Sukses

Konsumsi Kedelai Berlebih, Akibatkan Penis Kecil?

Kedelai sudah biasa dikonsumsi. Namun, ada anggapan bahwa konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan penis kecil.

Kacang kedelai adalah salah satu jenis tanaman polong-polongan yang berasal dari Asia. Kedelai sudah menjadi bagian dari makanan tradisional orang-orang Asia lebih dari ribuan tahun yang lalu.

Pada masa sekarang ini, kedelai sudah banyak dikonsumsi, tidak hanya sebagai sumber protein yang berasal dari tumbuhan, tetapi juga sebagai salah satu bahan dari banyak makanan yang diproses.

Banyak diolah sebagai bahan makanan, kedelai ternyata menuai kontroversi. Sebagian orang menganggap kedelai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, sedangkan sebagian lagi percaya tentang efek buruk kedelai untuk pria, yakni dapat menjadi penyebab penis kecil. Benarkah demikian?

Manfaat Kedelai bagi Kesehatan

Kedelai mengandung nutrisi tinggi yang mempunyai banyak manfaat kesehatan. Salah satu manfaat kedelai adalah memperbaiki kadar kolesterol, khususnya kolesterol jahat (LDL). Penelitian menemukan, produk kedelai dapat menurunkan kolesterol LDL dan kolesterol total serta menaikkan kolesterol baik (HDL).

Artikel Lainnya: Susu Kedelai, Nutrisi Nabati yang Menyehatkan

Perbaikan akibat konsumsi produk kedelai ini lebih ditemukan pada orang dengan kadar kolesterol yang tinggi sebelumnya.

Kedelai juga dapat meningkatkan kesuburan bagi para wanita yang sedang berusaha untuk punya anak atau sedang menjalani pengobatan kesuburan, serta mengurangi gejala menopause. Sementara itu, meskipun kedelai mempunyai manfaat kesehatan, efeknya pada beberapa kondisi masih belum jelas.

Kedelai mengandung isoflavon yang bertindak seperti hormon estrogen dalam tubuh. Karena kanker payudara membutuhkan estrogen untuk tumbuh, mungkin ini adalah salah satu alasan bahwa kedelai dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Akan tetapi, penelitian mengenai ini belum ditemukan.

1 dari 3 halaman

Benarkah Konsumsi Kedelai Sebabkan Penis Kecil?

Anggapan konsumsi kedelai berlebih dapat mengakibatkan penis kecil mungkin muncul karena kedelai mengandung phytoestrogen, yang diduga memengaruhi produksi hormon testosteron pada laki-laki. Akan tetapi, berdasarkan hasil banyak penelitian, kedelai tidak memengaruhi produksi hormon testosteron pada laki-laki.

Artikel Lainnya: 10 Keunggulan Penis Kecil yang Harus Anda Tahu

Pada sebanyak 15 penelitian ditemukan bahwa konsumsi makanan kedelai, bubuk protein, atau suplemen isoflavon hingga 70 gram protein kedelai dan 240 mg isoflavon kedelai per hari tidak memengaruhi hormon testosteron. Justru, kedelai dapat menurunkan risiko kanker prostat.

Penelitian pada hewan menunjukkan hubungan antara kedelai dengan kanker payudara dan gangguan pada hormon laki-laki. Namun ternyata, penelitian pada manusia menunjukkan hasil yang berbeda.

 

2 dari 3 halaman

Efek Buruk Kedelai bagi Pria

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa kedelai mengandung isoflavon dalam konsentrasi tinggi. Hal ini banyak menjadi perhatian para peneliti, karena isoflavon  memiliki struktur yang serupa dengan estrogen. Lalu, apa sebenarnya efek buruk kedelai bagi pria?

Jika mengonsumsi kedelai dalam jumlah yang berlebih, kandungan estrogen yang sudah ada di dalam tubuh dapat tergantikan. Selain itu, kemungkinan kadar estrogen dalam tubuh akan meningkat juga tidak dapat dihindari.

Karena alasan ini, muncul anggapan tentang dampak kedelai bagi pria yang akan memengaruhi fungsi vitalitas dan kesuburan. Hal itu masuk akal karena pria tidak dapat menoleransi estrogen dalam jumlah yang besar dalam tubuh.

Kedelai memang mengandung bahan yang serupa dengan hormon wanita estrogen, tetapi ada juga makanan lain yang mengandung bahan ini. Kandungan pada kedelai pun beragam, sehingga tidak dapat disimpulkan bahwa konsumsinya dapat mengganggu pertumbuhan penis.

Manfaat baik lebih banyak ditemukan, jika dibandingkan dengan efek buruk kedelai untuk pria. Kandungan estrogen dalam kedelai juga dibutuhkan oleh tubuh pria, tetapi dengan jumlah yang terbatas. Oleh sebab itu, makanlah kedelai dan produk olahan kedelai lainnya dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan. Semoga bermanfaat!

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar