Darah

Darah dari Luka Tak Kunjung Berhenti? Lakukan Cara Ini!

dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons, 25 Sep 2026

Ditinjau Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons

|★0/5.0(0 Ulasan)

Darah pada luka tak kunjung berhenti mengucur? Tenang, Anda bisa lakukan 8 cara menghentikan pendarahan luka berikut ini. Yuk, simak lengkapnya!

Darah dari Luka Tak Kunjung Berhenti? Lakukan Cara Ini!

Cedera dan kondisi medis tertentu bisa menyebabkan perdarahan. Sebelum menangani luka, sebaiknya Kamu mengidentifikasi keparahan luka terlebih dulu.

Ada beberapa situasi ketika Kamu dilarang melakukan pertolongan pertama sendiri. Begitu juga jika mencurigai perdarahan internal atau ada benda yang tertanam maupun masuk ke daging.

Jika luka tergolong ringan, ada beberapa cara menghentikan perdarahan pada luka, yakni:

1. Awali dengan Membersihkan Tangan

Jika luka tergolong ringan atau kecil, segera cuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah penyebaran infeksi ke luka. Jika luka tergolong besar, disarankan sesegera mungkin memberikan tekanan pada luka.

Ketika terluka, bersihkan luka dari benda asing yang menempel seperti debu, tanah, rumput, duri, dan sebagainya. Jika sulit, jangan memaksakan diri. Sebaiknya, cari bantuan medis dibanding nekat dan meningkatkan risiko infeksi.

Artikel Lainnya: Tips Perawatan Luka Ringan di Rumah

2. Memberi Tekanan pada Luka

Memberi tekanan pada luka merupakan cara menghentikan darah luka yang penting. Gunakan kain bersih atau perban, lalu tekan luka perlahan.

Berikan tekanan pada luka sekitar 10-15 menit, kecuali penderita memiliki gangguan perdarahan (bleeding disorder). Jika tak berhasil, segera cari bantuan medis.

3. Hindari Pakai Obat-Obatan Alternatif

Alih-alih mengambil antiseptik, tak sedikit orang yang justru mengambil obat-obatan herbal, bahan dapur, atau lainnya yang bukan untuk mengobati luka.

Hindari bahan-bahan yang tidak dianjurkan seperti pasta gigi, kecap, minyak goreng, daun-daunan, kopi, kunyit, lidah buaya, bawang putih, dan sebagainya.

Bahan-bahan tersebut justru dapat mengontaminasi luka, dan nantinya akan menyulitkan dokter untuk membersihkanya. Risiko infeksi pun akan lebih tinggi.

4. Berikan Es

Es cukup populer sebagai cara menghentikan darah pada luka dan mengurangi pembengkakan terutama luka pada daerah mulut. Gunakan es batu yang telah dibungkus kain kasa langsung pada luka.

5. Angkatlah Daerah yang Luka Sedikit Lebih Tinggi

Mengurangi aliran darah pada daerah yang luka akan menghentikan perdarahan. Angkatlah daerah yang terluka sedikit lebih tinggi.

Misalnya, apabila yang terluka adalah kaki, berbaringlah dan angkat kaki lebih tinggi dari jantung.

Artikel Lainnya: Ketahui Penyebab Luka Sulit Sembuh

6. Oleskan Petroleum Jelly

Petroleum jelly merupakan campuran minyak dan lilin yang dapat digunakan untuk melindungi kulit. Pemakaian bahan ini dapat dijadikan cara memberhentikan darah luka.

Petroleum jelly baik digunakan untuk menghentikan perdarahan pada luka yang dangkal. Setelah darah berhenti, jangan lupa bersihkan kulit untuk menghilangkan sisa jelly.

7. Balut Luka

Balutlah luka dengan kain atau perban, namun jangan terlalu erat. Apabila darahnya merembes, tambahkan lapisan lagi. Lakukan ini sampai Kamu menemukan rumah sakit atau klinik terdekat.

8. Kompres Dingin

Prinsipnya hampir sama dengan es, yaitu memperkecil pembuluh darah dan mempercepat proses pembekuan darah. Kamu dapat mengganti es dengan kain yang sudah dicelup air dingin.

Setelah luka berhenti berdarah, sebaiknya perhatikan luka secara saksama, apakah ada debu yang tertinggal, duri, atau apa pun di dalam luka. Jika ada, segera bersihkan.

Penting untuk memastikan area luka dibersihkan dengan benar. Bersihkan area luka dengan sabun. Namun, jangan menyabuni luka secara langsung.

Saat luka sudah bersih dan perdarahan berhenti, aplikasikan salep antibiotik. Ini cara untuk menjaga luka tetap lembap dan terlindungi.

Artikel Lainnya: Maggot Therapy, Perawatan Luka Diabetes Pakai Belatung

Luka sayatan kecil atau luka gores bisa dibiarkan terbuka tanpa perban setelah dioleskan salep. Jika lukanya tergolong besar, Kamu butuh proteksi ekstra dengan perban.

Ganti perban sekali sehari sampai luka benar-benar tertutup dan sembuh. Jika luka tergolong dalam dan kotor, pertimbangkan untuk mendapatkan vaksin tetanus, apalagi jika Kamu belum mendapatkannya dalam lima tahun belakangan.

Ini dapat membantu mencegah infeksi dan penyakit serius. Lalu, kapan harus ke dokter? Kamu perlu segera mencari bantuan medis jika luka yang dialami:

  • Dalam, atau tepi luka bergerigi atau terbuka
  • Terdapat di wajah
  • Memiliki kotoran atau puing yang tak bisa dikeluarkan
  • Menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan, nyeri saat ditekan, keluar cairan tebal, atau demam
  • Mati rasa di sekitar area luka
  • Terdapat garis merah di sekitar luka
  • Akibat gigitan manusia atau hewan
  • Berupa tusukan atau luka dalam dan belum pernah suntik tetanus selama 5 tahun belakangan, atau siapa saja yang belum pernah mendapatkan suntikan tetanus selama 10 tahun terakhir

Meskipun kecil dan ringan, luka perlu diobati dengan benar. Ikuti cara menghentikan perdarahan di atas dengan hati-hati.

Bagaimana  pertolongan pertama untuk menghentikan perdarahan pada luka ringan?

Jika luka tergolong kecil dan tidak melibatkan kondisi darurat (seperti benda tertancap atau dugaan perdarahan internal), Kamu dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  • Cuci Tangan & Bersihkan Luka: Awali dengan mencuci tangan. Bersihkan luka secara perlahan dari kotoran menempel (jangan dipaksa jika sulit agar tidak memicu infeksi).
  • Beri Tekanan: Gunakan kain bersih atau perban untuk menekan luka secara perlahan selama 10–15 menit.
  • Tinggikan Posisi Luka: Angkat area yang terluka lebih tinggi dari jantung (misalnya memposisikan kaki lebih tinggi saat berbaring) untuk mengurangi aliran darah.
  • Kompres Dingin: Gunakan es yang dibungkus kain atau kain dingin untuk memperkecil pembuluh darah dan mempercepat pembekuan darah.
  • Gunakan Petroleum Jelly & Balut: Oleskan petroleum jelly tipis untuk luka dangkal, lalu balut luka dengan perban tidak terlalu erat (tambahkan lapisan jika darah merembes). Jangan gunakan bahan dapur/alternatif non-medis seperti pasta gigi atau kecap untuk menghindari kontaminasi.

Jika tak terlihat adanya perbaikan atau justru muncul tanda-tanda infeksi, sebaiknya segera periksakan luka ke dokter.

Punya Pertanyaan Seputar Kesehatan atau Butuh Produk Terpercaya?

Ingin membaca artikel lebih mudah, belanja produk kesehatan di official shop, atau memantau tips medis harian? Yuk, unduh aplikasi KlikDokter sekarang juga. Jangan lupa juga untuk terhubung dengan seluruh media sosial kami melalui

👉 [Kunjungi Tautan Resmi KlikDokter di Sini]

(FR/AYU)

Luka
darah
Pertolongan Pertama
  • Medical News Today. Diakses. 2022. Eight effective home remedies for stopping bleeding.
  • Healthline. Diakses. 2022. 6 Home Remedies to Stop Bleeding.
  • World Health Organization. (2020). Wound management and prevention of tetanus in emergency care. WHO Guidelines.
  • American College of Surgeons. (2018). ATLS: Advanced trauma life support student course manual (10th ed.). American College of Surgeons.
Memuat...

Ulasan Pembaca

0(0 Ulasan)