Sukses

Wajah Kedutan Terus-menerus, Waspada Penyakit Ini!

Kedutan pada wajah tak hanya menimbulkan rasa tak nyaman, tapi juga bisa sebagai pertanda adanya suatu penyakit.

Siapa yang tak pernah mengalami wajah kedutan? Pada masyarakat yang percaya akan mitos, kedutan di wajah dipercaya sebagai suatu pertanda akan terjadinya berbagai hal.

Misalnya, kedutan di mata kanan bisa merupakan pertanda akan datangnya rezeki dan keberuntungan. Sedangkan kedutan di mata kiri diartikan bahwa Anda akan segera bertemu orang yang terkasih.

Sah saja jika Anda percaya dengan hal-hal tersebut. Tapi faktanya, wajah kedutan dapat dijelaskan secara medis, lho!

1 dari 4 halaman

Wajah Kedutan Menurut Medis

Secara teori medis, kedutan terjadi ketika bagian motorik di dalam sistem saraf pusat memberikan sinyal kepada sekelompok otot untuk berkontraksi berulang-ulang tanpa kendali.

Sering kali kedutan dapat menghilang sendiri dalam waktu hitungan menit atau hingga beberapa hari.

Kedutan bisa dirasakan di beberapa bagian tubuh, seperti jari, betis, ataupun wajah. Pada wajah, kedutan biasanya dialami di area mata.

Penyebab terjadinya kedutan yang paling sering adalah stres, kelelahan, berbagai emosi yang dirasakan, kram, gangguan saraf, hingga konsumsi zat tertentu seperti kafein dan alkohol.

Artikel Lainnya: Kiat Mudah agar Kulit Berminyak Tidak Berjerawat

Kedutan yang hanya dirasakan sesekali bukanlah suatu masalah. Namun, jika kedutan pada wajah terjadi terus-menerus, ada kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh penyakit hemifacial spasm.

2 dari 4 halaman

Hemifacial Spasm, Apa Itu?

Hemifacial spasm—atau dikenal sebagai tic convulsif–adalah suatu kondisi terjadinya kontraksi otot pada satu sisi wajah yang tidak dapat dikontrol. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wajah sebelah kiri.

Hemifacial spasm bisa dialami oleh pria maupun wanita. Pada wanita, kondisi ini lebih sering ditemui pada usia setengah baya maupun lanjut usia.

Selain itu, hemifacial spasm lebih umum terjadi pada orang Asia. Meski demikian, sebenarnya kondisi ini jarang terjadi. Rasio kasusnya kurang lebih 11 kasus dari 100.000 orang.

Timbulnya hemifacial spasm disebabkan oleh iritasi dari saraf fasialis, yaitu saraf yang berhubungan dengan fungsi motorik dan sensorik di wajah.

Fungsi motoriknya berperan dalam mengontrol kontraksi otot di wajah, sedangkan fungsi sensoriknya berperan dalam pengaturan sensasi pada lidah dan telinga.

Penyebab iritasi pada saraf fasialis tersebut adalah desakan yang ditimbulkan oleh arteri yang berdekatan.

Di samping itu, desakan terhadap saraf fasialis juga bisa timbul akibat adanya tumor, kelainan pembuluh darah sejak lahir, ataupun kerusakan saraf.

Hemifacial spasm bisa menjadi sangat berbahaya jika tidak dideteksi secara dini dan ditangani secara tepat.

Artikel Lainnya: Penyebab Bercak Putih di Wajah

3 dari 4 halaman

Waspada juga Adanya Penyakit Multiple Sclerosis

Perlu Anda ketahui, kondisi hemifacial spasm kadang juga bisa menjadi gejala awal dari penyakit multiple sclerosis.

Multiple sclerosis terjadi akibat adanya mekanisme destruksi terhadap saraf oleh sistem imunitas tubuh sendiri, atau biasa disebut sebagai mekanisme autoimun.

Multiple sclerosis merupakan penyakit yang berbahaya, karena mekanisme autoimun tersebut bisa menyerang sistem saraf pusat, termasuk otak.

Gejala awal dari hemifacial spasm biasanya berupa kedutan di area kelopak mata kiri. Kedutan ini bisa terjadi secara kuat hingga memaksa kelopak mata tertutup.

Bila tidak diobati dengan baik, maka lama-kelamaan hemifacial spasm bisa semakin parah dan menyerang ke bagian otot-otot wajah lainnya.

Saat otot mulut terkena, maka mulut bisa terlihat mencong. Penurunan kemampuan mendengar juga mungkin timbul, bahkan hingga kehilangan fungsi pendengaran alias tuli.

Selain mengetahui keluhan dan gejala serta melakukan pemeriksaan fisik, untuk menegakkan diagnosis hemifacial spasm diperlukan pemeriksaan penunjang.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dimaksud, misalnya magnetic resource imaging (MRI), computed tomography (CT scan), dan angiography (arteriography).

Pemeriksaan penunjang tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab iritasi pada saraf fasialis dan melihat kemungkinan adanya desakan jaringan di sekitar.  

Perlu Anda ingat bahwa penyebab wajah kedutan tudak melulu faktor stres atau kelelahan, tapi bisa juga didasari oleh adanya suatu penyakit yang berat.

Karena itu, jangan remehkan wajah kedutan yang Anda alami. Jika keluhan dirasakan berulang, segera berobat ke dokter untuk mengetahui penyebab wajah kedutan dan cara terbaik mengobatinya.

[RN/ RVS]

3 Komentar