Sukses

Cedera yang Sering Terjadi dalam Olahraga Bela Diri

Olahraga bela diri kerap dikaitkan dengan cedera. Apa saja cedera yang berisiko terjadi akibat olahraga bela diri? Ketahui lengkapnya di sini.

Olahraga bela diri kerap dikenal dapat menyebabkan berbagai macam cedera. Hal ini dikarenakan sifat alami olahraga tersebut yang mengharuskan kontak fisik penuh (full body contact) dan membutuhkan banyak pergerakan.

Cedera olahraga bela diri yang mungkin terjadi bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah cedera overuse yang disebabkan oleh ketegangan secara terus-menerus di suatu bagian tubuh. Akibatnya, bagian tersebut rusak dan mulai terasa sakit.

Selain itu, beberapa cedera lain yang biasa terjadi adalah keseleo, cedera otot, dislokasi sendi, dan patah tulang.

Berikut ini beberapa jenis cedera yang paling sering terjadi dalam olahraga bela diri:

1 dari 4 halaman

1. Cedera Kepala (Gegar Otak)

Dalam tingkat kompetisi, cedera kepala paling sering ditemukan pada hampir seluruh jenis olahraga bela diri. 

Dalam olahraga mixed martial arts (MMA), sekitar 75 persen cedera terjadi pada bagian kepala dan leher. Lalu, cedera kepala yang sering terjadi adalah gegar otak.

Gegar otak sendiri ditandai dengan rasa pusing, mual, gangguan konsentrasi dan keseimbangan, serta bisa disertai gangguan memori. 

Cedera ini paling sering terjadi karena kepala merupakan bagian yang paling sering mendapat benturan dibandingkan anggota tubuh lainnya.

Artikel Lainnya: 6 Bagian Tubuh yang Rentan Cedera akibat Olahraga

2. Cedera Ligamen Pergelangan Tangan

Sendi pergelangan tangan merupakan salah satu sendi yang paling sering digunakan. 

Dalam olahraga bela diri, banyak sekali gerakan seperti memukul, menendang, hingga gerakan untuk mengantisipasi lawan. Semua gerakan tersebut memerlukan tenaga yang besar.

Saat melakukan gerakan-gerakan tersebut, itulah saat-saat cedera sering terjadi. Ketika seseorang salah memukul atau menangkis serangan lawan, sama halnya dengan keseleo, ligamen pada pergelangan tangan bisa robek dan akan menyebabkan nyeri.

2 dari 4 halaman

3. Cedera Bahu

Selain sendi pergelangan tangan, sendi bahu juga banyak digunakan. Jenis cedera bahu yang paling sering terjadi adalah impingement syndrome, yaitu suatu kumpulan gejala nyeri bahu yang timbul akibat adanya jepitan atau penekanan pada tendon atau bantalan sendi di sendi bahu bagian atas.

Lalu, yang juga kerap terjadi adalah dislokasi, yaitu pergeseran sendi dari lokasi asalnya. Cedera dislokasi biasanya sering dialami atlet olahraga jiu-jitsu Brazil, MMA, dan judo.

4. Cedera Hamstring

Otot hamstring adalah otot di bagian belakang paha. Cedera hamstring dapat terjadi biasanya saat melakukan tendangan. Dengan melakukan peregangan yang benar, Anda dapat terhindar dari cedera ini.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama pada Cedera Saat Olahraga

3 dari 4 halaman

5. Cedera Ligamen Pergelangan Kaki

Cedera pada daerah pergelangan kaki dapat terjadi akibat gerakan melompat dan memutar kaki dalam olahraga bela diri. Cedera terjadi apabila ligamen terdapat regangan yang melewati batas.

Ligamen pada pergelangan kaki berfungsi menjaga stabilitas sendi kaki. Pada umumnya muncul bengkak, nyeri, dan terbatas pergerakannya. Cedera ligamen yang parah bisa menyebabkan robekan.

Ya, olahraga bela diri memang terkesan penuh risiko cedera. Namun, bukan berarti tak dapat dihindari. 

Cedera yang berat biasanya terjadi pada tingkat kompetisi, jarang pada tingkat rekreasi.

Penting untuk selalu cek kondisi tubuh sebelum berolahraga. Mulailah dari yang ringan, gunakan perlengkapan yang tepat, dan cukup minum supaya otot tidak mudah keram. 

Lakukan warming up, stretching, dan cooling down sebelum memulai olahraga bela diri.

Bila mengalami cedera, jangan ragu untuk menemui dokter agar mendapat perawatan yang tepat. 

Konsultasikan cedera olahraga yang dialami kepada dokter lewat LiveChat dari Klikdokter. Selamat berlatih!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar