Sukses

Ini Tanda Sakit Kepala Akibat Dehidrasi

Sakit kepala bisa timbul karena dehidrasi. Lalu bagaimana membedakannya dari sakit kepala akibat penyakit lainnya?

Klikdokter.com, Jakarta Pernahkah Anda merasa tidak enak badan dan mengalami sakit kepala, yang tidak hilang dengan cara tidur, makan, atau berolahraga? Bisa jadi, sakit kepala yang Anda alami diakibatkan oleh dehidrasi. Saat mengalami sakit kepala karena dehidrasi, Anda biasanya akan mengalami tanda-tanda seperti mulut kering, kehausan, dan tubuh yang terasa lemas.

Tubuh manusia dewasa tersusun sekitar 55% nya oleh air. Karena begitu pentingnya komponen air bagi tubuh, jika asupannya tidak dicukupi, dapat mengakibatkan berbagai gangguan fungsi dan bahkan penyakit, termasuk dehidrasi.

Ya, kurangnya air atau dehidrasi dapat memicu timbulnya sakit kepala. Berbagai penelitian menyatakan, selain dapat mengganggu konsentrasi dan kestabilan emosi, dehidrasi bahkan dapat menyebabkan migrain, yang bahkan bisa berkepanjangan.

Sakit kepala akibat dehidrasi disebabkan oleh kurangnya cairan di otak dan menyusutnya jumlah plasma darah, saat tubuh kekurangan cairan. Kondisi ini membuat otak menyusut untuk mengompensasi kekurangan cairan, dan tarikan antara otak yang mengecil dengan tengkorak dapat menyebabkan rasa nyeri di kepala.

Lalu bagaimana mengenali sakit kepala akibat dehidrasi? Apa bedanya dengan sakit kepala akibat penyakit berbahaya?

1. Perhatikan karakteristik sakit kepala

Sakit kepala akibat dehidrasi dapat berupa sensasi tumpul atau migrain yang muncul di bagian depan, belakang, samping, atau di seluruh bagian kepala. Pada sakit kepala karena dehidrasi, Anda tidak akan merasa nyeri di bagian wajah, seperti sakit kepala akibat sinus. Rasa nyeri juga biasanya tidak muncul di belakang leher, seperti yang biasa terjadi pada sakit kepala tension.

2. Perhatikan gejala lainnya

Karena dipicu oleh dehidrasi, sakit kepala biasanya akan disertai dengan gejala dehidrasi lainnya –seperti mulut kering, haus, lemas, dan urine berwarna gelap. Lebih lanjut, sakit kepala akibat dehidrasi juga dapat menyebabkan tekanan darah rendah dengan detak jantung yang meningkat.

3. Perhatikan kondisi tubuh

Apakah Anda berada di tempat atau situasi yang panas dan terik yang menyebabkan kekurangan cairan? Atau, Anda baru saja melakukan aktivitas fisik yang berat dan mengeluarkan banyak keringat? Perhatikan kondisi tubuh dan lingkungan tempat Anda berada. Dengan demikian, Anda bisa tahu sakit kepala yang Anda alami akibat dehidrasi atau sakit kepala karena penyakit lain.

Perlu diketahui, sakit kepala akibat dehidrasi bisa terjadi saat tubuh kekurangan cairan berat maupun ringan. Kondisi ini berbeda-beda pada setiap orang. Oleh karena itu, cegah dehidrasi dengan selalu memenuhi kebutuhan cairan tubuh Anda. Sesuaikan dengan beratnya aktivitas fisik dan mental yang Anda jalani. Dan segera ganti cairan yang hilang dari tubuh Anda, setelah selesai melakukan aktivitas.

Nah, sekarang Anda sudah bisa membedakan sakit kepala akibat dehidrasi dengan sakit kepala akibat penyakit lainnya. Ingat, jangan sepelekan sakit kepala, karena kondisi ini bisa menganggu kualitas hidup Anda.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar