Sukses

Apa Akibatnya Jika Ibu Hamil Kena TBC?

Tuberkulosis atau TBC dapat menyerang siapapun, termasuk ibu hamil. Apa saja akibatnya? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Klikdokter.com, Jakarta TBC merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium Tuberkulosis. TBC dapat menyerang seluruh organ tubuh, namun tempat infeksi terseringnya ialah paru (sekitar 80% kasus). Hal ini sangat berbahaya jika terjadi pada ibu hamil.

Hampir semua infeksi TBC ditularkan akibat menghirup partikel-partikel infeksius (droplet) yang keluar saat orang batuk, bersin maupun bicara. Hingga saat ini tuberkulosis (TBC/TB) masih menjadi masalah kesehatan di dunia, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

TBC saat hamil harus diobati dengan benar karena dapat berakibat timbulnya gangguan kesehatan hingga kematian bagi ibu dan janin.

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), TBC merupakan salah satu dari 10 penyebab kematian utama di dunia. Dalam 5 tahun terakhir, TBC merupakan penyebab utama kematian akibat infeksi tunggal, mengalahkan HIV/AIDS. \

Pada tahun 2016, di dunia diperkirakan 10,4 juta orang terkena TBC dan sepertiga di antaranya ialah wanita.  Sekitar 56% persen di antaranya terjadi di lima negara berikut: India, Indonesia, Cina, Filipina dan Pakistan. Di Indonesia sendiri, menurut WHO, diperkirakan sekitar 1,2 juta orang terkena TBC.

Namun, data yang masuk ke Kementerian Kesehatan RI baru sekitar 420.000 kasus. Pada tahun 2011, sekitar 200.000 ibu hamil di dunia terkena TBC.

Akibat TBC pada ibu hamil

Sebagian besar ibu hamil yang terkena TBC tidak menunjukkan kelainan yang mencurigakan. Hal ini menyebabkan dokter sedikit lebih sulit untuk mendiagnosis TBC pada kehamilan. Tanda-tandanya tertutupi oleh keluhan-keluhan ibu hamil. Gejala penurunan berat badan yang umumnya terjadi pada penderita TBC agak sulit untuk dilihat pada ibu hamil.

Selain itu, gejala lemas dan lesu sering diartikan sebagai keluhan akibat kehamilan. Gejala TBC pada ibu hamil sama seperti gejala TBC pada umumnya, yaitu batuk lebih dari 2 minggu atau batuk berdarah, demam, lemah, lesu, sesak napas, keringat malam, nyeri dada dan nafsu makan menurun.

Akibat TB pada ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti keparahan penyakit, usia kehamilan saat terdiagnosis TBC, ada atau tidak ada penyebaran infeksi ke luar paru, adanya penyakit HIV dan akses pengobatan.  Akibat TBC saat kehamilan sendiri antara lain:

1. Keguguran

2. Berat janin kurang di dalam kandungan

3. Persalinan premature, terutama jika telat terdiagnosis, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya persalinan prematur 9x lipat

4. Kemungkinan kematian janin dan ibu meningkat 4x lipat

5. Bayi lahir dengan berat lahir rendah

6. TBC Kongenital

Meskipun jarang terjadi, TBC kongenital pada bayi (bayi sejak lahir terkena TBC) memiliki angka kematian yang cukup tinggi. TBC kongenital terjadi akibat penyebaran infeksi melalui aliran darah ibu ke janin atau akibat tertelannya cairan ketuban yang terinfeksi.

Pada ibu hamil yang terkena TBC, harus diberi pengobatan. Ibu hamil tidak perlu takut untuk mengonsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) karena keuntungan yang diperoleh jika mengonsumsi OAT jauh lebih besar dibandingan dengan membiarkan TBC paru tidak diobati. Pengobatan penting diberikan agar proses kehamilan dan kelahiran bayi berjalan lancar sertabayi yang terlahir tidak tertular TBC.

Dokter tentunya akan memilihkan obat yang sesuai dengan kondisi kehamilan. OAT yang tidak boleh diberikan pada ibu hamil ialah yang berasal dari golongan aminoglikosida, seperti streptomisin dan kanamisin. Kedua obat ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan keseimbangan yang menetap pada bayi.

Bagi ibu hamil dan memiliki keluarga yang sedang dalam pengobatan TBC atau terdiagnosis TBC, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Dengan demikian, dapat dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui tertular atau tidak.

Jika ternyata diketahui positf menderita TBC, ibu hamil dapat langsung diberikan pengobatan, sehingga komplikasi TBC pada ibu hamil dapat dicegah dan diatasi sedini mungkin. Kesehatan ibu hamil sangatlah penting. Dengan menjaga kesehatan ibu saat hamil, secara tidak langsung menjaga kesehatan bayi di dalam kandungan juga.

[NP/ RVS]

1 Komentar