Sukses

Wajah Kedutan Terus-menerus, Waspada Penyakit Ini!

Kedutan pada wajah tak hanya menimbulkan rasa tak nyaman, tapi juga bisa sebagai pertanda adanya suatu penyakit.

Klikdokter.com, Jakarta Siapa yang tak pernah mengalami kedutan? Pada masyarakat yang percaya akan mitos, kedutan di wajah dipercaya sebagai suatu pertanda akan terjadinya berbagai hal. Misalnya kedutan di mata kanan bisa merupakan pertanda akan datangnya rezeki dan keberuntungan, sedangkan kedutan di mata kiri diartikan bahwa Anda akan segera bertemu orang yang terkasih. Sah saja jika Anda percaya, tapi faktanya kedutan dapat dijelaskan secara medis.

Penjelasan medis tentang kedutan

Secara teori medis, kedutan terjadi ketika bagian motorik di dalam sistem saraf pusat memberikan sinyal kepada sekelompok otot untuk berkontraksi berulang-ulang tanpa kendali. Sering kali kedutan dapat menghilang sendiri dalam waktu hitungan menit atau hingga beberapa hari.

Kedutan bisa dirasakan di beberapa bagian tubuh, seperti jari, betis, ataupun wajah. Pada wajah, kedutan biasanya dialami di area mata. Penyebab terjadinya kedutan yang paling sering adalah stres, kelelahan, berbagai emosi yang dirasakan, kram, gangguan saraf, hingga konsumsi zat tertentu seperti kafein dan alkohol.

Kedutan yang hanya dirasakan sesekali bukanlah suatu masalah. Namun, jika kedutan yang Anda alami pada wajah terjadi secara terus-menerus dan sudah berlangsung cukup lama, ada kemungkinan kedutan ini merupakan gejala dari penyakit hemifacial spasm.

Hemifacial spasm, apa itu?

Hemifacial spasm—atau juga dikenal sebagai tic convulsif--merupakan suatu kondisi terjadinya kontraksi otot pada satu sisi wajah yang tidak dapat dikontrol. Biasanya kondisi ini lebih sering terjadi pada sisi wajah sebelah kiri.

Penyakit ini bisa dialami baik oleh pria maupun wanita. Pada wanita, biasanya kondisi ini lebih sering ditemui pada usia setengah baya maupun lanjut usia. Selain itu, hemifacial spasm lebih umum terjadi pada orang Asia. Meskipun demikian, sebenarnya kondisi ini jarang terjadi. Rasio kasusnya kurang lebih 11 kasus dari 100.000 orang.

Timbulnya hemifacial spasm disebabkan oleh iritasi dari saraf fasialis, yaitu saraf yang berhubungan dengan fungsi motorik dan sensorik di wajah. Fungsi motoriknya berperan dalam mengontrol kontraksi otot di wajah, sedangkan fungsi sensoriknya berperan dalam pengaturan sensasi pada lidah dan telinga.

Penyebab iritasi pada saraf fasialis tersebut umumnya terjadi akibat desakan yang ditimbulkan oleh arteri yang berdekatan. Selain itu, desakan terhadap saraf fasialis juga bisa timbul akibat adanya tumor, kelainan pembuluh darah sejak lahir, ataupun kerusakan saraf. Kondisi ini bisa menjadi sangat berbahaya jika tidak dideteksi secara dini dan ditangani secara tepat.

1 dari 2 halaman

Waspada juga adanya penyakit multiple sclerosis

Perlu Anda ketahui, kadang kondisi hemifacial spasm juga bisa menjadi gejala awal dari penyakit multiple sclerosis. Penyakit ini terjadi akibat adanya mekanisme destruksi terhadap saraf oleh sistem imunitas tubuh sendiri, atau biasa disebut sebagai mekanisme autoimun. Multiple sclerosis merupakan penyakit yang berbahaya karena mekanisme autoimun tersebut bisa menyerang sistem saraf pusat, termasuk otak.

Gejala awal dari hemifacial spasm biasanya berupa kedutan di area kelopak mata kiri. Kedutan ini bisa terjadi secara kuat hingga memaksa kelopak mata tertutup. Bila tidak diobati dengan baik, maka lama-kelamaan hemifacial spasm bisa semakin parah dan menyerang ke bagian otot-otot wajah lainnya. Saat otot mulut terkena, maka mulut bisa terlihat mencong. Penurunan kemampuan mendengar juga mungkin timbul, bahkan hingga kehilangan fungsi pendengaran alias tuli.

Selain mengetahui keluhan dan gejala serta melakukan pemeriksaan fisik, untuk menegakkan diagnosis hemifacial spasm diperlukan pemeriksaan penunjang seperti magnetic resource imaging (MRI), computed tomography (CT scan), dan angiography (arteriography). Beberapa pemeriksaan penunjang ini perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab iritasi pada saraf fasialis dan melihat kemungkinan adanya desakan jaringan di sekitar.  

Perlu Anda ingat bahwa tidak selamanya kedutan di wajah dicetuskan karena faktor stres atau kelelahan, tapi bisa juga didasari oleh adanya suatu penyakit yang berat. Oleh karena itu, jangan remehkan kedutan yang Anda alami. Jika kedutan yang Anda alami dirasakan secara terus-menerus dan tak juga reda, segera periksakan diri ke dokter.  

[RN/ RVS]

3 Komentar