Sukses

Bagaimana Polusi Udara Akibatkan Kelahiran Prematur?

Sebuah penelitian menemukan kaitan antara kelahiran prematur dengan polusi udara. Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Bagi Anda yang sedang memasuki masa kehamilan, sepertinya mulai saat ini harus lebih waspada terhadap kondisi janin. Sebuah penelitian dari The Stockholm Environment Institute (SEI) di University of York mengungkapkan bahwa polusi udara ternyata dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Penelitian ini menemukan, dalam satu tahun sebanyak 2,7 juta kelahiran prematur di seluruh dunia dikaitkan dengan paparan PM2.5. Partikulat (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron (mikrometer). Jika tubuh terpapar PM2.5, partikelnya bisa menembus ke dalam paru-paru. PM2.5 banyak dihasilkan dari kendaraan diesel hingga pembakaran limbah.

Polusi udara pengaruhi janin

Pada tahun 2010, diperkirakan 14,9 juta kelahiran prematur atau sekitar 4-5 persen dari total seluruh penduduk di beberapa negara Eropa. Namun, angka kelahiran prematur lebih besar terjadi di beberapa negara Afrika dan Asia Selatan, yakni sebesar 15-18 persen.

Selain paparan polusi udara, banyak faktor lain yang menyebabkan terjadi kelahiran prematur, mulai dari usia wanita saat hamil, penyakit tertentu hingga faktor sosial lainnya.

“Studi ini menyoroti bahwa polusi udara mungkin tidak hanya merugikan orang-orang yang menghirup udara secara langsung, tetapi juga dapat memengaruhi bayi di rahim ibunya secara serius,” kata Chris Malley, seorang peneliti di The Stockholm Environment Institute.

“Studi ini menambahkan pertimbangan baru yang penting dalam mengukur beban kesehatan dari pencemaran udara dan manfaat bagi proses mitigasi,” tambahnya.

Paparan polusi akibatkan janin kecil

Sementara itu, menurut Dr Adrian Barnett dari Queensland University of Technology, hasil penelitan yang dilakukannya pada 15.000 ibu hamil menemukan bahwa mereka yang terkena paparan tinggi terhadap terhadap polusi udara memiliki janin yang lebih kecil ukuran lingkar perut, lingkar kepala dan lingkar paha.

Ukuran janin ini sangat penting, karena bayi yang lahir lebih besar umumnya memiliki tingkat kesehatan yang lebih baik saat masa pertumbuhan maupun dewasa.

Seberapa besar pengaruh polusi udara terhadap kelahiran prematur sangat tergantung dari lama waktu terpapar dan konsentrasi dari zat kimia yang terkandung.  Paparan polusi bagi orang-orang yang hidup di kota besar memang sulit untuk dihindari. Untuk mengurangi paparannya, Anda bisa  menutup hidung dengan kain atau masker saat berada di luar ruangan.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar