Sukses

3 Sebab Penyebaran Virus Flu Burung Makin Meluas

Perhatikan hal-hal di bawah ini untuk menghindarkan diri Anda dari penyebaran virus flu burung.

Klikdokter.com, Jakarta Masyarakat sempat digegerkan dengan isu penyebaran virus flu burung yang juga menyerang manusia. Masalah itu menjadi sorotan setelah virus bernama Avian Influenza A (H7N9), yang jarang ditemui pada manusia, menyerang sejumlah warga Tiongkok beberapa waktu lalu. Flu burung adalah satu jenis penyakit yang menyerang unggas dan disebabkan oleh virus.

Dari unggas yang telah terjangkitlah penularan virus ke manusia terjadi. Dikutip dari Liputan6.com, flu burung adalah penyakit yang mudah menyebar dan mematikan. Sejumlah kelalaian manusia nyatanya dapat menjadi jembatan untuk penularan virus flu burung.

Berikut 3 kelalaian yang dapat menyebabkan virus flu burung semakin mudah menyebar, di antaranya:

1. Tidak menjaga kebersihan

Faktor utama yang menjadikan virus flu burung semakin mudah menular adalah tidak menjaga kebersihan. Padahal kebersihan adalah kunci utama untuk menjaga tubuh tetap terlindungi dari berbagai jenis penyakit.

Terlebih jika Anda gemar memelihara unggas, seperti ayam dan burung. Kebersihan adalah satu hal yang harus selalu diperhatikan untuk menjaga unggas peliharaan, diri Anda sendiri, serta lingkungan agar tetap sehat. Salah satunya dengan rutin membersihkan kandang unggas. "Bersihkan daerah sekitar kandang dan selokan, dan bersihkan diri setelah melakukan kontak dengan unggas," kata Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek seperti dikutip dari Liputan6.com.

Menkes juga meminta masyarakat untuk tidak membeli hewan unggas dari luar negeri atau jalur ilegal karena berpotensi menimbulkan masuknya virus yang kemungkinan dibawa oleh unggas tersebut

2. Rendahnya kesadaran masyarakat

Tingkat kesadaran masyarakat terhadap sebuah penyakit adalah hal utama yang harus ditumbuhkan. Hal ini sangat penting dan berguna dalam mencegah penyebaran dan infeksi yang disebabkan oleh virus.

Pada umumnya masyarakat terlalu masa bodoh dan enggan mencari tahu tentang suatu penyakit baru, padahal bisa saja itu adalah jenis penyakit mematikan yang harus diwaspadai.

Menurut Menkes, seperti dikutip dari situs resmi Kemenkes, salah satu tantangan dalam menyikapi darurat kesehatan masyarakat adalah kemampuan warga sipil dalam melakukan deteksi dini terhadap suatu penyakit yang saat ini masih sangat rendah.

Padahal jika penyakit dapat dideteksi sedini mungkin, respon cepat untuk mencegah dan menanggulangi penyakit pun bisa dilakukan, sehingga potensi mewabahnya penyakit tidak akan meluas.

Kesadaran mengenai gejala yang menunjukkan potensi gejala terjangkitnya virus flu burung pun harus ditingkatkan.

Sebab seringkali flu burung dianggap influenza karena gejalanya mirip, sehingga dianggap remeh dan terdeteksi setelah menyebar. Pada kondisi ini virus flu burung sudah sulit diatasi.

3. Faktor cuaca

Perubahan faktor cuaca yang tidak menentu dapat menurunkan sistem kekebalan imun dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit.

Hal yang tak kalah mengerikan adalah perubahan cuaca yang dapat membuat anak kecil maupun orang dewasa mudah terserang sakit. Untuk itu, menjelang masa pancaroba, pastikan Anda selalu menyiapkan bekal, terutama dari segi kesehatan tubuh. Jaga pola makan dan rutin berolahraga untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Jika tempat tinggal Anda rawan banjir, cobalah untuk mengungsikan unggas peliharaan sementara waktu. Sebab saat banjir, ancaman penyebaran virus akan semakin meningkat, dan salah satunya mungkin virus flu burung. Selain itu, Anda harus lebih waspada jika menemukan unggas yang mati mendadak.

Segera laporkan dan jauhkan anak-anak, yang biasanya lebih mudah terjangkit penyebaran virus flu burung, dari tempat unggas yang mati. Jangan lupa juga untuk selalu cuci tangan Anda setiap selesai melakukan kontak dengan unggas. Baca artikel bertema serupa di sini

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar