Sukses

Sulit Punya Anak, Bisa Jadi Karena Rahim Tertutup

Rahim tertutup disebut-sebut sebagai penyebab seorang wanita sulit memiliki keturunan. Kenali lebih jauh tentang kondisi ini.

Klikdokter.com, Jakarta Mungkin Anda pernah mendengar tentang rahim tertutup dari dokter kandungan atau berita kesehatan. Apa sebenarnya kondisi ini? Dan bagaimana bisa terjadi pada seorang wanita?

Rahim tertutup merupakan istilah awam. Biasanya digunakan untuk menggambarkan keadaan tertutup atau tersumbatnya organ reproduksi yang menyebabkan kesulitan terjadinya pembuahan sel telur oleh sperma.

Dalam hal ini, ada dua kelainan yang paling sering diistilahkan sebagai rahim tertutup, yaitu tertutupnya mulut rahim atau serviks yang disebut dengan stenosis serviks, serta  tertutupnya saluran telur atau tuba falopi akibat suatu sebab.

Stenosis serviks

Stenosis serviks adalah suatu keadaan dimana serviks terlalu rapat, bahkan menutup. Karena itu, sperma memiliki kesulitan untuk dapat berenang menuju uterus dan saluran telur untuk bertemu dengan sel telur. Dengan demikian, pembuahan akan sukar terjadi.

Stenosis serviks bisa disebabkan oleh kelainan bawaan ataupun suatu penyakit, seperti endometriosis, kanker serviks, operasi daerah serviks, radiasi daerah serviks, dan menopause.

Dokter dapat memeriksa apakah pembukaan serviks Anda normal untuk dapat dilewati dengan baik oleh sperma. Jika memang terbukti serviks Anda terlalu kecil atau menutup, dokter dapat melakukan terapi untuk melebarkan bukaan serviks.

Sumbatan tuba falopi

Tuba falopi, atau disebut juga saluran telur, adalah saluran yang menghubungkan indung telur dengan rahim dan berperan dalam pembuahan. Apabila saluran telur ini tersumbat, sperma akan kesulitan untuk bertemu dan membuahi sel telur.

Sumbatan saluran telur ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti endometriosis, penyakit radang panggul, riwayat kehamilan di luar rahim, dan sebagainya. 

Sering kali, saluran telur yang tersumbat tidak memberikan gejala yang dapat disadari oleh penderitanya. Meski demikian, ada pula beberapa gejala yang dapat dicurigai sebagai kondisi tersumbatnya saluran telur. Gejala yang dapat terjadi bervariasi, tergantung dari penyebabnya.

Dokter dapat mendiagnosis saluran telur yang tertutup ini dengan melakukan pemeriksaan HSG (histerosalfingografi) atau laparoskopi.

Jika mencurigai diri Anda mengalami gejala rahim tertutup, segera konsultasikan kepada dokter. Semakin cepat Anda memeriksakan diri ke dokter, Anda akan bisa  mendapatkan terapi yang cepat dan tepat. Semoga Anda dan pasangan segera dikaruniai momongan!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar