenek yang memiliki badan kurus, kemungkinan Anda untuk mengalami kondisi yang sama akan meningkat berlipat ganda.

2. Kurang asupan kalori

Kalori merupakan zat gizi yang menjadi sumber bahan bakar utama tubuh. Jadi, jika Anda kekurangan kalori, tubuh akan membakar lemak sebagai sumber energi cadangan. Semakin banyak lemak yang dibakar untuk bahan bakar tubuh, semakin besar pula kemungkinan terjadinya badan kurus.

3. Hipertiroidisme

Penyakit ini menyebabkan peningkatkan metabolisme tubuh, yang mengakibatkan berbagai organ lebih aktif dari biasanya. Keadaan ini membuat tubuh membutuhkan lebih banyak energi untuk dapat bekerja dengan maksimal.

Jika orang dengan penyakit tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan kalori sehari-hari, maka tubuhnya akan membakar simpanan lemak sebagai energi. Alhasil, badan kurus tak bisa lagi dihindari.

4. Tuberkulosis

Infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru, kelenjar getah bening, dan organ lainnya dapat menyebabkan terjadinya badan kurus. Ini karena saat tubuh terkena infeksi kuman penyebab tuberkulosis tersebut, metabolisme akan meningkat untuk melawan infeksi yang terjadi.

5. Kanker

Sebagian besar kasus penyakit kanker diawali dengan gejala demam hilang timbul, badan berkeringat di malam hari, dan penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa badan kurus tak pasti gejala HIV. Apalagi bila Anda tidak memiliki riwayat perilaku yang berisiko, seperti berganti-ganti pasangan, berhubungan intim dengan pasangan sesama jenis, atau menggunakan narkoba jarum suntik.

Namun, meski badan kurus tidak melulu gejala HIV, tak ada salahnya bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter, guna memastikan ada atau tidaknya penyakit yang bersembunyi di balik kondisi tubuh yang Anda miliki.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar