Sukses

Amankah Pakai Sabun Pembersih Kewanitaan Tiap Hari?

Ini alasannya mengapa sabun pembersih kewanitaan tak perlu digunakan secara obsesif.

Klikdokter.com, Jakarta Anda pengguna setia sabun pembersih kewanitaan? Berapa kali Anda memakainya dalam sehari? Jika jawabannya adalah pagi-siang-malam seperti jadwal makan, mulailah untuk lebih menghargai vagina Anda dan berhenti mengusik kedamaiannya. Baca lebih lanjut untuk mengetahui alasannya.

Anda mengganggu keseimbangan vagina

Vagina memiliki ekosistem tersendiri di dalamnya, yang sangat unik sekaligus dinamis. Terdiri atas bakteri ‘baik’, bakteri ‘jahat’, pH (kadar keasaman), dan kelembapan, vagina dapat melakukan fungsinya dengan baik sehingga hampir tak memerlukan bantuan dari Anda. Hanya saja, keseimbangan ini sangat sensitif terhadap perubahan, baik dari dalam maupun luar tubuh Anda.

Beberapa hal yang dapat mengacaukan keseimbangan vagina adalah terlalu sering membersihkan vagina, perubahan kadar hormon, penggunaan antibiotik, hubungan seksual, serta kehamilan dan menyusui.

Ya, mencuci vagina terlalu sering—dengan air atau sabun pembersih kewanitaan— dapat membuat keseimbangan di dalamnya tersendat karena mengubah kadar pH. Untuk diketahui, pH vagina yang sehat berada di antara 3,5–4,5. Jika Anda tak memiliki gangguan, vagina akan mengatur dirinya sendiri dan membuatnya tetap berada dalam kisaran asam ini.

Bila pH vagina tidak sehat, Anda mungkin akan mengalami keputihan yang tak seperti biasanya, misalnya berbau tak sedap atau berwarna kuning. Bisa juga terjadi vaginosis bakterialis, infeksi vagina yang umum dialami wanita usia 15–44 tahun.

Karena itu, mencuci vagina secara berlebihan adalah satu kesalahan besar. “Vagina termasuk area yang sensitif. Saya menganjurkan untuk membersihkannya sekali sehari dengan air,” kata Dr. Sangeeta Agnihotri, seorang ahli ginekologi, dilansir Telegraph.

Ia juga menambahkan bahwa tendensi wanita untuk membersihkan vagina secara berlebihan malah dapat mengakibatkan iritasi dan gatal-gatal.

Hal-hal yang wajib diperhatikan

Tak semua produk sabun pembersih kewanitaan cocok untuk organ intim Anda. Khususnya bagi Anda yang memiliki kulit sensitif. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memilih merek yang tepat.

Pertama, cek baik-baik komposisi di dalamnya sebelum membeli. Ini sangat penting bagi Anda yang memiliki riwayat iritasi atau alergi dengan kandungan tertentu. Jika luput, kesehatan vagina Anda yang akan terkena imbasnya.

Apalagi, kandungan bahan kimia yang digunakan terlalu lama juga dapat memengaruhi hormon kewanitaan dan berdampak pada kesuburan. Demikian ungkap dr. Ellen Theodora kepada Klikdokter.

Agar lebih aman, Anda dapat memilih sabun pembersih kewanitaan yang memiliki bahan alami, seperti daun sirih yang bersifat minimum inhibitory concentration atau konsentrasi hambat minimum, sehingga dapat tetap melindungi bakteri ‘baik’ di dalam vagina.  

Sebisa mungkin juga, pilih sabun pembersih kewanitaan yang tidak mengandung pewangi atau beraroma ringan. “Produk yang beraroma terlalu kuat ditakutkan dapat menyebabkan infeksi, yang kemudian memicu keputihan berbau tidak sedap dan gatal,” jelas Ellen.

Setelah membersihkan vagina, jangan lupa untuk selalu mengeringkannya dengan handuk bersih. Pastikan juga untuk membilas vagina di bagian luarnya saja agar tidak memicu iritasi.

Hal lain yang tak kalah penting adalah jangan buru-buru menjadikan produk khusus kewanitaan (atau perawatan kewanitaan) sebagai juru selamat. Maksudnya, jika Anda merasa memiliki keputihan yang abnormal, tindakan pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencari bantuan medis. Bukan pergi ke spa lalu melakukan ratus vagina, yang faktanya dapat berefek buruk terhadap organ intim.   

Bila vagina Anda memiliki bau, itu wajar dan Anda tak perlu merasa tidak nyaman. Kecuali jika mengeluarkan aroma amis ikan yang menyengat, sebab ini bisa jadi pertanda vaginosis bakterialis. Dan lagi-lagi, Anda perlu berkonsultasi kepada dokter mengenai kondisi ini, bukan menjelajahi rak supermarket kemudian membeli spray vagina.

Sebenarnya vagina Anda tak butuh banyak produk agar selalu sehat, karena ia memiliki mekanisme sendiri untuk membersihkan dirinya. Kalaupun Anda ingin membeli sabun pembersih kewanitaan, perhatikan baik-baik kandungannya atau berkonsultasi dulu kepada dokter. Anda juga tak perlu terlalu obsesif dalam mencuci vagina, sehari sekali juga sudah cukup. Singkat kata: Leave her alone!

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar