Sukses

Ada Anggota Keluarga Mengalami Gejala HIV? Lakukan Ini!

Bagaimana cara tepat menghadapi anggota keluarga yang mengalami gejala HIV?

Klikdokter.com, Jakarta HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan salah satu virus mematikan yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Seseorang yang sudah mengalami gejala HIV perlu diberikan pengobatan yang paripurna, karena dirinya sangat rentan terhadap apa pun, termasuk dapat menularkan penyakitnya ke orang-orang sekitar.

Atas alasan itu, seseorang yang mengidap HIV kerap dikucilkan dari masyarakat. Ini karena orang yang demikian dianggap sudah sangat “rusak”, sehingga perlu dijauhi agar orang lain tidak ikut-ikutan “rusak”. Namun, tahukah Anda bahwa tindakan tersebut sebenarnya sangat tidak tepat?

Ya, seseorang yang mengidap HIV – apalagi jika ia adalah anggota keluarga sendiri –janganlah dikucilkan. Lantas, tindakan apa saja yang sebaiknya dilakukan?

  • Kenali faktor risiko dan gejala HIV

Risiko seseorang terjangkit virus HIV menjadi semakin tinggi bila dirinya melakukan perilaku seks bebas atau hobi berganti pasangan, punya tato di tubuhnya, atau sering berurusan dengan jarum suntik yang tidak steril.

Jika terdapat anggota keluarga yang kebetulan melakukan tindakan-tindakan tersebut, Anda sebaiknya lebih peka dan awas.

Biasanya, orang-orang yang terjangkit virus HIV akan mengeluhkan gejala awal seperti mual, muntah, nyeri kepala, kelemahan, diare, pegal dan nyeri otot, nyeri tenggorokan, serta demam.

Seiring waktu, keluhan-keluhan tersebut menjadi semakin parah. Di fase ini, penderita dapat mengalami demam selama lebih dari 2 minggu, diare kronis, dan berat badan turun secara mendadak tanpa diet.

  • Ajak ke dokter

HIV dapat menyerang siapa saja, dari anak, dewasa muda hingga orang yang lanjut usia sekalipun. Jika Anda memiliki anggota keluarga dengan perilaku berisiko HIV, ajak mereka untuk memeriksakan diri ke dokter guna mengetahui kondisi tubuh yang sebenarnya.

Sedangkan, jika ada anggota keluarga yang positif HIV dalam keadaan hamil, tenangkan dirinya dan segera ajak untuk berobat ke dokter, agar segera mendapatkan penanganan dan pengobatan yang tepat. Dengan tidak menunda untuk memeriksakan diri ke dokter, berarti bisa memperkecil pula risiko HIV dari ibu hamil kepada bayinya.

  • Jangan menghindar

Seperti telah disinggung sebelumnya, Anda tidak perlu menghindari atau bahkan mengucilkan seseorang yang mengidap HIV, apalagi jika orang tersebut adalah anggota keluarga Anda sendiri. Ini karena virus HIV hanya dapat menular melalui hubungan seksual, paparan darah atau cairan tubuh penderita, sekresi vagina, serta air susu ibu. Berarti, berjabat tangan, berpelukan, atau sekadar bersentuhan dengan penderita tidak akan membuat Anda tertular penyakit tersebut.

Jika Anda terpaksa berurusan langsung secara rutin dengan penderita HIV, misalnya harus memandikan penderita HIV, membersihkan sisa-sisa air seni, feses atau lainnya, gunakanlah sarung tangan dan pakaian yang menutup seluruh tubuh. Bila Anda memiliki luka terbuka di bagian tubuh mana pun, tutupi luka tersebut dengan perban atau sejenisnya, sebelum Anda membantu penderita HIV mengerjakan hal-hal tersebut di atas.

  • Berikan motivasi

Penilaian orang-orang luar mungkin akan sangat mengganggu dan memengaruhi beban mental seorang penderita HIV. Oleh karenanya, motivasi serta dukungan dari keluarga dan sanak saudara adalah segalanya bagi penderita HIV.

Temani mereka, ajak bermain atau ngobrol. Selain itu motivasi mereka untuk selalu mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter secara rutin dan teratur. Hindari memberikan komentar dalam bentuk apa pun mengenai kondisi penderita.

Mengingat beban yang harus ditanggung, maka jangan biarkan siapa pun atau anggota keluarga yang mengidap HIV hidup sendirian. Edukasi diri Anda dan orang-orang di sekitar, dengan segala bentuk informasi yang berhubungan dengan penyakit berbahaya ini. Dengan demikian, jika Anda mendapati salah satu anggota keluarga atau kerabat dekat mengalami gejala HIV, Anda dapat segera memberikan pertolongan.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar