Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Cara Menjaga Kesehatan di Musim Hujan Agar Tidak Kena Hipotermia

Cara Menjaga Kesehatan di Musim Hujan Agar Tidak Kena Hipotermia

Salah satu penyakit yang bisa terjadi saat musim hujan adalah hipotermia. Waspada, ini yang bisa Anda lakukan sebagai cara mencegah hipotermia.

Batuk, flu, diare, dan demam, merupakan penyakit yang biasa menjangkiti di musim hujan. Tapi ada yang jarang disadari, meski punya bahaya yang mematikan, yakni hipotermia.

Hipotermia adalah kondisi yang ditandai dengan turunnya suhu tubuh secara drastis. Bila tidak ditangani segera, hiptermia bisa membahayakan nyawa. 

Saat musim hujan, suhu cenderung dingin. Menghadapi keadaan tersebut, tubuh punya mekanisme termostat untuk menjaga suhu di dalam tetap stabil. Suhu inti tubuh normal berkisa 37 derajat Celcius.

Bila suhu lingkungan yang dihadapi cukup ekstrem, tubuh tak akan sanggup menjaga suhu. Alhasil, suhu tubuh bisa anjlok hingga di bawah 35 derajat Celcius. Kondisi tersebut yang disebut hipotermia

Selain kedinginan ekstrem, hipotermia juga menyebabkan wajah pucat, menggigil, gangguan konsentrasi, penurunan kesadaran hingga koma.

Artikel Lainnya: 3 Gejala Hipotermia yang Perlu Anda Ketahui

Nah, agar Anda tidak mengalami keadaan tersebut, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda terapkan sebagai cara mencegah hipotermia saat musim hujan:

1 dari 3 halaman

1. Periksa Cuaca Sebelum Bepergian

Selalu periksa kondisi cuaca tempat tujuan sebelum Anda berpergian. Persiapkan juga segala sesuatunya sebelum melangkahkan kaki ke keluar rumah. 

Apabila sedang hujan, sediakan jaket yang agak tebal dan payung. Siapkan juga pakaian cadangan untuk menggantikan yang sebelumnya jika basah.

2. Selalu Kenakan Pakaian Berlapis 

Ketika harus bepergian di suhu udara dingin, langkah paling sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan pakaian berlapis. Meski agak sedikit repot, tapi hal ini lebih ringan ketimbang harus melawan hipotermia.

Pastikan pakaian tersebut menutup semua bagian tubuh. Kenakan topi, sarung tangan, dan syal bila Anda merasa kedinginan. Segera ganti pakaian apabila basah.

3. Hindari Berolahraga di Cuaca Dingin 

Berhati-hatilah saat berolahraga di luar ruangan pada musim hujan. Keringat dapat membuat Anda lebih rentan terkena hipotermia.

4. Hindari Berenang

Usahakan tubuh tetap dalam kondisi kering. Hindari berenang sambil hujan-hujanan, apalagi dalam waktu lama. 

Semakin lama Anda berada di air saat cuaca sedang dingin, semakin besar pula risiko hipotermia.

Artikel Lainnya: Mengenal Cara Kerja Selimut Anti Hipotermia

2 dari 3 halaman

5. Cukup Cairan dan Makanan

Tubuh memerlukan bahan bakar untuk mempertahankan suhunya tetap optimal. Mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat akan memberikan pasokan energi dengan cepat. 

Jika akan keluar rumah saat cuaca dingin, jangan lupa membawa snack bar agar Anda tidak kelaparan dan mudah kedinginan.

Minumlah juga banyak cairan sebelum dan selama aktivitas kala cuaca dingin. Anda mungkin tidak merasakan haus, namun sebenarnya tubuh masih kehilangan cairan melalui keringat dan saat bernapas. 

6. Hindari Minum Kafein atau Alkohol 

Saat cuaca hujan dan dingin, hindari konsumsi alkohol dan kopi. Keduanya dapat menyebabkan pembuluh darah melebar, sehingga melepas panas lebih banyak. Hal ini dapat menurunkan suhu tubuh.

Alkohol juga akan mempengaruhi kemampuan Anda untuk peka terhadap kondisi tubuh. Alhasil, risiko hipotermia bisa melonjak.

7. Konsultasi kepada Dokter

Terdapat beberapa obat yang dapat meningkatkan risiko hipotermia, seperti antidepresan, obat jantung, dan lain-lain. 

Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter apabila Anda harus mengonsumsi obat tersebut saat beraktivitas di cuaca hujan atau dingin. 

Hipotermia bisa berdampak fatal, apalagi jika terlambat ditangani. Oleh karena itu, terapkan cara mencegah hipotermia saat musim hujan seperti yang telah dijelaskan agar Anda terhindar dari risiko komplikasi akibat kondisi ini.

Apabila punya pertanyaan mengenai cara menjaga kesehatan di musim hujan atau hal-hal lain seputar kondisi fisik dan mental, Anda dapat berkonsultasi kepada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi KlikDokter.

(NB/JKT)

0 Komentar

Belum ada komentar