Sukses

Hindari Darah Tinggi dengan Cek Tekanan Darah di Rumah

Kampanye Cek Tekanan Darah di Rumah (Ceramah) digiatkan untuk mengurangi risiko penyakit jantung dan darah tinggi pada usia produktif.

Klikdokter.com, Jakarta Menurut laporan dari BPJS tahun 2017, angka kejadian penyakit yang berkaitan langsung dengan hipertensi seperti gagal ginjal, strok dan penyakit jantung semakin meningkat. Oleh sebab itu kampanye pencegahan penyakit darah tinggi sedang ramai digalakkan, salah satunya lewat kebiasaan cek tekanan darah di rumah.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah di atas nilai normal, yaitu melebihi 140/ 90 mmHg.

Pendiri InaSH (Indonesian Society of Hypertension) yang juga merupakan Pakar Hipertensi yakni dr. Arieska Ann Soenarta, SpJP, FIHA, FAsCC, menjelaskan pada acara Kampanye Ceramah (Cek Tekanan Darah di Rumah), Kamis (22/2/2018) lalu. Ia mengatakan bahwa sekitar 30 persen kematian di dunia disebabkan oleh kelainan kardiovaskular, yang juga erat kaitannya dengan hipertensi.

Bahaya hipertensi

Penelitian dari Reach Registry mengemukakan bahwa 90.3 persen pasien hipertensi disertai tiga atau lebih dari faktor risiko kardiovaskular. Oleh sebab itu, penting bagi pasien hipertensi untuk memperhatikan juga faktor risiko kardiovaskular yang mungkin dialami.

“Pada pasien hipertensi, jantung dapat mengalami pembengkakan saat tekanan darah pasien tinggi. Penyumbatan aliran darah pada darah koroner. Apabila tidak ditindaklanjuti dapat menimbulkan jantung koroner hingga kematian,” ucap dr. Arieska.

Kondisi seseorang yang menderita hipertensi bisa jadi menimbulkan penyakit lain yang tak kalah berbahaya. Menurut dr. Melyarna Putri, dinding pembuluh darah pada pasien dengan tekanan darah tinggi akan rusak menjadi tidak rata. Dinding pembuluh darah yang tidak rata tersebut menyebabkan mudahnya terjadi sumbatan.

“Kerusakan pembuluh darah ini apabila mengenai pembuluh darah jantung bisa menyebabkan kematian otot jantung. Kondisi ini dapat mengancam nyawa. Sebab bila jantung  tidak dapat berfungsi, asupan darah ke seluruh tubuh pun akan terhenti,” terangnya.

Tak hanya itu, kerusakan pembuluh darah di otak juga dapat menyebabkan kematian jaringan otak yang kemudian berujung pada strok. Begitu pula kerusakan pembuluh darah di ginjal bisa menimbulkan kondisi gagal ginjal.

1 dari 2 halaman

Hindari hipertensi dengan pengecekan berkala

Salah satu cara untuk menjaga tekanan darah tetap di dalam batas normal adalah dengan mengukur tekanan secara mandiri di rumah. Jika dilakukan dengan benar, rutin dan menggunakan alat yang akurat, hasilnya akan sangat valid.

Keterangan dari dr. Yuda Turana, Sps yang juga merupakan Ketua InaSH menyebutkan bahwa cek tekanan darah di rumah memungkinkan hasil pengukuran yang lebih rendah daripada di klinik. “Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kondisi pasien yang merasa lebih relaks saat melakukan pengecekan di rumah,” jelasnya.

Lakukan pengecekan tekanan darah di pagi hari (maksimal 1 jam setelah bangun tidur), setelah buang air kecil dan sebelum sarapan. Pengecekan dilakukan saat Anda duduk dan 30 menit sebelumnya tidak diperkenankan untuk olahraga, merokok atau mengonsumsi alkohol.

Sangat dianjurkan untuk melakukan pengecekan sebanyak dua kali dengan jarak pengecekan selama 1 menit. Anda boleh berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan pengecekan di rumah secara mandiri.

Pemeriksaan tekanan darah secara mandiri di rumah secara rutin sangatlah penting. Karena dengan menjalankannya, Anda jadi lebih tahu variasi tekanan darah sendiri, dan dapat lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang banyak mengandung garam.

Kurangi konsumsi garam

Selain faktor keturunan yang tak dapat dihindari, faktor lain yang harus diperhatikan penderita hipertensi adalah asupan garam. Dari penjelasan dr. Arieska, konsumsi garam yang berlebih dapat menyebabkan kelebihan cairan dalam tubuh, sehingga menambah beban kerja pembuluh darah.

“Garam yang dimaksud di sini adalah garam Natrium, seperti yang terkandung di dalam garam dapur, soda kue, baking powder, bahan pengawet makanan dan vetsin,” ucapnya. Oleh sebab itu, penderita hipertensi disarankan untuk melakukan diet rendah garam.

Dengan melakukan pengecekan tekanan darah secara mandiri di rumah serta mengurangi konsumsi garam, diharapkan Anda dapat terhindar dari risiko penyakit hipertensi. Imbangi hal tersebut dengan gaya hidup sehat, konsumsi buah dan sayur serta olahraga dengan jarak waktu setidaknya 2 jam sebelum atau setelah pengecekan.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar