Sukses

Penyebab Badan Lemas setelah Makan

Setelah makan siang dan harus kembali bekerja, badan justru jadi lemas dan mengantuk. Apa penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Pastinya banyak dari Anda yang pernah mengalami ini—rasa kantuk dan badan lemas yang menyergap setelah makan. Setelah jam makan siang berakhir dan harus kembali ke layar komputer untuk kembali bekerja, rasanya justru sulit untuk membuka mata. Mengapa setelah makan justru malah diikuti dengan badan lemas dan dorongan untuk tidur siang? Perlukah Anda khawatir?

Umumnya, badan lemas dan rasa kantuk yang dirasakan setelah makan adalah hal yang normal. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kondisi pasca makan ini. Berikut ini adalah berbagai penyebabnya.

1. Mengonsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan

Menurut ahli nutrisi Lisa Guy seperti dilansir di laman Body and Soul, ketika Anda merasa lemas setelah makan, hal ini dapat dikaitkan dengan makanan yang tinggi gula dan karbohidrat olahan. Jenis-jenis makanan ini bisa menyebabkan naiknya kadar gula darah, yang lalu menurun dan mengakibatkan turunnya energi.

Sekresi insulin yang berlebihan, yang merupakan cara tubuh untuk menyeimbangkan kadar gula darah, menyebabkan triptofan berpindah ke otak, yang lalu terjadi proses metabolisme menjadi serotonin dan melatonin. Neurotransmiter ini memiliki efek menenangkan dan membantu mengatur tidur. Untuk membantu menyeimbangkan gula darah dan level insulin, pilih makanan alami yang tinggi serat dan protein seperti gandum, kacang polong, dan kacang-kacangan.

2. Mengonsumsi makanan tinggi protein

Ditambahkan juga oleh dr. Kartika Mayasari, makanan jika dikonsumsi terlalu banyak sampai menyebabkan Anda kekenyangan, apalagi makanan yang mengandung protein tinggi seperti bayam, telur, keju, tahu, dan ikan—menyimpan triptofan asam amino di dalamnya, yang digunakan oleh tubuh untuk menciptakan serotonin. Serotonin ini dapat menyebabkan badan lemas dan mengantuk.

3. Siklus sistem pencernaan

Menurut dr. Kartika, rasa lemas dan mengantuk adalah reaksi tubuh terhadap perubahan kimiawi  selama proses pencernaan berlangsung. Tubuh menggunakan cukup banyak energi untuk mencerna makanan yang baru saja dikonsumsi.

4. Diabetes

Diabetes adalah kondisi kesehatan yang memengaruhi produksi insulin pada tubuh, yang diperlukan untuk mengatur kadar gula darah. Ketika Anda makan, tubuh mulai menyimpan gula dalam sel-selnya. Namun, jika Anda punya diabetes, tubuh tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk mengendalikan berapa banyak gula yang disimpan. Lonjakan gula darah dari makanan dapat membuat tubuh terasa lemas dan lesu, karena adanya kelebihan gula dalam aliran darah dan sel-sel tubuh.

5. Kurang berolahraga

Tak hanya dapat membantu Anda tidur lebih nyenyak pada malam hari, olahraga juga dapat membantu Anda tetap terjaga dan waspada pada pagi hingga sore hari saat beraktivitas. Berbagai penelitian menemukan bahwa olahraga secara rutin dapat membantu meningkatkan energi dan mengurangi rasa lelah. Dengan kata lain, gaya hidup sedenter tak akan membantu Anda menjalani hari dengan bugar dan aktif. Selain dengan mulai rutin berolahraga, dr. Kartika menyarankan untuk tetap aktif setelah makan, misalnya dengan berjalan mengitari kantor, untuk mencegah rasa lemas.

6. Kurang tidur

Kurang tidur dapat memengaruhi efek badan lemas dan rasa kantuk yang Anda rasakan setelah makan. Jika Anda merasa relaks dan kenyang, tubuh bisa jadi butuh istirahat, khususnya jika Anda kurang tidur pada malam sebelumnya.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, disarankan untuk mulai memiliki jadwal tidur secara teratur, yaitu tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya, menjauhi stres, serta berolahraga sebagai bagian dari rutinitas harian Anda. Hal-hal tersebut dapat membantu tidur Anda lebih berkualitas.

7. Penyebab lain

Kembali menurut Lisa, penyebab lain badan lemas setelah makan bisa jadi terkait dengan alergi makanan atau adanya intoleransi, yang biasanya diasosiasikan dengan masalah pencernaan seperti perut kembung, gangguan pencernaan, konstipasi, atau diare.

Jika Anda mencurigai adanya alergi terhadap jenis makanan tertentu, cobalah untuk tidak mengonsumsinya selama dua minggu, lalu coba konsumsi lagi. Ini adalah cara terbaik untuk mengidentifikasi makanan yang mungkin membuat Anda alergi. Sistem cerna yang buruk juga dapat membuat badan terasa lemas setelah makan.

Penyebab lainnya bisa jadi karena kondisi anemia, kelenjar tiroid yang kurang aktif, penyakit celiac, dan sleep apnea.

Jika kondisi badan lemas yang Anda rasakan setelah makan telah berlangsung lama, dan Anda memiliki gangguan kesehatan seperti yang telah disebutkan di atas, segera periksa ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat. Jika Anda tidak menyadari adanya kondisi medis yang mendasari tetapi memiliki gejala lain selain rasa kantuk dan badan lemas setelah makan, kunjungan ke dokter ini akan membantu Anda mengindentifikasi keluhan tersebut.

[RN/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar