Sukses

Vegetarian dan Vegan, Apa Bedanya?

Diet vegetarian dan vegan saat ini semakin banyak dipilih pelaku diet. Meski mirip, keduanya beda, lo! Apa sih perbedaan vegan dan vegetarian?

Vegetarian dan vegan memang terdengar serupa. Bahkan, banyak orang menganggap keduanya adalah sama. Keduanya memang sama-sama mengonsumsi makanan nabati. Jadi, adakah perbedaan vegan dan vegetarian yang dijalani para pelaku dietnya?

Tidak ada keraguan bahwa pola diet seperti vegetarian dan vegan semakin meningkat di masyarakat. Alasan orang beralih ke pola diet ini cukup banyak.

Misalnya, mencapai berat badan lebih rendah, penurunan risiko terkena penyakit jantung, diabetes, stroke, dan kanker. Selain itu, ada pula alasan keprihatinan terhadap hewan-hewan yang dijadikan makanan.

1 dari 5 halaman

Seputar Vegetarian

Vegetarian bisa diartikan sebagai seseorang yang hanya makan tumbuh-tumbuhan dan tidak mengonsumsi makanan yang berasal dari hewan, seperti daging dan unggas. 

Namun, pelaku diet vegetarian masih mungkin mengonsumsi produk olahan hewan seperti telur, keju, atau susu.

Biasanya, menu vegetarian bisa terdiri dari buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan gandum.

Berikut beberapa jenis vegetarian yang paling umum, yaitu:

  • Lacto-ovo vegetarian: Vegetarian yang menghindari konsumsi semua daging hewan, tapi masih mengonsumsi produk berbahan dasar susu dan telur.
  • Lacto vegetarian: Vegetarian yang menghindari konsumsi daging hewan dan telur, tapi masih mengonsumsi produk olahan susu.
  • Ovo vegetarian: Vegetarian yang menghindari konsumsi semua produk olahan daging hewan, kecuali telur.
  • Pescatarians: Vegetarian yang menghindari konsumsi semua daging, tapi masih mengonsumsi makanan laut.

Artikel Lainnya: Lebih Sehat, Ini Cara Mudah Membuat Daging Vegetarian!

2 dari 5 halaman

Apa Itu Vegan?

Berbeda dengan vegetarian, diet vegan bisa dibilang sebagai jenis vegetarian yang paling ketat. 

Saat ini, veganism dikatakan sebagai cara hidup yang berupaya untuk menghindari segala bentuk eksploitasi pada hewan, termasuk dalam proses pembuatan makanan.

Ketika menjalani diet vegan, Anda juga harus menghindari bahan seperti gelatin, madu, albumin, protein whey protein casein, dan beberapa bentuk vitamin D3.

Tidak hanya itu, veganism juga memperluas prinsipnya di luar pola makan. Mereka juga menghindari produk apa pun yang secara langsung dan tidak langsung melibatkan penggunaan hewan. 

Misalnya, barang dari kulit, wol, sutra, sabun, lilin, produk lateks, skincare, dan kosmetik.

Artikel Lainnya: Makin Laris, Apakah Daging Burger Vegan adalah Makanan yang Aman?

3 dari 5 halaman

Perbedaan Vegetarian dan Vegan

Serupa tapi tak sama. Jadi, meski mirip, perbedaan vegetarian dan vegan yang paling kentara adalah vegetarian menentang pembunuhan hewan untuk dimakan, tapi masih bisa mengonsumsi produk olahan hewan, seperti susu dan telur. 

Dengan catatan, hewan yang menjadi sumbernya tetap tersedia dalam jumlah yang cukup.

Sementara itu, vegan memiliki kepercayaan bahwa hewan punya hak untuk bebas agar tidak digunakan oleh manusia seperti untuk pembuatan makanan dan pakaian.

Namun begitu, baik diet vegetarian maupun vegan akan memberikan dampak kekurangan terhadap asupan beberapa nutrisi. Keduanya, harus memperhatikan strategi untuk mencukupi nutrisi dari makanan berbahan dasar tumbuhan.

Diperlukan konsumsi makanan dan suplemen yang mengandung zat besi, omega-3, kalsium, vitamin D, dan vitamin B12 bagi para pelaku kedua jenis diet ini.

Sebuah penelitian menemukan bahwa vegetarian mengonsumsi vitamin dan kalsium lebih banyak dibandingkan dengan vegan. 

Dikatakan pula, bila dibandingkan dengan vegetarian, vegan dapat menurunkan risiko terkena penyakit diabetes melitus tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker.

Tak hanya itu, vegetarian juga memiliki body mass index (indeks massa tubuh) yang lebih besar dibanding vegan.

Artikel Lainnya: Benarkah Orang Vegan Berisiko Rendah Kena Kanker?

4 dari 5 halaman

Manfaat Diet Vegetarian dan Vegan

Meskipun ada perbedaan vegetarian dan vegan, manfaat sehat menjalani dua diet tersebut hampir sama dan telah terbukti. Berikut adalah manfaatnya.

  • Menurunkan berat badan dengan efektif.
  • Menurunkan risiko terkena penyakit, seperti jantung, stroke, ginjal, dan diabetes.
  • Menurunkan tekanan darah tinggi.
  • Menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.
  • Menurunkan terjadinya stres oksidatif dan peradangan dalam tubuh.

Semua manfaat yang bisa didapatkan ini telah terbukti berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan. Namun, tetap saja pelaku diet ini berisiko kekurangan beberapa asupan nutrisi seperti yang telah disebutkan di atas.

Untuk menyiasatinya, pelaku diet bisa memperkaya asupan nabati sehari-harinya. Misalnya, kalsium dapat diperoleh dari susu kacang kedelai yang difortifikasi, tahu, tempe, brokoli, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan kacang almon.

Artikel Lainnya: Daftar Artis atau Seleb yang Memilih Menjadi Vegan

Zat besi dapat diperoleh dari tahu, kale, bayam, kacang-kacangan, serta selai kacang. Untuk protein, pelaku diet vegan dan vegetarian bisa mendapatkannya dari polong-polongan, kacang-kacangan, dan oatmeal

Sementara itu, vitamin B12 dapat diperoleh dari susu kacang kedelai dan sereal yang difortifikasi.

Selain itu, yang penting untuk diingat, setiap mengawali diet—baik vegetarian maupun vegan—Anda harus melakukannya secara bertahap dan menyesuaikan dengan kemampuan tubuh. Jangan sampai diet yang Anda lakukan tidak cocok dan malah menimbulkan masalah kesehatan.

Jadi, sudah tahu kan perbedaan vegan dan vegetarian? Sebelum menentukan jenis diet yang akan Anda pilih, pikirkanlah baik-baik dampaknya bagi kesehatan tubuh Anda. Cari tahu informasi soal jenis-jenis diet lainnya di aplikasi KlikDokter.

[HNS/AYU]

1 Komentar

  • Qaka Dah

    Mungkin simple Vegan itu aliran sesatnya Vegetarian. Buktinya para vegan maksa-maksa meat-eater untuk berhenti makan daging.