Sukses

Tren Selebritas Suntik Vitamin B12, Perlukah Ditiru?

Untuk tingkatkan stamina, suntik vitamin B12 banyak dilakukan oleh selebritas. Perlukah tren ini diikuti?

Klikdokter.com, Jakarta Suntik vitamin B12 adalah suntikan yang biasa diresepkan untuk mengobati seseorang yang memiliki defisiensi atau kekurangan vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan beragam masalah kesehatan seperti kelelahan hingga perubahan neurologis secara permanen.

Injeksi vitamin B12 dipercaya dapat membantu menurunkan berat badan, metabolisme yang lebih cepat, kualitas tidur lebih baik, serta meningkatkan stamina dan mood. Tentu saja hal ini dapat memengaruhi produktivitas dan kreativitas. Mungkin karena manfaat-manfaat itulah yang membuat banyak selebritas rutin melakukan injeksi vitamin B12. Mulai dari Madonna, Lea Michelle, Justin Timberlake, hingga Katy Perry.

Dari kacamata medis, berikut ini adalah beberapa manfaat utama vitamin B12 bagi tubuh.

  • Meningkatkan fungsi kognitif dan mencegah demensia. Namun, pada mereka yang fungsi otaknya masih baik, injeksi vitamin B12 tidak akan membawa peningkatan fungsi otak. Jadi hanya efektif bagi mereka yang fungsi otaknya sudah menurun atau sudah lanjut usia.
  • Rendahnya kadar vitamin B12 dalam tubuh dikaitkan dengan terjadinya depresi. Injeksi B12 secara rutin mampu mengurangi angka muncul dan kambuhnya depresi.
  • Vitamin B12 mampu menurunkan kadar homosistein yang dikaitkan dengan risiko penyakit jantung.
  • Rendahnya kadar vitamin B12 dalam tubuh dapat menurunkan massa tulang sehingga berisiko mengalami osteoporosis.
  • Tidak mudah lelah dan memperbaiki mood
  • Vitamin B12 dipercaya dapat menurunkan kadar lemak dalam tubuh, menjaga berat badan tetap ideal, dan meningkatkan metabolisme.
1 dari 2 halaman

Bolehkah suntik vitamin B12 secara rutin?

Mengenai tren ini, dr. Theresia Rina Yunita memberi tanggapan pada Klik Dokter. “Sebetulnya suntik vitamin B12 secara rutin hanya diberikan bagi mereka yang terbukti secara medis mengalami defisiensi vitamin B12. Jadi, walau dilakukan secara rutin dampaknya tidak akan terlalu signifikan,” ungkapnya.

Kembali dikatakan oleh dr. Theresia, pemberian injeksi B12 secara rutin boleh-boleh saja, asal sesuai indikasi. Sesuai indikasi di sini maksudnya adalah apabila ditemukan defisiensi vitamin B12 oleh dokter.

Untuk Anda yang menderita defisiensi vitamin B12, biasanya injeksi akan diberikan setiap hari selama beberapa hari, kemudian dilanjutkan tiap minggu, lalu rutin satu kali dalam sebulan. Namun, untuk mereka yang sehat dan tidak mengalami kondisi kekurangan vitamin B12, penyuntikan ini tidak diperlukan karena tidak akan memberikan manfaat signifikan.

Sejauh ini tidak ada bukti dampak negatif injeksi vitamin B12 secara rutin termasuk penyuntikan pada mereka yang tidak memiliki defisiensi. Hal ini karena vitamin B12 tidak bersifat toksik, meskipun diberikan dalam dosis besar. Meski begitu, efek samping injeksi meliputi bengkak, nyeri dan kemerahan di lokasi penyuntikan. Selain itu, sakit kepala, vertigo, mual, muntah, diare, lemas, dan kesemutan juga dapat dialami sebagai efek dari injeksi vitamin B12. Efek samping yang paling parah adalah sesak napas dan nyeri dada. Mereka yang dilarang untuk untuk diberikan injeksi B12 adalah wanita hamil dan menyusui.

Jika Anda memiliki defisiensi B12, sebelum memutuskan untuk melakukan suntik vitamin B12 Anda bisa mencoba mengonsumsi makanan berprotein yang dikenal tinggi kandungan vitamin B12. Mulai dari ikan haring, tuna, sarden, salmon, kod, kepiting, kerang, kaviar, daging sapi, kambing, ayam, serta keju dan telur.

Jika tekad untuk suntik vitamin vitamin B12 sudah bulat, konsultasikan terlebih dulu ke dokter Anda mengenai kondisi Anda, termasuk obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Ini penting karena ada beberapa jenis obat yang tidak bisa “berinteraksi” dengan vitamin B12, seperti chloramphenicol (obat untuk mengobati infeksi bakteri pada mata) dan obat antiretroviral (atau ARV, yang digunakan untuk mengobati infeksi HIV).

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar