Sukses

Memperbesar Penis dengan Pompa Vakum, Amankah?

Pompa vakum disebut sebagai metode yang dapat digunakan untuk memperbesar penis secara efektif dan aman. Benarkah ini?

Klikdokter.com, Jakarta Ukuran penis sering dijadikan sebagai patokan pria perkasa. Semakin besar ukuran penis yang dimiliki, tingkat keperkasaan seorang pria juga semakin tinggi. Tak heran, banyak pria yang belomba-lomba untuk memperbesar ukuran organ vital mereka, salah satunya dengan metode pompa vakum. Anda salah satunya?

Tidak dimungkiri, pompa vakum memang kerap dianggap dapat memperbesar penis oleh sebagian pria. Karena alat tersebut bekerja dengan “menarik” aliran darah ke penis, sehingga bila dilakukan secara rutin dapat membuat ukuran penis terlihat lebih besar dari yang sebelumnya. Tak sekadar itu, metode ini juga dituding mampu mengatasi masalah kesulitan ereksi.

Bagaimana fakta medisnya?

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati, pompa penis memang dapat “menarik” aliran darah ke penis dan menyebabkan organ vital tersebut tampak lebih besar. Namun, perbesaran yang terjadi hanya bersifat sementara.

“Bukannya membuat ukuran penis lebih besar, pompa vakum justru dapat menyebabkan pembengkakan dan rusaknya jaringan elastis di organ vital tersebut,” paparnya.

Tak berhenti di situ, ternyata ada pula efek samping lain yang mungkin timbul akibat tindakan memperbesar penis dengan pompa vakum. Beberapa efek samping tersebut, di antaranya:

· Tanda biru hingga kehitaman pada penis

Vakum penis dapat meninggalkan bekas lebam berwarna biru hingga kehitaman pada penis. Meski tidak menimbulkan keluhan nyeri atau sakit, keadaan ini bisa sangat mengganggu penampilan penis.

· Kekuatan ejakulasi lebih lemah

Tarikan vakum pada penis dapat merusak struktur jaringan di area vital tersebut. Alhasil, sperma yang keluar dari penis akan memiliki kekuatan yang lebih rendah. Meski begitu, keadaan ini umumnya tidak menimbulkan keluhan nyeri dan tidak mengganggu kenikmatan orgasme itu sendiri.

· Ereksi menjadi tidak optimal

Seperti diketahui, memperbesar penis dengan pompa vakum dapat menyebabkan kerusakan struktur jaringan dan pembuluh darah yang ada di penis. Jika kerusakan tersebut tidak segera diatasi dan terus berlanjut hingga makin parah, penis tidak dapat berereksi secara optimal. Malah, bukan tak mungkin akan berujung pada impotensi alias tak bisa ereksi sama sekali, atau penis mati rasa (baal).

Adakah cara yang aman?

Menurut dr. Suci Dwi Putri, operasi merupakan satu-satunya jalan keluar bagi Anda yang ingin memperbesar ukuran penis. Ini karena pada saat operasi, ligamen yang mengikat penis akan dipotong, sehingga organ vital tersebut akan tampak lebih besar dan panjang.

“Saat operasi, alat peregang khusus akan dipasang di penis untuk beberapa bulan guna mendapatkan perbesaran ukuran penis yang permanen,” kata dr. Suci.

Namun, dr. Suci menyebutkan bahwa operasi untuk memperbesar ukuran penis juga memiliki efek samping.

“Operasi untuk memperbesar ukuran penis dapat menyebabkan timbulnya jaringan parut, dan posisi ereksi mengarah ke bawah,” ungkapnya.

Mengetahui adanya fakta di atas, Anda sebaiknya tidak coba-coba untuk memperbesar penis dengan pompa vakum atau teknik lain yang khasiatnya belum terbukti secara medis. Bukannya memperbesar ukuran penis, tindakan tersebut malah mendatangkan efek samping yang sangat mengerikan, yang pada akhirnya justru dapat menghilangkan keperkasaan seorang pria sama sekali.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar