Sukses

Makan Permen Karet Tanpa Merusak Gigi, Ini Caranya

Mengunyah permen karet bisa bermanfaat untuk kesehatan gigi, asalkan Anda tahu triknya. Berikut cara makan permen karet tanpa merusak gigi.

Permen karet memang enak dikunyah dalam kondisi apa pun, misalnya saat menyetir, berjalan kaki, mengetik, dan sebagainya. Tak heran banyak orang yang menyukainya, karena mengunyah permen karet ternyata bisa meningkatkan konsentrasi sehingga orang bisa merasa lebih fokus.

Di balik itu, permen karet ternyata menyimpan segudang manfaat bagi gigi. Menurut penelitian, permen karet dapat menghilangkan sisa makanan dan plak, merangsang produksi air liur, dan meningkatkan pH mulut. 

Ini dikarenakan mengunyah permen karet dapat merangsang produksi air liur sehingga turut mengontrol keasaman pH dalam mulut. Air liur ini mampu menetralkan kondisi mulut yang asam.

Meski demikian, tidak semua permen karet dapat bermanfaat untuk gigi. Simak tips cara makan dan memilih permen karet yang bisa menyehatkan gigi. 

1 dari 3 halaman

1. Pastikan Permen Karet Tersebut Bebas Gula atau Mengandung Gula Fermentasi

Supaya bisa memberikan manfaat untuk gigi, pilihlah permen karet yang tidak merusak gigi, yaitu permen karet bebas gula atau mengandung gula fermentasi (polyalcohols). Karena pemanis jenis ini sudah terbukti tidak memicu karies gigi

Permen karet bebas gula ini biasanya mengandung sorbitol, mannitol, xylitol, maltitol, dan lactitol.

Artikel Lainnya: Gemar Mengunyah Permen Karet? Ini Manfaatnya untuk Kesehatan

2. Hindari Permen Karet yang Mengandung Sukrosa

Jangan memilih permen karet yang mengandung sukrosa karena dapat menurunkan pH mulut serta meningkatkan jumlah plak dan karies gigi.

Berdasarkan studi, anak-anak yang mengunyah lima permen karet mengandung sukrosa per hari selama 30 bulan, tingkat kariesnya meningkat 16–36 persen ketimbang anak-anak yang mengunyah permen karet bebas gula. 

Selain itu, ditemukan tingkat plak gigi yang meningkat setelah tiga hari mengunyah permen karet mengandung sukrosa dibanding permen karet mengandung xylitol.

3. Pilih Permen Karet Ber-flouride

Pilih permen karet yang mengandung fluoride, di mana dapat bermanfaat untuk meningkatkan proses remineralisasi karies dini.

4. Pilih Permen Karet yang Mengandung CPP-ACP

Khususnya setelah melakukan tindakan memutihkan atau bleaching gigi, karena berguna untuk mengurangi rasa ngilu akibat tindakan tersebut.

Artikel Lainnya: Benarkah Permen Karet Bebas Gula Bisa Jadi Pemicu Diare?

2 dari 3 halaman

5. Kunyah Permen Karet Setelah Konsumsi Makanan Tertentu

Anda dapat mengunyah permen karet setelah mengonsumsi makanan yang berwarna dan berbau menyengat. Hal ini dapat menghilangkan plak gigi dan noda ekstrinsik pada gigi, serta menghilangkan bau mulut akibat konsumsi makanan berbau.

6. Kunyah Permen Karet dalam Beberapa Kondisi Tertentu

Mengunyah permen karet dalam kondisi-kondisi tertentu juga bermanfaat, misalnya: 

  • Saat sedang sakit kepala, karena efeknya dapat meringankan nyeri.
  • Saat butuh konsentrasi dan mencegah kantuk dalam bekerja, belajar, dan menyetir kendaraan.
  • Disarankan juga mengunyah permen karet pada orang usia lanjut, karena dapat mencegah dementia dan penyakit Alzheimer.

Melihat hal tersebut, bisa dikatakan bahwa mengunyah permen karet terutama yang bebas gula dapat dijadikan salah satu alternatif untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Jadi, permen karet dapat menjadi salah satu tindakan untuk pencegahan penyakit gigi dan gusi. 

Selain itu, mengunyah permen memiliki dampak positif lain, seperti meningkatkan kemampuan kognitif, memperbaiki konsentrasi, menjaga berat badan, juga membantu untuk meredakan stres-stres ringan.

Itulah cara makan permen karet yang bisa Anda terapkan, agar kesehatan gigi selalu terjaga. Selain itu, untuk menjaga kesehatan gigi, Anda juga perlu menggosok gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Jangan lupa juga untuk memeriksakan gigi dan mulut Anda ke dokter gigi tiap enam bulan sekali. 

Untuk membaca artikel kesehatan gigi dan mulut lainnya, bisa mengunduh aplikasi KlikDokter  ya!

[FY]

0 Komentar

Belum ada komentar