Sukses

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Menerima Donor ASI

Menerima donor menjadi salah satu solusi bagi ibu menyusui yang belum mampu memberikan ASI. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian besar wanita dilengkapi dengan kemampuan memproduksi ASI. Namun pada keadaan tertentu, bisa saja ASI yang dihasilkan ibu menyusui tidak cukup. Kondisi tersebut bisa dipicu oleh adanya kelainan atau Anda melahirkan prematur, sehingga ASI belum siap untuk diproduksi. Pada keadaan-keadaan tersebut, alternatif donor ASI bisa dipertimbangkan.

Namun demikian, meskipun Anda memerlukan donor ASI dari pihak lain, masih ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, sebelum memutuskan untuk memilih seseorang menjadi donor ASI untuk si Kecil.

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan:

Tidak sekadar kenal

Mengenal baik orang yang akan menjadi donor ASI, sebenarnya belum bisa dijadikan pegangan pasti bahwa ASI yang diberikan berkualitas baik. Karena bisa saja orang tersebut memiliki infeksi yang tidak diketahui, karena tidak muncul gejala klinisnya.

ASI adalah cairan tubuh, sama seperti darah. Oleh sebab itu ASI pun harus diperlakukan dengan hati-hati seperti darah. Karena seperti cairan tubuh lainnya, ASI juga dapat menularkan penyakit yang tidak diinginkan.

Riwayat Kesehatan

Calon donor ASI harus sehat, tidak merokok, minum alkohol dan mengonsumsi obat-obatan tertentu. Selain itu, donor tidak boleh memiliki penyakit menular seksual, tidak menderita penyakit tuberkulosis, serta tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ dalam 12 bulan terakhir.

Skrining ASI

Setelah calon donor ASI memenuhi kriteria dari tahap pertama, maka ASIP (ASI Perah) yang dipompa oleh calon donor harus diperiksa terlebih dahulu dari beberapa penyakit menular, seperti HIV, hepatitis B, hepatitis C, CMV, dan sifilis.

Kebersihan

Jika ASIP bebas dari penyakit, maka Anda boleh menerima ASI dari pendonor tersebut. Selain itu, pendonor ASI juga harus dibekali dengan pengetahuan bagaimana memerah dan menyimpan ASI secara higienis.

Setiap kali sebelum memerah ASI, pendonor ASI harus mencuci tangan dan semua perlengkapan pompa ASI dengan bersih. Pompa ASI juga wajib disterilkan dengan air panas atau alat steril.

ASIP sebaiknya disimpan di dalam botol kaca yang sebelumnya telah disterilkan terlebih dahulu, bukan ke dalam kantong plastik penyimpan ASI. Setelah dimasukkan ke dalam botol, ASIP dibekukan di freezer.

Alangkah baiknya jika ASIP dikirim kepada bayi yang membutuhkan dalam waktu setidaknya 24 jam sejak pemerahan.

Panaskan Dulu

Sebelum diberikan kepada bayi, sebaiknya ASIP dipasteurisasi atau dipanaskan terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mematikan kuman yang mungkin terdapat pada ASI.

Tempatkan botol kaca yang berisi ASI sebanyak 50-150 ml di dalam wadah kaca (misalnya botol sisa selai yang berukuran 450 ml). Tutup wadah kaca tersebut dan masukkan ke dalam panic aluminium berukuran 1 liter. Tuangkan air mendidih sebanyak 450 ml atau hingga permukaan air mencapai 2 cm dari bibir panci.

Setelah dipanaskan, tunggu selama 30 menit. Lalu angkat botol susu, dinginkan, dan berikan kepada bayi.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelum menerima donor ASI. Pastikan Anda sebagai ibu menyusui melakukan hal-hal di atas untuk melindungi bayi dari ASI yang tidak sehat. Selain itu, Anda juga bisa menghindarkan bayi Anda dari penyakit menular.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar