Sukses

Kenali Bahaya Luka Dalam bagi Kesehatan Anda

Karena tidak terlihat oleh mata, luka dalam diam-diam bisa menyebabkan dampak bahaya bagi kesehatan tubuh Anda. Kenali bahaya luka dalam, agar Anda lebih waspada.

Setiap orang pasti pernah mengalami luka di tubuhnya. Jika luka luar, Anda mungkin dapat dengan mudah mengobatinya. Lantas, bagaimana dengan luka dalam? Apakah Anda yakin sudah mengobatinya dengan benar? Hati-hati, bahaya luka dalam bagi kesehatan lebih menakutkan, lho!

Fakta membuktikan bahwa sebagian besar kasus luka dalam membutuhkan bantuan medis untuk mengobatinya. 

Ini karena jenis luka tersebut mesti ditindak dengan prosedur tertentu, agar obat yang diberikan bisa benar-benar tepat sasaran.

Agar tidak salah kaprah, yuk kenali pengertian luka dalam lebih jauh!

Apa itu Luka Dalam?

Luka adalah terputusnya keutuhan dari jaringan. Di dunia medis, luka dikategorikan berdasarkan jenis. 

Misalnya, luka robek, luka lecet, luka tusuk, luka gigitan, luka sayat, luka tembak, luka amputasi, luka bakar, luka bentur, dan sebagainya. 

Bagaimana dengan luka dalam? Luka jenis ini biasanya terjadi akibat sayatan atau tusukan. Luka dalam terjadi di kedalaman lebih dari seperempat inci atau 0,64 centimeter di bawah permukaan kulit. 

Pada kedalaman tersebut, luka tidak hanya memengaruhi kulit, tapi juga dapat mengganggu ligamen, pembuluh darah, tendon, bahkan organ yang ada di dekatnya.

Artikel Lainnya: Darah dari Luka Tak Kunjung Berhenti? Lakukan Cara Ini!

1 dari 3 halaman

Bahaya Luka Dalam bagi Kesehatan

Luka dalam tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, jika tidak diatasi dengan baik, luka ini dapat mengganggu fungsi organ-organ yang ada di sekitarnya.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai bahaya luka dalam bagi kesehatan.

  • Menyebabkan Perdarahan

Luka dalam dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak darah. Hal ini dapat menjadi awal dari terjadinya syok hipovolemia, yang jika tidak segera diatasi dapat berujung pada kematian.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami luka dalam yang disertai dengan banyak perdarahan, lakukan penekanan lembut untuk membantu menghambat darah yang keluar. 

Segera berobat ke dokter untuk ditindak sehingga perdarahan dapat benar-benar dihentikan.

  • Corpus Alienum

Ketika terjadi luka dalam, kemungkinan benda asing tertinggal dalam luka tersebut juga besar. Istilah medis untuk kondisi ini adalah corpus alienum

Corpus alienum merupakan bahaya luka dalam yang tidak bisa dianggap remeh karena bisa menyebabkan infeksi secara terus menerus. 

Luka jenis ini mesti segera diatasi dengan mengeluarkan benda asing yang masuk.

Artikel Lainnya: Cara Merawat Luka Sesuai Anjuran Medis

  • Sepsis

Bahaya luka dalam lainnya adalah infeksi hingga sepsis. Apa itu? Sepsis adalah kondisi infeksi yang sudah menyebar ke seluruh tubuh melalui darah. 

Sepsis dapat mengancam keselamatan jiwa. Ketika sudah terjadi, penderita luka dalam harus dirawat secara intensif di rumah sakit dan dipantau perkembangannya secara berkala oleh dokter yang ahli.

  • Tetanus

Luka sayat atau tusukan biasanya disebabkan oleh alat yang memiliki kotoran atau bahan kimia lain. Inilah yang menjadikan bahaya luka dalam, salah satunya adalah tetanus.

Luka dalam dan kotor sangat berisiko terinfeksi bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini memproduksi racun yang menyerang saraf dan menyebabkan penyakit tetanus atau kejang otot. 

Gejala tetanus meliputi sakit kepala, sulit membuka mulut, sulit menelan, kaku pada leher, punggung, dan bahu. Jika dibiarkan, tetanus dapat berakibat fatal.

Artikel Lainnya: Apa Saja Dampak Rokok pada Penyembuhan Luka Operasi?

2 dari 3 halaman

Perawatan Luka Dalam yang Tepat

Sebagai tindakan pertolongan pertama, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk merawat luka dalam:

  • Balut dan Tekan 

Ketika terjadi luka dalam dengan perdarahan cukup banyak, segera balut dan berikan tekanan. 

Jangan berusaha untuk mengorek dan membersihkan sendiri. Hindari pula mencuci luka tersebut dengan air atau cairan lain secara mandiri.

  • Segera ke Rumah Sakit

Luka dalam mesti dan harus ditangani oleh tenaga medis yang ahli. Karena itu, segerakan diri Anda untuk ke rumah sakit agar luka tersebut bisa ditangani dengan tepat. 

Jangan tunggu perdarahan berhenti sendiri atau menunggu hingga keesokan harinya, ya!

  • Cairan Infus

Saat di rumah sakit, luka Anda akan diperiksa secara mendetail untuk mengetahui ada/tidaknya benda asing yang perlu dikeluarkan. Setelah itu, luka akan dibersihkan menggunakan cairan infus yang banyak. 

Tahap akhir, luka akan diberikan obat untuk mengurangi nyeri dan menghindari risiko infeksi lanjutan.

Artikel Lainnya: Luka Tusuk Bisa Sebabkan keloid?

  • Vaksin 

Jika luka dalam disertai banyak kotoran, dokter mungkin akan memberikan vaksin tetanus kepada pasien. 

Selain itu, dokter juga mungkin akan memberikan antibiotik lokal berupa salep atau oral yang paling sesuai dengan karakteristik luka dan kondisi pasien.

  • Jahitan

Luka dalam yang lebar biasanya perlu ditindak dengan jahitan, yang dilakukan oleh tenaga medis. 

Pada kasus yang seperti ini, Anda harus kembali lagi ke dokter untuk dipantau perkembangan dari luka yang dialami. 

Selain itu, kontrol ke dokter secara berkala juga bertujuan untuk melepaskan jahitan jika waktunya tiba. Hal ini dimaksudkan agar jahitan tersebut tidak malah meninggalkan bekas di kulit.

Perawatan luka dalam oleh dokter mesti dilakukan secepat mungkin. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi lanjutan, juga untuk menghindari risiko terjadinya kehilangan banyak darah. 

Jika Anda pernah mengalaminya, bahkan hingga timbul infeksi luka dalam, sebaiknya tak perlu menunda lagi untuk segera berobat ke rumah sakit terdekat. Semakin cepat ditangani, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh seperti sedia kala.

Apabila Anda punya pertanyaan seputar bahaya luka dalam, obat luka dalam, atau perawatan luka dalam, jangan sungkan untuk menghubungi dokter melalui Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar