Sukses

Ibu Hamil, Waspadai Tanda-Tanda Keguguran Ini

Keguguran menjadi salah satu masalah yang ditakuti ibu hamil. Kenali tanda-tanda keguguran berikut.

Keguguran adalah salah satu masalah yang paling ditakuti oleh ibu hamil. Hal ini biasanya terjadi saat usia kandungan di bawah 20 minggu.  Perdarahan dan nyeri perut adalah tanda-tanda utama dari keguguran. Namun, apabila hal tersebut terjadi, belum tentu menunjukkan kematian janin.

Kasus keguguran cukup banyak dialami wanita hamil. American College of Obstetricians and Gynecologists mencatat setidaknya 10-25 persen kehamilan berujung pada keguguran dan terjadi di 13 minggu pertama usia kandungan.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 menunjukkan, keguguran dialami oleh 4 persen dari wanita menikah dengan rentang usia 10-59 tahun. 

Sementara itu, persentase kejadian abortus spontan sebesar 3,8 persen pada kelompok usia 15-19 tahun, 5,8 persen pada kelompok usia 25-29 tahun, dan 5,7 persen pada kelompok usia 30-34 tahun. Besarnya kemungkinan keguguran yang terjadi pada wanita usia subur adalah 10-25 persen. 

1 dari 3 halaman

Tanda-Tanda Keguguran yang Harus Diketahui

Pada umumnya, kasus keguguran memang sulit untuk dicegah, terutama jika disebabkan kelainan genetik pada bayi. Namun dengan pengetahuan akan gejala-gejala awalnya, keguguran dapat dihindari semaksimal mungkin sehingga kehamilan dapat dipertahankan dengan lebih optimal.

Apa saja tanda-tanda keguguran yang wajib diwaspadai ibu hamil?

Artikel Lainnya: 7 Penyebab Keguguran pada Ibu Hamil

  1. Perdarahan Melalui Vagina 

Perdarahan dapat menjadi tanda-tanda keguguran. Apabila terjadi pendarahan melalui vagina yang jumlahnya semakin banyak dengan durasi hari yang semakin bertambah disertai perut kram, Anda perlu mewaspadainya sebagai salah satu pertanda ada gangguan di dalam rahim.

Jika ada tanda ini, sebaiknya Anda segera konsultasi ke bidan atau dokter agar kondisi janin di dalam kandungan dapat dipastikan.

  1. Kram Perut yang Hebat 

Waspadalah jika Anda merasakan kram perut dengan intensitas nyeri yang semakin hebat, tidak mereda setelah istirahat tirah baring, dan disertai gejala lain (seperti perdarahan dan lemas). Ini bisa menjadi tanda rahim sedang kontraksi dan berusaha untuk mengeluarkan janin keluar melalui jalan lahir.

Jika kram perut terjadi terus-menerus setiap 5-20 menit, segera hubungi bidan atau dokter terdekat untuk melakukan pemeriksaan lanjutan. 

Artikel Lainnya: Berapa Lama Boleh Hamil Lagi Setelah Keguguran?

  1. Nyeri di Area Pinggang 

Nyeri pinggang yang terasa lebih berat dibandingkan saat nyeri haid bisa menjadi ciri-ciri keguguran. Kondisi ini menandakan rongga panggul sedang mengalami peregangan dan bersiap melepaskan janin ke luar dari rahim. Jika mengalami nyeri di pinggang, segera konsultasi dengan dokter atau bidan terdekat.

  1. Keluar Gumpalan dari Vagina 

Gumpalan yang menyerupai daging berlendir berwarna merah dan tiba-tiba keluar dari vagina, bisa menjadi tanda bentuk janin yang tidak berhasil menempel pada dinding rahim dan keluar melalui vagina. Hal ini kerap terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan.

Keguguran sering kali tidak disadari. Jangankan tahu mengalami keguguran, bahkan mungkin saja sang ibu sendiri tak pernah tahu kalau dirinya hamil, apalagi pada wanita yang siklus haidnya tidak teratur. 

  1. Menurunnya Gerakan Janin 

Gerakan janin sudah dapat dirasakan saat kehamilan memasuki trimester kedua (minggu ke-13). Apabila gerakan janin tidak Anda rasakan dalam satu hari, Anda perlu waspada sebagai tanda-tanda keguguran.

Artikel Lainnya: Kualitas Sperma Bisa Sebabkan Keguguran pada Ibu Hamil?

Akan tetapi sebelum menyimpulkan, pantau gerakan janin dengan istirahat terlebih dahulu. Jika keesokan harinya gerakan janin tetap tidak dirasakan, segera konsultasi dengan dokter atau bidan terdekat.

2 dari 3 halaman

Upaya Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Gejala keguguran di atas bisa menjadi pedoman ibu hamil untuk menjaga kehamilannya tetap sehat hingga waktu persalinan tiba. Salah satu pencegahan terbaik keguguran adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat, sebagai berikut: 

  • Konsumsi makanan yang sehat dan bergizi 
  • Hindari makanan mentah 
  • Konsumsi asam folat sebanyak 400 mikrogram per hari 
  • Menjaga berat badan selama kehamilan 
  • Melakukan olahraga secara rutin 
  • Tidak konsumsi minuman beralkohol 
  • Kurangi minuman berkafein 
  • Tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang 
  • Hindari stres selama masa kehamilan 
  • Rutin kontrol kehamilan ke dokter atau bidan 

Apabila Anda memiliki salah satu dari gejala di atas, segera konsultasi dengan dokter atau bidan Anda. Walaupun sebagian besar kasus keguguran yang disebabkan oleh kelainan genetik tidak bisa dicegah, tapi sebagian lainnya tetap bisa dipertahankan, asalkan cepat dikenali dan ditangani oleh tenaga medis. 

Jika memiliki pertanyaan seputar kesehatan janin dan ibu hamil lainnya, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter kami melalui layanan Live Chat 24 jam KlikDokter. Semoga bermanfaat!

[WA/ RS]

0 Komentar

Belum ada komentar